blank

Posted On February 25, 2011

Filed under tulisan

Comments Dropped leave a response

Advertisements

Ayam Berkualitas

Posted On December 15, 2010

Filed under tulisan

Comments Dropped leave a response

AYAM BERKUALITAS

Broiler Plus Alias Probio

 

Ayam Probio, itulah nama ayam broiler plus garapan Christopher E. Jayananta yang akrab disapa Emille ini. Ayam probio sebenarnya merupakan ayam broiler biasa yang dibudidayakan tanpa menggunakan bahan kimia, sejak umur sehari hingga pascapanen.

Emille yakin bahwa ayam yang dipelihara dengan baik akan menghasilkan daging ayam yang berkualitas bagus dan sehat. Dari segi bisnis menguntungkan karena untuk kualitas yang lebih baik, konsumen akan rela untuk membayar lebih.

Sejauh ini, Pak emille telah memasarkan produknya ini ke beberapa Ranch Market, Diamond and D’Best, serta Kemchicks. Pada awalnya Ranch Market 2004 menyerap 170 ekor. Sampai kini mampu dipasarkan 10.000 – 15.000 ekor per bulan yang tersebar di 50 gerai dari ketiga pasar swalayan tersebut. Omzet yang dikantongi oleh Pemimpin PT Pronic Indonesia ini memang cukup besar. Coba dihitung, ayam probio dijualnya seharga Rp30.000 per ekor. Dan bila ia sanggup memasok 10.000 ekorper bulan, maka sebesar Rp 300.000.000 dapat diraih.

Untuk harga, ayam probio masih bersaing dengan ayam broiler biasa. Harga ayam biasa cukup mahal yaitu Rp 30.000 – Rp 35.000 per ekor, sedangkan harga ayam probio yaitu Rp 37.000 – Rp 45.000 per ekor. Walaupun harga ayam probio lebih mahal, tapi hali ini sebanding dengan kualitasnya.

 

 

 

 

 

DOC, Pakan, Kandang

Dalam memproduksi ayam probio, Emille menggandeng 50 peternakan mitra. Peternak meniadakan penggunaan bahan kimia, seperti antibiotik, formalin, hormon, disinfektan, dan kaporit. Tetapan ini berhasil membuat ayam jadi bebas lemak, rendah kholesterol, bebas bakteri Salmonella dan E.coli, serta bebas residu kimia. Disebut ayam probio karena ayam ini dipelihara secara sehat, bebas antibiotik, dan bahan kimia, sehingga memiliki nilai protein ynag lebih tinggi.

Sebaliknya, ayam diberi asupan probiotik (bakteri baik) dan jamu-jamuan supaya sehat. Kebanyakan peternak menggunakan antibiotik dengan maksud supaya ayam bebas dari penyakit, padahal antibiotic juga membunuh mikroba baik. Si ayam pronio ini tidak hanya diberi asupan probiotik, tapi juga air mineral dan yogurt, serta pemeliharaan kandang agar tetap bersih. Untuk memelihara agar kandang tetap bersih, tidak diperlukan disinfektan karena dengan formulasi pakan yang diberikannya ini, kandang ayam tidak berbau menyengat seperti peternakan broiler pada umumnya.

Dengan perlakuan yang ekstra, memang ada peningkatan ongkos produksi sebesar 15%-20%. Namun, peternakan akan tetap mendapatkan margin yang optimal karena efisiensi pakan, tingkat kematian ayam hanya 1% dari biasanya 5%-6%, serta bebas dari dampak lingkungan yang disebabkan kotoran ternak. Keuntungan peternak akan optimal dengan waktu 8-12 periode pemeliharaan.

Hal yang ditekankan dalam peternakan ayam probio ini adalah formulasi pakan yang diberikan, modifikasi perkandangan, dan kualitas bibit ayam. Alhasil, ayam probio diklaim lebih berkualitas dibandingkan dengan ayam broiler yang dibudidayakan saat ini.

