KESEIMBANGAN PASAR

Posted On November 5, 2011

Filed under TEORI EKONOMI 1 - SMAK 04-3

Comments Dropped leave a response

KESEIMBANGAN PASAR

(MARKET EQUILIBRIUM)

 

Ö    Keseimbangan pasar akan terjadi bila permintaan dan penawaran berada pada suatu titik yang sama (P,Q) jika dilukiskan dalam suatu kurva. Kurva yang melukiskannya biasa dikenal dengan Kurva keseimbangan pasar (Market Equilibrium).

Ö    Dalam kurva keseimbangan ini, garis penawaran dan garis penawaran akan bertemu pada suatu titik yang sama. Titik ekuilibirum tersebut akan mampu bertahan (stayed) dalam jangka panjang apabila pada titik tersebut konsumen dan produsen sama-sama diuntungkan atau setidaknya hanya memperoleh kerugian yang sangat kecil.

Ö    Suatu kondisi di mana penawaran lebih besar daripada permintaan atau dinotasikan dengan Qs > Qd, maka disebut dengan surplus (kelebihan penawaran).

Ö    Suatu kondisi di mana permintaan lebih besar daripada penawaran atau dinotasikan dengan Qd > Qs, maka disebut dengan shortage (kelebihan permintaan). Lihat kurva di bawah ini.

Dari kurva di atas, menunjukkan nilai sebagai berikut:

Penjelasan

  1. Saat harga barang ada dalam kondisi tertinggi yaitu $15, maka akan ada barang dalam jumlah lebih banyak yang ditawarkan oleh produsen sebesar 150 unit. Sedangkan saat harga barang ada dalam kondisi tertinggi yaitu $15, konsumen hanya akan mengajukan permintaan sebesar 50 unit. Maka telah terjadi surplus (kelebihan penawaran) sebesar 100 unit, yang dapat saja diekpor oleh produsen untuk mendapat laba lebih besar sedangkan kebutuhan konsumen juga sudah terpenuhi.
  2. Saat harga barang ada dalam kondisi $10, maka akan ada 100 unit yang ditawarkan oleh produsen. Dan pada saat itu, konsumen yang merasakan penurunan harga, akan mengajukan permintaan lebih lagi menjadi 100 unit. Dalam kondisi ini, terjadi titik temu (keseimbangan) antara Qs = Qd.
  3. Saat harga barang ada dalam kondisi terendah yaitu $5, maka hanya akan ada sedikit barang yang ditawarkan oleh produsen yaitu sebesar 50 unit. Sedangkan saat harga barang ada dalam kondisi terendah yaitu $5, konsumen malah akan mengajukan permintaan sebesar 150 unit. Maka telah terjadi shortage (kekurangan penawaran / kelebihan permintaan) sebesar 100 unit. Hal ini menyebabkan terjadinya kelangkaan barang karena kebutuhan konsumen juga tidak dapat terpenuhi dengan baik.

 

 

 

KEBIJAKAN PEMERINTAH

Dalam suatu perekonomian, pemerintah akan turut campur tangan, dengan tujuan untuk melindungi konsumen dan produsen. Ada dua cara yang dilakukan oleh pemerintah, yaitu dengan Pengendalian Harga (price control). Pengendalian harga yang dilakukan pemerintah dapat dengan cara menetapkan batas harga tertinggi (ceiling price) dan menetapkan batas harga terendah (floor price).

 

  1. Ceiling Price

Adalah batas maksimum harga penjualan oleh produsen, misalnya penetapan harga patokan setempat (HPS) yang dilakukan pemerintah untuk semen. Tujuan pemerintah adalah agar dapat terjangkau oleh konsumen dengan daya beli kurang. Namun, pengendalian ini tidak akan berdayaguna jika produsen ada dalam pasar oligopoly, terlebih lagi jika produsen monopoli.

Kita ambil saja contoh untuk kasus harga sembako di Indonesia. Pemerintah melakukan penetapan harga tertinggi untuk tujuan konsumen yang memilki daya beli kurang dapat melakukan konsumsi untuk kebutuhan hidup mereka. Lihat kurva.

Saat harga keseimbangan $12, maka kuantitas keseimbangan ada sebanyak 150 unit. Agar membantu konsumen dapat berkonsumsi dengan baik, pemerintah menetapkan harga di titik $8. Hal ini menyebabkan konsumen ingin menambah konsumsinya menjadi 190 unit (DQ = 40 unit). Sedangkan di titik $8, produsen hanya menyediakan kapasitas output sebesar 100 unit. Hal ini tentunya menyebabkan kelangkaan (shortage) sebanyak 90 unit.

 

  1. Floor Price

      Adalah batas harga minimum yang diberlakukan. Tujuan pemerintah adalah untuk melindungi produsen. Contoh, bila saat panen, agar harga beras tidak anjlok di pasaran. Lihat kurva.

Saat harga keseimbangan $15, maka kuantitas keseimbangan ada sebanyak 130 unit. Untuk melindungi produsen, pemerintah menetapkan harga di titik $20. Hal ini menyebabkan konsumen ingin mengurangi konsumsinya menjadi 90 unit (DQ = 40 unit). Sedangkan di titik $20, produsen akan menambah kapasitas output sebesar 180 unit (DQ = 90 unit). Hal ini tentunya menyebabkan kelebihan penawaran (surplus) sebanyak 90 unit. Pada kondisi ini, kebutuhan konsumen akan terpernuhi, dan produsen masih dapat mengekspor produknya.

 

 

 

 

NAMA              : CANDY GLORIA

NPM                 : 2121 0516

KELAS              : SMAK 04-3 (SARMAG)

MATKUL          : TEORI EKONOMI 1

TUGAS KE-5

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.