MANAJEMEN PRODUKSI

Posted On December 15, 2010

Filed under tugas

Comments Dropped leave a response

MANAJEMEN PRODUKSI

1. Perkembangan Manajemen Produksi

Dalam perkembangannya manajemen produksi dapat berlangsung karena adanya dorongan beberapa faktor yaitu :

  1. Adanya klasifikasi dan spesialisasi (pembagian bidang kerja).
  2. Adanya revolusi industri.
  3. Adanya perkembangan teknologi dan peralatan (termasuk komputer dan berkembangnya alat-alat komunikasi lainnya).
  4. Adanya perkembangan ilmu (IPTEK) dan metode kerja (cara kerja lebih efektif dan efisien).

 

 

2. Pengertian Manajemen Produksi

Secara garis besar, pengertian manajemen produksi mencakup 3 unsur penting yaitu: adanya orang yang lebih dari satu, adanya tujuan yang ingin dicapai, dan orang yang bertanggungjawab terhadap pencapaian tujuan tersebut. Sehingga manajemen produksi memiliki pengertian mengatur, mengkoordinir, mengorganisir proses pengolahan input menjadi output (produksi).

3. Pengertian Produksi

Produksi merupakan suatu kegiatan yang dikerjakan untuk menambah nilai guna suatu benda atau menciptakan benda baru sehingga dapat memenuhi kebutuhan. Menambah nilai guna suatu barang yang dimaksud adalah pertambahan nilai guna dari bahan baku (mentah) pada saat telah menjadi barang jadi (produk). Pada produksi ini melibatkan 2 komponen yaitu input yang adalah bahan baku yang kemudian mengalami proses, dan output yang merupakan produk jadi yang telah mengalami proses. Secara garis besar, produksi bertujuan untuk memenuhi kebutuhan manusia untuk mencapai kemakmuran. Kemakmuran dapat tercapai jika tersedia barang dan jasa dalam jumlah yang mencukupi.

 

Fungsi Manajemen

Fungsi manajemen terdiri dari 5 bagian adalah sebagai berikut:

a.  Planning

Merupakan fungsi pemilihan suatu alternatif melalui suatu proses yang rasional dalam mengambil keputusan terhadap obyektif perusahaan. Fungsi ini merupakan fungsi dasar dalam manajemen, karena perencanaan merupakan dasar dari menetukan sasaran, arah, dan tujuan.

 

b. Organizing

Merupakan fungsi untuk menentukan macam kegiatan yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan perusahaan. Fungsi ini terdiri dari staffing (kelompok kerja), delegations of authority (pengendalian kekuasaan), departemensasi, dan personalia.

 

  1. Directing

Merupakan fungsi untuk mengatasi dan mengarahkan bawahan (pimpinan terhadap pekerja) untuk memaksimalkan usaha dalam rangka mencapai tujuan perusahaan.

 

d. Coordinating

Merupakan fungsi untuk komunikasi antara manajer dengan staf agar ada kesinambungan antara kepentingan dan kegiatan.

 

e.  Controlling

Merupakan fungsi untuk mengawasi dan memperbaiki sistem atau cara yang belum tepat, dan sebagai tindak akhir yaitu melakukan evaluasi dengan cara membandingkan.

 

 

4. Proses Produksi

Secara umum, proses produksi dapat dilihat dari 2 segi adalah sebagai berikut:

  1. Proses prouksi berdasarkan kelangsungan hidup terbagi kedalam 2 kategori:
  • Proses produksi terus-menerus (Continuous production)

à Proses produksi ini berlangsung secara konstan dan tidak berhenti, sehingga berlangsung secara terus menerus. Biasanya dilakukan ada industri 1 shift, contohnya semen, ban mobil, dan sebagainya.

 

  • Proses produksi yang terputus-putus (Intermiten Production)

à Proses produksi ini berlangsung secara terputus, maksudnya, kadang berjalan dan ada saatnya untuk berhenti. Tipe ini proses produksi akan berlangsung setelah adanya pemesanan dari konsumen, contohnya meubel (furniture).

 

  1. Proses produksi berdasarkan tekniknya terbagi kedalam 5 kategori:
  • Proses produksi ekstraktif

Merupakan proses yang berlangsung dengan cara pengambilan langsung bahan baku dari alam yang tersedia, contohnya kegiatan penambangan.

 

  • Proses produksi analitis

Merupakan proses memisahkan atau memilah barang mentah dengan barang yang sejenisnya, contohnya adalah Pertamina.

