DUNIA PERBANKAN DAN KLIRING

Posted On June 6, 2012

Filed under Uncategorized

Comments Dropped leave a response

Dalam dunia perbankan, terdapat satu konsep sederhana yang menarik, yaitu konsep tangan kanan dan tangan kiri. Dana masuk ke bank di sisi liabilities (source of fund) yang digambarkan sebagai tangan kanan, sedangkan dana keluar dari bank di sisi asset (use of fund) yang digambarkan sebagai tangan kiri. Posisi debit dan kredit kedua tangan ini saling berlawanan karena untuk sisi assets akan bertambah di debit, berkurang di kredit. Sebaliknya untuk sisi liabilities akan bertambah di kredit, berkurang di debit.

Image

Portofolio Bank

Image

Faktor yang menjadi penentu likuiditas Bank adalah Cash Reserves yang terdiri dari Kas dan Rekening Koran pada BI. Tangan kanan Bank bertugas mengalokasikan deposit dari liabilities ke cash reserves (kas tunai) dan Loan (hutang). Selain berasal dari deposit,cash reservers juga didapat dari securities sisi liabilities yang ditujukan untuk dijual, namun hal ini hanya terjadi jika terdapat Call Money. Loan juga mendapat asupan dari  deposit dan capital di sisi Liabilities. Securities di Assets itu ditujukan untuk dibeli. Beberapa Macam-macam loan, yaitu konsumtif (credit card dengan bunga tinggi),  investasi, dan   modal kerja. Ada aturan yang telah ditetapkan menyangkut Loan, yang dinamakan LDR (Loan to deposit ratio):

Image

1.      Prinsip konservatif à porsi capital diharuskan sebesar 10% (prudent bank).

Image

Untuk KUK (Kredit Usaha Kecil) minimal sebesar 20% loan. Satu hal yang harus diingat adalah pengalokasian ini harus diambil dari tabungan. Mengapa? Karena jika diambil dari giro dan deposito akan menimbulkan “negative miss match”.  Negative miss match adalah keadaan saat dana dengan tingkat bunga yang tinggi disalurkan dengan tingkat bunga yang rendah dan dana jangka pendek disalurkan untuk jangka panjang. Indikasi rekening giro yang berfluktuatif dan deposito yang memiliki suku bunga yang tinggijuga akan menyebabkan  sulitnya pengalokasian ke KUK.

Kliring

Kliring adalah pembayaran/pengiriman sejumlah uang dalam bentuk non tunai karena perihal hutang-piutang antar peserta kliring di satu tempat. Kliring berbeda dengan transfer karena transfer terjadi antar daerah yang berbeda tapi dalam satu bank yang sama, sedangkan kliring terjadi antar bank yang berbeda yang berada dalam satu daerah yang sama atau lain.

Di bawah ini terdapat beberapa kasus kliring dan transfer:

 Kasus 1

Ahmad membeli kerupuk senilai 5jt pada agen kerupuk yang bernama Aminah. Ahmad merupakan nasabah Bank BCA di Jakarta dan Aminah adalah nasabah Bank BII di kota yang sama. Ahmad menyimpan uang di Bank BCA dalam giro sehingga hanya dapat diambil lewat cek yang dapat diambil secara tunai oleh siapapun yang memegang cek tersebut (atas ijin/unjuk) atau bilyet giro yang hanya dapat diambil jika memiliki akun di sebuah bank (atas pinbuk).

Image

Ahmad melakukan transaksi menggunakan cek kepada Aminah sebesar 50 jt. Aminah ingin memasukan uang tersebut ke dalam rekening tabungannya di Bank BII.Namun, Bank BII yang menerima cek dari Aminah, tidak dapat langsung mengambil uang dari Bank BCA karena harus seijin Bank Indonesia dengan mengirimkan Nota Debet. Selanjutnya, pihak Bank Indonesia mengirimkan Nota Debet masuk ke Bank BCA. Jika jumlah saldo Ahmad rekening giro Ahmad mencukupi (konfirmasi ke Bank BCA), maka BI akan memindahkan saldo Rekening Koran Bank BCA sebesar 50 jt ke rekening Koran Bank BII. Penjurnalan yang terjadi untuk pencatatan transaksi kasus ini adalah:

Bank Indonesia

Db. R/K pada BI Bank BCA               50 jt (-)

                Kr. R/K pada BI Bank BII      50 jt (+)

Bank BCA

Db. Giro Ahmad                                 50 jt (-)

                Kr. R/K pada BI                        50 Jt (-)

Bank BII

Db. R/K pada BI                                 50 jt (-)

                Kr. Tabungan Aminah              50 jt (+)

 

Kasus 2

Image

Pada hari ultah Ahmad, Aminah bermaksud memberikan hadiah kepada Ahmad sebesar 100 jt melalui giro. Bank BII tempat Aminah menabung pun mengirimkan Nota Kredit Keluar kepada Bank Indonesia, yang kemudian dikirim ke Bank BCA (Nota Kredit Masuk Penjurnalan yang terjadi untuk pencatatan transaksi kasus ini adalah:

Bank Indonesia

Db. R/K pada BI Bank BII                                        100 jt (-)

                Kr. R/K pada BI Bank BCA              100 jt (+)

Bank BCA

Db. R/K pada BI                                 100 Jt (+)

Kr. Giro Ahmad                             100 jt (+)

Bank BII

Db. Tabungan Aminah                         100 jt (-)

Kr. R/K pada BI                            100 jt (-)

Kasus 3

Image

Sebagai langganan agen kerupuk Aminah, Ahmad kembali melakukan pembelanjaan kepada Aminah. Kali ini, Ahmad membeli kerupuk senilai 100jt dan membayar lewat giro lagi. Tapi, sebenarnya, saldo Ahmad di Bank BCA tidak mencapai 100jt (saldo tidak mencukupi). Tapi Ahmad membiarkannya saja, karena berharap mungkin Aminah tidak akan langsung mencairkan dana dari giro tersebut. Namun sayang, Aminah ternyata langsung berniat mencairkan dana di giro tersebut. Bank Indonesia yang mendapatkan kabar dqari Bank BCA kalau saldo Ahmad tidak mencukupi nominal yang tertera pada giro pun akhirnya menolak kliring. Atas kejadian ini Bank Indonesia bisa saja mem-blacklist Ahmad. Penjurnalan yang terjadi untuk pencatatan transaksi kasus ini adalah:

Bank Indonesia

Db. R/K pada BI Bank BII                                        50 jt (-)

                Kr. R/K pada BI Bank BCA              50 jt (+)

Bank BCA

Db. R/K pada BI                                 50 Jt (+)

Kr. Giro Ahmad                            50 jt (+)

Bank BII

Db. Tabungan Aminah                         50 jt (-)

Kr. R/K pada BI                             50 jt (-)

NOTA-NOTA

Image

Tabel di atas menggambarkan posisi dari nota debit dan kredit yang diterima baik keluar maupun masuk. Hasil akhir yang menunjukkan tanda (+) artinya bank tersebut menang kliring dan (-) artinya bank tersebut kalah kliring. Bank yang kalah kliring harus meminjam dana ke Bank yang menang kliring untuk mencapai GWM minimum. Aktivitas peminjaman dana karena kalah kliring ini disebut dengan call money. Pinjaman call money memiliki bunga, yang dapat terdiri atas bisa tahunan (p.a) atau per malam (p.n).  Akibat kekalahan kliring yang dialami teru-menerus oleh pihak Bank yang kalah dapat saja menyebabkan Bank tersebut tidak sanggup membayar dan hutang kliringnya (hutang call money) banyak. Hal ini mengindikasikan bahwa likuiditas bank tersebut kurang baik, sehingga BI memiliki kewenangan untuk melikuidasi bank tersebut karena dianggap tidak memenuhi GWM (Giro Wajib Minimum). Seperti yang kita ketahui bahwa Bank yang tidak mampu ikut serta dalam kliring, sehingga tidak boleh menjadi Bank Umum. Kekalahan kliring memang tidak berpengaruh pada likuiditas bank selama Bank tersebut masih dapat menyelesaikan hutang pinjaman dana kliring (callmoney), tetapi akan berpengaruh jika saldo R/K bank tersebut di BI tidak memenuhi GWM. Berikut adalah pengilustrasian dari menang-kalah kliring.

Image

Bank BCA yang memeiliki deposit sebesar 100jt hanya memiliki GWM sebesar 8jt yang sangat pas-pasan. Dalam kasus ini, Bank BII yang menang kliring sebesar 2 juta dan Bank BCA kalah kliring sebesar 2 juta, otomatis Bank BCA hanya memiliki R/K pd BI sebesar 6jt yang kurang dari GWM (min 8%). Karena total R/K pada BI Bank BCA kurang dari GWM yang ditetapkan maka Bank BCA wajib melakukan pinjaman untuk menutupi kekurangan GWMnya. Sedangkan bank BII yang memiliki R/K pd BI sebesar 10 jt yang terdiri atas GWM 8 jt dan ER (kelebihan GWM) sebesar 2 jt menang kliring 2 jt, sehingga jumlah R/K pd BI sebesar 12 jt.

Kasus 4

 Rekening Antar Kantor (RAK) adalah cara kliring melalui Bank yang sama tetapi berbeda daerah. Kelanjutan Kisah Ada Cinta Di Balik Keupuk ini adalah Ahmad menikah dengan Aminah dan bekerja di Papua. Aminah yang merupakan seorang nasabah Bank Niaga di Jakarta ingin mengirim uang ke Ahmad yang mana seorang nasabah Bank BPD Papua di Wamena. Aminah dan Ahmad berada dalam keadaan berbeda Bank dan berbeda daerah sehingga harus melalukan transfer di daerah yang memilki cabang Bank Niaga dan BPD Papua. Bank Niaga dan BPD Papua sama-sama memiliki kantor cabang di Makasar. Bank Bank Niaga dan BPD melakukan kliring melalui BI, lalu Bank BPD Papua di Makassar melakukan transfer ke BPD Papua di Wamena. Penjurnalan yang terjadi untuk pencatatan transaksi kasus ini adalah:

