BBM

Posted On December 15, 2010

Filed under tulisan

Comments Dropped leave a response

BAHAN BAKAR MINYAK

FAO : Energi Dunia Sebaiknya Berganti ke Alternatif

 

Organisasi pangan dan pertanian PBB (FAO) menghimbau agar kalangan internasional sebaiknya cepat berganti dari energi fosil ke energi alternatif/ bioenergi. Himbauan ini dikeluarkan menyusul kenaikan harga minyak dunia dan juga tujuan dari perbaikan lingkungan.

Dalam 15-20 tahun ke depan, pengunaan bioenergi harus mencapai 25% dari seluruh penggunaan energi dunia. Menanggapi peringatan FAO itu, Presiden Komisaris PT Molindo Raya Industrial – produsen – etanol – Indra Winarno mengatakan, penggunaan bioenergi sebaiknya dipercepat, karena harga minyak sudah mahal. “Namun, untuk gasohol adalah jumlah ketersediaan bahan baku seperti tetes dan singkong, karena dibutuhkan bahan baku yang relative banyak. Oleh karena itu, sektor pertanian harus mendukung. Petani singkong dan tebu diperlukan. Investor baru sebaiknya mencari lahan utnuk memasok bahan baku”, kata Indra.

Berdasarkan pada perkiraannya, Gasoho E10 (campuran dari etanol sebanyak 10%) sudah mampu bersaing di pasar. Namun, pemerintah juga perlu menindaklanjuti dengan pembebasan cukai alkohol yang digunakan untuk gasohol. Selama ini cukai alkohol sebesar Rp 2500 per liter.

 

Menghindari perebutan

Menurut Guru Besar Fakultas Pertanian Universitas Lampung Prof. Bustanul Arifin, peringatan FAO tersebut sering dilakukan. Ia juga mengakui bahwa peringatan tersebut perlu dilakukan agar dunia bersiap sehngga tidak ada kompetisi penggunaan bahan baku untuk keperluan industri makanan dan produksi energi.

Saat ini Indonesia masih berada dalam tahap eksplorasi atau belum sampai pada skala komersial. Yang paling ideal di Indonesia adalah pohon jarak, menurut Bustanul. Namun, bermasalah pada skala usahanya yang kecil dan tidak efisien. “Jika ingin masal harus ada investasi besar, namun berpotensi pada konflik lahan”, katanya.

Mencermati penggunaan CPO untuk biodiesel, Bustanul mengungkapkan, penggunaan CPO untuk industri makanan dan produksi energi akan menimbulkan masalah. “Harus dipikirkan lembaga perantara (distributor) yang solid untuk memastikan pasokan CPO untuk kebutuhan biodiesel. Selama ini perusahaan yang sudah mapan, dapatkah perusahaan-perusahaan ini dengan mudah mengalokasikan CPO untuk diesel”, ujarnya. (MAR).

 

 

Sumber: Kompas, 27 Maret 2006

 

 

Telah ditulis ulang oleh:

Nama  : CANDY GLORIA

NPM    : 21210516

Kelas   : 1 EB 07

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s