 

  • Proses produksi fabrikasi

Merupakan proses yang menggunakan alat seperti mesin, dan hasil keluaran (output) dapat bervariasi, contohnya pakaian.

 

  • Proses produksi sintesis

Merupakan proses yang berlangsung dengan penggabugan, pencampuran, atau pengkombinasian zat tertentu, contohnya obat-obatan, bahan kimia.

 

  • Proses Assembling

Merupakan proses yang berlangsung dengan merangkaikan barang setengah jadi, contohnya perusahaan karoseri mobil.

5. Pengambilan Keputusan dalam Manajemen Produksi

Dalam mengatur (managing) sebuah kegiatan produksi tak luput dari pengambilan keputusan. Ada 4 macam pengambilan keputusan manajemen produksi ,yaitu :

  1. Pengambilan keputusan untuk me-manage peristiwa yang pasti
  2. Pengambilan keputusan untuk me-manage peristiwa yang mengandung risiko
  3. Pengambilan keputusan untuk me-manage peristiwa yang tidak pasti
  4. Pengambilan keputusan untuk me-manage peristiwa yang timbul karena pertentangan dengan keadaan yang lain.

 

6. Ruang Lingkup dalam Manajemen Produksi

Ruang lingkup manajemen produksi mencakup perancangan atau penyiapan manajemen produksi serta pengoperasiaannya, yang meliputi :

  1. Seleksi dan design hasil produksi (produk)

àMerupakan proses perancangan berkaitan dengan output yaitu produk.

  1. Seleksi dan perancangan proses serta peralatan

àMerupakan proses yang berlangsung berkaitan dengan sarana penunjang, seperti infrastruktur dan peralatan dan mesin.

  1. Pemilihan lokasi perusahaan serta unit produksi

à Merupakan proses penentuan lokasi dan lay out untuk operasional dengan keefektifan yang harus dipertimbangkan.

  1. Perancangan tata letak lokasi (Lay out) dan arus kerja atau proses
  2. Perancangan tugas

à Merupakan proses pembagian kegiatan dan tugas utnuk masing-masing pekerja dalam proses produksi.

  1. Strategi produksi dan operasi serta pemilihan kapasitas

à Merupakan proses pembuatan langkah dan metode untuk memaksimalkan proses produksi dengan suatu strategi.

 

7. Fungsi, Sistem Produksi, dan Operasi

A. Fungsi Produksi dan Operasi

à berkaitan dengan pertanggungjawaban dalam pegolahan dan pengubahan masukan (input) menjadi keluaran atau output berupa barang atau jasa yang memberikan pendapatan bagi perusahaan. Proses suatu produksi terdiri dari proses pengolahan, jasa-jasa penunjang, perencanaan, dan pengendalian, dan pengawasan.

 

B.  Sistem Produksi dan Operasi

à Sistem produksi dan operasi adalah suatu hubungan kekerabatan antara unsur-unsur yang berbeda secara terpadu, menyatu, dan menyeluruh dalam pengolahan input menjadi output.

 

 

8. Lokasi dan Lay Out Pabrik

Lokasi dan lay out pabrik perlu diperhatikan karena pada lokasi tersebut, perusahaan dan pabrik akan melakukan kegiatan operasionalnya. Pertimbangan yang biasa digunakan oleh perusahaan dalam menentukan lokasi adalah:

  • · Hubungan perusahaan dengan sumber-sumber ekonomi.
  • · Hubungan perusahaan dengan sejarah.
  • · Hubungan perusahaan dengan pemerintah.

Dalam penentuan lokasi perusahaan, dapat juga berdasarkan pada faktor lain, seperti faktor ekonomi yang bertujuan untuk efisiensi produk, jarak angkut yang minimum, fleksibelitas ruangan dan lay out, kemungkinan perluasan di waktu yang akan datang, pemaksimuman ruang dan layout, serta keamanan penyimpanan barang jadi, setengah jadi, dan mentah.

REFERENSI

http://ocw.gunadarma.ac.id/manajemen-produksi

Widyatmini. Pengantar Bisnis Seri Diktat Kuliah. Jakarta: Penerbit Gunadarma.

IDENTITAS

Nama                             : CANDY GLORIA

NPM                      : 21210516

Kelas                    : 1 EB 07

Mata Kuliah                   : PENGANTAR BISNIS

Tugas                             : ke-7 Manajemen Produksi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s