JURNAL PENELITIAN BAWANG PUTIH

Posted On November 29, 2011

Filed under TEORI EKONOMI 1 - SMAK 04-3

Comments Dropped leave a response

ANALISA JURNAL

TEORI EKONOMI

“Usaha Tani Bawang Putih”

DISUSUN OLEH:

CANDY GLORIA                                         2121 0516

MUTHIYA GABRIELA MALAWAT        2421 0878

 

Kelas: SMAK 04

FAKULTAS EKONOMI

UNIVERSITAS GUNADARMA

ANALISA JURNAL

  1.                 I.      JUDUL               : Analisis Efisiensi Penggunaan Faktor-faktor Produksi

              Pada Usaha Tani Bawang Putih

              (Studi Kasus di Kecamatan Sapuran, Wonosobo)

 

PENGARANG    : CLAUDIO SATRYA WIDYANANTO

 

       TAHUN               : 2010

 

 

  1.             II.       TEMA               : Usaha Tani Bawang Putih di Indonesia

 

 

  1.          III.       LATAR BELAKANG MASALAH

A. Fenomena

Sektor petanian pangan biasanya diusahakan oleh rakyat kecil, salah satu komoditas tanaman pangan yaitu bawang putih. Bawang putih termasuk komoditas yang menjadi perhatian dari sekian banyak komoditas pertanian karena jumlah produksinya yang semakin menurun dari tahun ke tahun. Hal ini dapat dilihat pada Tabel 1.3.

Pengembangan usahatani bawang putih perlu dilakukan terkait dengan kebutuhan konsumsi bawang putih seiring dengan meningkatnya jumlah penduduk. Oleh karena itu usaha tani bawang putih diarahkan untuk dapat memacu peningkatan produktivitasnya. Namun, yang terjadi adalah produktivitas bawang putih selama 4 tahun terakhir (2005 – 2008) selalu menurun tiap tahunnya dengan rata-rata penurunan 15,96 persen per tahun.

 

Produksi bawang putih di daerah Wonosobo merupakan yang terbesar di Jawa Tengah selama tahun 2004 hingga tahun 2007 dan terbanyak ke dua di Jawa Tengah untuk tahun 2008. Namun potensi yang dimiliki Kabupaten Wonosobo kurang mampu dikelola dengan baik. Hal ini dapat dilihat dari jumlah produksi bawang putih di Kabupaten Wonosobo selama tahun 2004 hingga tahun 2008 yang selalu mengalami penurunan seiring dengan berkurangnya luas panen, akan tetapi jumlah rata-rata produksi bawang putih tidak mengalami tren menurun, justru cenderung fluktuatif. Keadaan ini dapat dilihat ketika tahun 2004 rata-rata produksi bawang putih mencapai 48,73 kwintal/hektar. Fenomena ini menunjukkan bahwa rata-rata produksi tidak hanya dipengaruhi oleh luas panen saja seperti yang diperlihatkan oleh Tabel 1.6.

A. Riset Terdahulu

Nilai produktivitas ini masih tergolong rendah dan masih berpeluang untuk ditingkatkan karena berdasarkan hasil penelitian Tety Suciaty (2004) faktor bibit memegang peranan yang penting untuk menunjang keberhasilan produksi tanaman, selain itu juga penggunaan bibit yang bermutu tinggi merupakan langkah awal peningkatan produksi.

 

 

  1. B.  Motivasi Penelitian

Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah :

1. Menganalisis pengaruh penggunaan faktor produksi luas lahan, bibit,pupuk, fungisida, insektisida dan tenaga kerja, terhadap jumlah produksi dalam kegiatan usahatani bawang putih di Kecamatan Sapuran, Kabupaten Wonosobo.

2. Menganalisis tingkat efisiensi teknis, efisiensi harga, maupun efisiensi ekonomis dalam kegiatan usahatani bawang putih di Kecamatan Sapuran, Kabupaten Wonosobo.

 

 

  1.                 I.       METODOLOGI

   A. Data

Penelitian ini menggunakan data sekunder dan data primer.

1. Data Primer

Data primer yang digunakan antara lain meliputi: data pemakaian faktor produksi usaha tani bawang putih, dan jumlah produksi dalam satu kali masa panen bawang putih.

