UJIAN ANALISA JURNAL 2

Posted On March 1, 2012

Filed under TEORI EKONOMI 2

Comments Dropped leave a response

ANALISA JURNAL

TEORI EKONOMI

The Global Competitiveness

of The Chinese Wooden Furniture Industry

 

Persaingan Global Industri Meubel Kayu Cina

DISUSUN OLEH:

 

CANDY GLORIA                                         2121 0516

FEBRIANA PUSPITA SARI                       2221 0688

MCHAEL ALEXANDER                            2421 0380

 

 

Kelas: SMAK 04

FAKULTAS EKONOMI

UNIVERSITAS GUNADARMA

ANALISA JURNAL

 

I Judul

The Global Competitiveness of The Chinese Wooden Furniture Industry

 

Persaingan Global Industri Meubel Kayu Cina

II Pengarang

Xiao Han, Yali Wen, dan Shashi Kant

  a.    Tahun

2009

  b.    Tema

Forest Policy and Economics

 

Kebijakan Ekonomi dan Kehutanan

III Latar Belakang Masalah
  a.    Fenomena Seiring berjalannya waktu, industri meubel dunia terus berkembang dengan pesat karena inovasi dalam pengemasan dan pengiriman produk yang membuat perdagangan di pasar internasional semakin mudah.

Kemudahan ini akhirnya membuat industri meubel berkembang. Hal ini bisa dilihat melalui jumlah perdagangan yang telah meningkat dari U$42 milyar pada tahun 1997 menjadi US$97 milyar di tahun 2007 dan perubahan dalam penyediaan meubel di pasar global, terutama di cina.

Hari ini, cina telah menjadi industri terbesar meubel dunia yang terintegrasi dengan baik. Cina telah membuat kemajuan yang luar biasa dan memasok banyak meubel di pasar global, sehingga menjadikan cina sebagai negara yang mengekspor dan memproduksi meubel tingkat atas. Namun demikian, cina juga perlu lebih memperhatikan beberapa hal untuk terus meningkatkan eksistensinya.

Maka, penelitian ini berusaha untuk membandingkan cina dengan negara lainnya di dalam persaingan di pasar meubel global, agar mengetahui faktor-faktor yang berpengaruh serta masalah-masalah yang ada secara mendetail.

  b.    Riset Terdahulu Penelitian ini menggunakan data yang diambil dari berbagai macam sumber, seperti CFNA, UN comtrade database Standard International Trade Classification (SITC), National Bureau of Statistics, dan Xu et al. Dari data tersebut, peneliti menelitinya secara spesifik untuk memperoleh hasil-hasil yang diharapkan.
  c.     Motivasi Penelitian Di dalam penelitian ini, penulis menggunakan metode survey. Hal ini terlihat dari data yang diambil oleh penulis adalah data yang telah dihasilkan sebelumnya. Selain itu, telah diketahui bahwa industri meubel telah berkembang pesat dibandingkan sebelumnya. Perlu diperhatikan, negara-negara yang memproduksi meubel tidak hanya harus memperhatikan biaya produksi, tetapi juga harus memperhatikan kualitas meubel yang dihasilkan. Oleh sebab itu, negara yang lebih efisien dalam produksi akan mendapatkan profit yang maksimal.
IV Metodologi
  a.    Data Jurnal ini menggunakan sumber data sekunder yaitu berasal dari CNFA tahun 2005 dan 2006 United Nation (UN) Database Standard Internasional Trade Classification (SITC), World Bank gross national income (GNI) country classification tahun 2008.
  b.    Variabel Variabel yang digunakan dalam jurnal ini berupa variable bebas yakni persaingan global industry medan variable terikat yakni Industri mebel kayu di Cina.
  c.     Metode Penelitian Metode yang digunakan pada jurnal ini ditinjau melalui beberapa segi, diantaranya pangsa pasar (MS), menyatakan keunggulan komulatif (RCA), dan persaingan perdagangan (TC).

  • Pangsa pasar merupakan persentase atau proporsisi dari total ketersediaan pasar atau segmen pasar yang di ambil oleh suatu negara, dan dapat pula dinyatakan pada persamaan berikut:

MSij = Xij = Xiw

Dimana MS adalah pangsa pasar, X adalah ekspor, i adalah komoditi, dan j adalah negara. Xij adalah ekspor komoditas i ke negara j; Xiw adalah ekspor dunia dari komoditas i.

  • Suatu negara dikatakan memiliki keunggulan komparatif dalam komoditas ketika indeksnya lebih besar dari satu apabila nilai indeks kurang dari satu maka negara ini memiliki kerugian komparatif.

dimana X adalah ekspor, i adalah komoditi, dan j adalah negara. Xij adalah ekspor komoditas i ke negara j; ΣiXij adalah total ekspor dari negara j; ΣjXij adalah ekspor dunia dari komoditas i; and ΣiΣjXij adalah total ekspor dunia.