Image

Bank Niaga di Jakarta

Db. Tabungan Aminah                        50 jt (-)

                Kr. RAK                                   50 jt (+)

Bank Niaga di Makasar

Db. RAK                                            50 Jt (+)

Kr. R/K pada BI                          50 jt (+)          

Bank BPD Papua di Makasar

Db. R/K pada BI                                 50 jt (-)

                  Kr. RAK                                       50 jt (-)

Bank BPD Papua di Makasar

Db. RAK                                            50 jt (-)

                  Kr. Giro Ahmad                           50 jt (-)

Kasus 5

Contoh dibawah ini menggambarkan alur dan jurnal yang harus dicatat apabila Aminah nasabah Bank Niaga yang tidak memiliki cabang yang satu kota dengan BPD. Maka harus melakukan kliring dengan Bank lain yang memilki cabang di daerah yang sama dengan BPD, sebut saja Bank BRI yang ada di tempat yang sama dengan BPD tersebut.

Image

Bank Niaga di Jakarta

Db. Tabungan Aminah                        50 jt (-)

                Kr. R/K pada BI                      50 jt (+)

Bank BRI di Jakarta

Db. R/K pada BI                                50 Jt (+)

Kr. RAK                                       50 jt (+)

Bank BRI di Makasar

Db. RAK                                            50 Jt (+)

Kr. R/K pada BI                          50 jt (+)

Bank BPD Papua di Makasar

Db. R/K pada BI                                 50 jt (-)

                  Kr. RAK                                       50 jt (-)

Bank BPD Papua di Makasar

Db. RAK                                            50 jt (-)

                  Kr. Giro Ahmad                           50 jt (-)

Kasus 6

Perjalanan ekonomi yang sulit menyebabkan Aminah harus pergi merantau ke Arab saudi menjadi TKI. Aminah yang berada di Arab bermaksud ingin mengirim uang untuk Ahmad dan anak mereka. Dalam pengilustrasian ini terdapat 2 cara yang dapat digunakan, yaitu Bank Draft atau payment order pada gambar:

Image

  • Cara pertama, Aminah menyerahkan uang ke Bank of Arab di Arab Saudi, Bank of Arab kemudian memberikan Aminah sebuah surat yang bernama Bank Draft yang akan dikirim ke Ahmad via mail transfer. Setelah Ahmad menerima kiriman surat tersebut maka Ahmad dapat mencairkan dananya dengan datang ke Bank BRI di Jakarta (sesuai yang tertera dalam Bank Draft).
  • Cara kedua, Aminah menyerahkan uang ke Bank of Arab di Arab Saudi, kemudian Bank Arab Saudi mengirimkan Payment Order ke bank BRI di Jakarta. Bak BRI di Jakarta selanjutnya akan memanggil Ahmad selaku nasabah dan dapat mencairkan dana tersebut. Transfer antar negara dapat saja dilakukan, akan tetapi kedua Bank yang berbeda negara tersebut harus memiliki hubungan (correspondent bank).

DATABASE PERBANKAN

Image

Setiap nasabah sutu Bank memiliki nomor rekening yang beragam. Nomor rekening nasabah berbeda dengan nomor nasabah dalam Bank tersebut. Setiap kantor bank memiliki nomor yang telah didesain khusus untuk mempermudah pengelompokkan di neraca asset dan liabilities (deposit). Berikut adalah penomoran yang dilakukan oleh Bank:

Image

PERHITUNGAN BUNGA BANK

Setiap harinya Bank selalu membuta laporan harian yang berisi proses akhir per hari menyangkut transaksi yang terjadi saldo rekening yang terjadi pada hari tersebut. Dan pada akhir bulan bank juga menghitung saldo akhir bulan per rekening yang nantinya akan menjadi saldo awal bulan selanjutnya.

Image

Perhitungan saldo akhir bulan, yaitu:

Image

Metode perhitungan bunga:

1.   Saldo Terendah

Berikut adalah saldo tabungan Aminah di Bank BCA dengan tingkat bunga 10%.

Image

2.   Saldo Rata-rata

Untuk perhitungan saldo rata-rata, maka total saldo dari seluruh transaksi dibagi dengan jumlah transaksinya, seperti:

Image3.    Saldo harian

Saldo harian dihitung tiap perubahan saldo atas transaksi yang terjadi, seperti:

Image

Dalam melakukan penghitungan bunga kredit terdapat 2 cara, yaitu:

1.       Flat (Fix rate)

Aminah meminjam uang sebesar 10 juta, tingkat bunga 10% per tahun, selama 3 tahun pinjaman. Tingkat bunga pinjamannya mnenjadi 30% untuk 3tahun = 36 bulan untuk pinjaman 10 juta. Hasil cicilan bunga akan tetap selama 3 tahun sebesar:

Image

2.    Anuitas

Aminah meminjam uang seperti yang tertera di dalam tabel berikut ini:

Image

Maka proses penghitungannya akan seperti:

Image

Sumber: Catatan pribadi BLK 2

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s