FENOMENA PERGESERAN KURVA PENAWARAN

Posted On November 5, 2011

Filed under TEORI EKONOMI 1 - SMAK 04-3

Comments Dropped leave a response

Ö    Penawaran (Supply) adalah jumlah barang (Q) yang ditawarkan oleh produsen dalam rangka untuk dijual pada suatu tingkat harga (P) dalam pada periode tertentu. Kurva penawaran memiliki slope negative, yaitu bergerak dari kiri bawah ke kanan atas, seperti pada gambar.

Ö    Factor-faktor yang mempengaruhi penawaran adalah:

*    Harga barang itu sendiri

Jika harga barang tesebut sedang melambung dan naik, maka secara otomatis produsen akan berusaha untuk menambah kuantitas barang yang ditawarkan (Qs), karena produsen bermaksud menambah penjualannya untuk memperoleh tambahan laba. Hal ini memiliki esensi dari hukum permintaan yaitu:

P ­ maka Q ­

 

*    Harga barang lain terkait

Barang subtitusi (pengganti) akan mempengaruhi penawaran suatu barang. Misalnya jika harga celana import bertambah mahal, maka konsumen akan menggantikannya dengan celana produk local, hal ini akan mendorong naiknya penawaran celana produk lokal karena produsen lokal akan menambah produksinya.

 

*    Harga faktor produksi dan Biaya produksi

Faktor produksi yang meliputi bahan baku dan tenaga kerja juga mempengaruhi penawaran. Jika harga bahan baku meningkat maka harga barang yang ditawarkan juga akan naik. Hal ini menyebabkan produsen akan membatasi jumlah barang yang diproduksinya karena dibutuhkan modal yang lebih besar. Sehingga nilai Qs akan menurun.

 

*    Teknologi produksi

Teknologi yang sem,akin maju akan mendorong kenaikan produksi. Misalnya jika diproduksi dengan mesin yang lebih canggih, produk yang dihasilkan akan lebih banyak dan lebih cepat.

 

*    Jumlah pedagang

Dengan bertambahnya jumlah pedagang maka jumlah barang yang ditawarkan akan meningkat, begitupun sebaliknya.

 

*    Tujuan perusahaan

Tujuan suatu perusahaan adalah memaksimumkan laba, bukan untuk memaksimumkan tingkat hasil produksi. Oleh karena itu, produsen tidak akan memanfaatkan kapasitas produksinya secara maksimum, tapi menggunakannya saat tingkat produksi memberikan untung maksimum.

 

*    Kebijakan pemerintah

Kebijakan pemerintahj juga kan mempengaruhi penawaran suatu barang. Misalnya seperti yang terjadi di Indonesia, pemerintah mengurangi impor beras dan meningkatkan produksi dalam negeri agar tercapainya swasembada beras. Hal ini menyebabkan petani berusaha meningkatkan otuputnya di tiap kali panen. Kebijakan ini menambah supply beras dan keperluan impor beras dapat dikurangi.

 

Ö    Pergeseran kurva penawaran, pada saat harga tetap (hanya kuantitas yang mengalami pergeseran) dapat bergeser ke kanan yang artinya terjadi peningkatan penawaran barang (Qs ­) dan pergeseran ke kiri yang artinya terjadi penurunan penawaran (Qs ¯).

  1. Pergeseran kurva penawaran ke kanan (Qs ­)

 

Kita ambil contoh pergeseran penawaran baju kaos yang meningkat dari titik awal A sebesar 600 unit ke titik B sebesar 900 unit, sehingga terjadi kenaikan output sebesar 300 unit (DQs = 300). Berdasarkan kurva di atas ini dapat dilihat bahwa terjadi peningkatan output. Meningkatnya penawaran baju kaos ini dapat saja disebabkan oleh faktor teknologi, harga bahan baku, banyaknya penjual, dan subsidi (kebijakan pemerintah).

Jika teknologi yang digunakan oleh perusahaan konveksi lebih canggih, maka output yang dihasilkan (kaos) akan lebih banyak dan dalam waktu yang relatif lebih cepat, sehingga penawaran perusahaan konveksi akan baju kaos lebih besar.

Bukan hanya teknologi, tapi harga bahan baku juga mempengaruhi. Kita ambil contoh, jika harga bahan baku kaos dan benang turun, maka perusahaan konveksi akan memiliki modal lebih. Dari yang awalnya hanya dapt memproduksi 600 unit, karena penurunan harga bahan baku dapat memproduksi 900 unit.

Begitupun jika diamati dari segi banyaknya penjual. Oleh karena penjualan baju kaos sedang marak/booming. Maka akan semakin banyak orang yang tertarik untuk menjadi produsen baju kaos, sehingga penawaran output keseluruhan baju kaos dalam suatu negara meningkat.

Adanya campur tangan dari pemerintah, dalam hal ini adalah subsidi kepada perusahaan konveksi juga akan membuat produksi baju kaos meningkat, karena perusahaan konveksi mendapatkan tambahan modal dari subsidi pemerintah, sehingga dari yang awalnya hanya mampu memproduksi 600 unit, saat ini dapat memproduksi 900 unit.

 

2. Pergeseran kurva penawaran ke kiri (Qs )

Selanjutnya, pergeseran penawaran baju kaos yang menurun dari titik awal A sebesar 900 unit ke titik B sebesar 600 unit, sehingga terjadi penurunan output sebesar 300 unit (DQs = 300). Berdasarkan kurva di atas ini dapat dilihat bahwa terjadi penurunan output. Menurunnya penawaran baju kaos ini dapat saja disebabkan oleh faktor teknologi, harga bahan baku, banyaknya penjual, dan pajak (kebijakan pemerintah).

Jika teknologi yang digunakan oleh perusahaan konveksi mengalami gangguan, sebut saja mesin perusahaan konveksi tersebut mengalami kerusakan, maka output yang dihasilkan (kaos) akan lebih sedikit sehingga penawaran perusahaan konveksi akan baju kaos lebih kecil.

Bukan hanya teknologi, tapi harga bahan baku juga mempengaruhi. Misalnya saja, jika harga bahan baku kaos dan benang naik, maka perusahaan konveksi dalam keadaan jumlah modal yang tetap tapi bahan baku naik harus menurunkan kapasitas produksinya. Hal ini dikarenakan modal yang dimiliki perusahaan tidak mampu untuk membiayai produksi dengan jumlah sebelumnya. Dari yang awalnya sanggup memproduksi 900 unit, karena pkenaikan harga bahan baku hanya mampu memproduksi 600 unit.

Begitupun jika diamati dari segi banyaknya penjual. Saat beberapa penjual kaos musiman memutuskan untuk tidak melanjutkan penjualannya, karena masa penjualan baju kaos yang sedang marak/booming telah berlalu (biasanya terjadi pada baju kaos bola). Sehingga dampak terhadap penawaran output keseluruhan baju kaos dalam suatu negara menurun.

Adanya campur tangan dari pemerintah, dalam hal ini adalah pajak kepada perusahaan konveksi juga akan membuat produksi baju kaos menurun, karena perusahaan konveksi harus membayar pajak ke pemerintah, sehingga dari yang awalnya mampu memproduksi 900 unit, saat ini hanya dapat memproduksi 600 unit.

 

 

NAMA              : CANDY GLORIA

NPM                 : 2121 0516

KELAS              : SMAK 04-3 (SARMAG)

MATKUL          : TEORI EKONOMI 1

TUGAS KE-4

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s