  • Persaingan perdagangan

Persaingan perdagangan dapat di rumuskan sebagai berikut:

TCij = Xij−Mij = Xij + Mij

Jika TCij<0 produktivitas negara j adalah lebih rendah daripada tingkat rata-rata dunia berarti menunjukkan kelemahan komparatif.

V Hasil dan Analisis
  1. Gambaran Umum

Terdapat 10 negara pesaing industri meubel terbesr di dunia yang menguasai 70% dari pasar global. Pasar global didominasi oleh negara-negara maju hampir satu dekade lalu. Saham mereka pun menyusut menjadi 50% dari sebelumnya 80% karena tergantikan oleh industri yang berasal dari negara-negara berkembang.

Negara-negara maju seperti Amerika, Italia, Jerman, dan Kanada mengalami kemunduran saham, sementara negara berkembang sedang berpotensial untuk melakukan ekspor di pasar internasional. Di antaranya, Cina juga memperlihatkan ekspansi besar-besaran di bidang ekspor.

Tercatat dalam WTO (World Trade Organization) di akhir 2001, Cina memperoleh akses yang sepadan ke pasar internasional bahkan melebihi Italia pada tahun 2004. Kemudian, Cina juga maju sebagai pemimpin dalam bidang ekspor meubel kayu dengan jumlah saham 20,91%.

  1. Inovasi dan Tantangan Dagang Internasional

Untuk terus bersaing di pasar internasional, akan lebih baik jika perusahaan cina tidak terpaku terhadap persaingan harga, tetapi juga memperhatikan produktivitas tenaga kerja, manajemen, dan segi teknis lainnya yang masih ada jika dibandingkan dengan negara maju, seperti Jerman dan Italia.Kemudian, kontrak manufaktur yang diberikan akhirnya menyebabkan perusahaan-perusahaan kecil atau sedang yang memiliki modal terbatas, tidak mengembangkan desain dan inovasi. Kurangnya kredibilitas merk, dan teknologi juga dapat menghambat cina untuk bergerak maju dan tetap mempertahankan industri tersebut dalam jangka panjang.

  1. Memburuknya Kondisi Perdagangan

Tahun 2004 kemarin, Departmen Perdagangan amerika melakukan kebijakan anti dumping terhadap produksi dan ekspor meubel kayu Cina. Nilai keseluruhan produk yang terkena dampak ini mencapai 1,2 juta miliar dolar Amerika pada tahun 2003. Hal ini merupakan perkara anti dumping terbesar yang terjadi selama 2003.

  1. Masalah Makro-ekonomi

Permintaan dan harga barang-barang Cina juga pernah tergonacang akibat krisis yang terjadi di Amerika lalu karena Cina merupakan negara pengekspor meubel ke Amerika. Dalam upaya perbaikan industri tersebut, Cina mengekspor kayu meubel yang telah dipotong sebelum menjadi meubel.

Gangguan iklim, seperti badai es dan gempa bumi hebat yang terjadi 2008 lalu di Cina Selatan juga mengurangi suplai kayu lokal dan mempengaruhi usaha-usaha meubel. Faktor inilah yang mendorong Cina untuk melakukan inovasi untuk penataran industri.

VI Penutup
  a.    Kesimpulan Penelitian ini  menyediakan informasi analisis tentang pengeksploitasian kerangka persaingan industri kayu dari perspektif daganga internasional. Hampuir 90% dari produk yang dihasilkan dijual dengan cara mengekspor untuk mendapatkan profit maksimum. Di Asia, murahnya harag tenaga kerja dan bahan baku menjadi faktor pendukung terjadinya efisiensi biaya produksi, itulah yang dilakukan Cina sehingga mampu memenangkan persaingan dengan negara-negara maju di Eropa.

Selama 20 tahun terakhir ini, Industri meubel kayu Cina memiliki pertumbuhan yang disinyalir cukup tinggi. Hal ini kemudian menjadi tonggak awal kepemimpinan Cina dalam industri ekspor meubel. Memang diakui bahwa meubel kayu Cina memiliki kompetisitas yang tinggi sehingga mampu bersaing di dunia global.

Namun demikian, Cina masih perlu memperbaiki dan menata kualitas juga dari sisi harga, mengingat Itali dan Jerman merupakan pesaing yang cukup berat. Begitu juga dengan Polandia dan Vietnam yang mulai meramba dunia meubel. Apalagi, Cina sedang menghadapi masalah makro ekonomi, seperti kenaikan biaya, menurunnya permintaan internasional, jurang teknologi, dan meningkatnya tantangan dagang.

  b.    Rekomendasi Hal yang dapat dihimbau dari penelitian ini adalah  pemerintah dan asosiasi industri perlu bekerja dengan cepat dalam berinovasi dan mempromosikan industri meubel Cina ini, baik dari segi bahan baku, perancangan dan desain, serta merk dagang. Gencarnya persaingan internasional mendorong Cina untuk lebih inovatif dalam menghasilkan produksi agar Cina tetap mampu bertahan dan memenangkan persaingan global ini.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s