2. Data Sekunder

Data sekunder yang digunakan bersumber dari: Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Wonosobo, Dinas Pertanian Kabupaten Wonosobo, serta beberapa sumber lain yang terkait.

 

B. Variabel

Persamaan analisis linier berganda yang digunakan dalam penelitian ini merujuk pada persamaan yang digunakan oleh Tety Suciaty (2004) sebagai berikut :

LnY = Ln a + b1 Ln X1 + b2 Ln X2 + b3 Ln X3 + b4 Ln X4 + b5 Ln X5 + b6 Ln X6 +

bn Ln Xn + V..………………… …………………………………………… ( 3.1 )

 

dimana :

Y = jumlah produksi bawang putih yang dihasilkan dalam satu kali masa panen (Kg).

 

X1 = luas lahan yang digunakan dalam satu kali masa tanam. (m2)

 

X2 = jumlah benih atau bibit digunakan dalam satu kali masa tanam (Kg)

 

X3 = jumlah seluruh pupuk yang digunakan dalam satu kali masa tanam diakumulasikan dalam satuan (Kg).

 

X4 = jumlah seluruh pestisida yang digunakan dalam satu kali masa tanam diakumulasikan dalam satuan (Lt).

 

X5 = jumlah tenaga kerja yang digunakan dalam satu kali masa tanam (hari

orang kerja/HOK).

 

a,b = besaran yang akan diduga

 

V = kesalahan (disturbance term)

 

C. Metode Penelitian

v    Metode Pengumpulan Data

Metode pengumpulan data dalam penelitian ini adalah dengan metode wawancara menggunakan kuesioner atau survei.

v    Metode Analisis

Analisis yang digunakan dalam penelitian ini meliputi dua analisis, yakni analisis regresi berganda dan analisis efisiensi. Analisis regresi berganda digunakan guna menjawab tujuan penelitian yang pertama, yakni mengetahui pengaruh penggunaan faktor produksi luas lahan, bibit, pupuk, pestisida, dan tenaga kerja terhadap jumlah produksi bawang putih.

 

  1.             II.       HASIL dan ANALISIS

Efisiensi Harga dan Ekonomi

Pembahasan efisiensi harga dan efisiensi ekonomi akan menghasilkan tiga hasil kemungkinan yaitu:

(1) jika nilai efisiensi lebih besar dari 1, hal ini berarti digunakan dalam menjalankan usahatani bawang putih adalah luas lahan bahwa efisiensi yang maksimal belum tercapai, sehingga penggunaan faktor produksi perlu ditambah agar mencapai kondisi yang efisien. (2) jika nilai efisiensi lebih kecil dari satu, hal ini berarti bahwa kegiatan usahatani yang dijalankan tidak efisien, sehingga untuk mencapai tingkat efisien maka faktor produksi yang digunakan perlu dikurangi.

(3) jika nilai efisiensi sama dengan satu, hal ini berarti bahwa kondisi usahatani yang dijalankan sudah mencapai tingkat efisien dan diperoleh keuntungan yang maksimum. Input yang, bibit, pupuk, pestisida, dan tenaga kerja.

  1.          III.       KESIMPULAN dan REKOMENDASI

KESIMPULAN

Penelitian ini bertujuan untuk memberikan bukti empiris mengenai pengaruh penggunaan faktor produksi luas lahan, bibit, pupuk, fungisida,insetisida, dan tenaga kerja terhadap jumlah produksi bawang putih dengan menggunakan model analisis linier berganda selain itu juga bertujuan untuk mengetahui tingkat efisiensi produksi pada usahatani bawang putih di Kecamatan Sapuran, Kabupaten Wonosobo yang dilihat dari efisiensi tehnik, efisiensi harga dan efisiensi ekonomi.

 

REKOMENDASI

Disarankan kepada petani untuk lebih banyak menanam bawang putih lokal dimana masih sedikitnya bawang putih lokal dipasaran dan juga disarankan kepada peneliti selanjutnya untuk menetapkan kadar vitamin dan mineral yang lain yang terdapat pada bawang putih.

 

Sumber : http://eprints.undip.ac.id/22608/1/CLAUDIO_SATRYA_WIDYANANTO.PDF

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.