Berdasarkan hasil penelitian balai Besar Industri Argo, kualitas ayam probio ini hanya mengandung 64,5% kadar air, padahal ayam lain berkisar 68%-74%. Apalagi untuk kadar protein, ayam probio mencapai 19%, sedang ayam lain hanya 17%-18%. Lebih lagi, kadar lemak ayam probio yang rendah hanya 9,15%, padahal ayam hasil ternak lain mencapai 25%. (Yan Suhendar)

 

Sumber: AGRINA Tabloid, 30 September 2009

 

 

Telah ditulis ulang oleh:

Nama  : CANDY GLORIA

NPM    : 21210516

Kelas   : 1 EB 07

Daging Impor Asal Brasil

Posted On December 15, 2010

Filed under tulisan

Comments Dropped leave a response

DAGING IMPOR

Akan Masuknya 1000 ton Daging Sapi Brasil

 

Sesuai dengan keputusan menteri Pertanian No. 3026/2009 tentang Persetujuan Pemasukan Daging Tanpa Tulang dari Brasil ke dalam wilayah Negara Kesatuan republic Indonesia (NKRI) resmi dikeluarkan apada 11 Agustus 2009. Di dalamnya dicantumkan 5 unit usaha/rumah potong hewan (RPH) di Brasil yang mendapat persetujuan untuk mengekspor daging sapi ke Indonesia.

Menurut Turni Rusli Syamsuri, Direktur Kesmavet, Ditjen Peternakan, merinci kelima untui usaha tersebut adalah Maraba di negara bagian Para Norzalandia di negara bagian Goias, Campo Grande di negara bagian Mata Grosso de Sul, Andradina di negara bagian Sao Paulo dan Vilbrena di negara bagian Rondonia. Melalui lima pintu inilah importir daging dari Brasil memasukkan prosuk ke Indonesia.

1000 ton

Berdasarkan informasi yang didapatkan oleh Agrina, memang sudah ada pelaku usaha local yang mengajukan diri untuk mengimpor daging sapi dari Brasil. Di Indonesia, perusahaan afilasi dari gabungan koperasi terbesar mengajukan impor sebanyak 1000 ton daging. Jumlah ii sesuai dengan yang direkomendasikan oleh dinas terkait di Pemda DKI Jakarta untuk memenuhi kebutuhan daging di hari raya Idul Firti 2009

Turni mengakui, memang ada permintaan tersebut, tapi belum ada surat izin yang dikeluarkan. Sementara itu, Thomas Sembiring, Ketua Umum Asosiasi Importir Daging Indonesia (Aspidi) prihatin atas keluarnya Kepmentan yang tidak pernah disosialisasikan kepada para pemangku kepentingan.

Thomas menambahkan, daging sapi Brasil dikatakan 1/3 lebih murah dibandingkan dengan Australia dan Selandia Baru adalah kebohongan publik. Selain itu, ia juga menambahkan bahwa RPH di Brasil sudah mendapatkan persetujuan dari Majelis Ulama Inonesia (MUI) menyangkut kehalalan dan juga dari Tim Analisis Risiko Independen (TARI) tidak pernah terungkap di publik. Menurut Thomas, keluarnya Kepmentan ini hanya akan menghambat swasembada daging yang dicanangkan 2014. Padahal sebelum ada Kepmentan tersebut, Program swasembada daging didukung dengan ditandatanganinya Permenkeu 131/PMK 05/2005 tentang program Kredit Usaha Pembibitan Sapi (KUPS) untuk pengadaan 1 juta ekor bibit sapi.

Bantahan Turni mengungkapkan bahwa dengan adanya daging import Brasil ini akan menstabilkan harga daging dalam negeri dan tidak menghambat swasembada daging 2014. Oleh karena itu, dengan terbukanya pintu impor, harga jual daging ekpor-impor dapat ditekan sehingga dapat lebih terjangkau bagi konsumen. (Yan Suhendar)

 

Sumber: AGRINA Tabloid, 30 September 2009

 

 

Telah ditulis ulang oleh:

Nama  : CANDY GLORIA

NPM    : 21210516

Kelas   : 1 EB 07

Buah Sebagai Ikon

Posted On December 15, 2010

Filed under tulisan

Comments Dropped leave a response

BUAH

Jambu Biji, Ikon Kota Depok

 

Setelah mendeklarasikan belimbing dewa sebagai ikon, kini jambu biji merah focus dikembangakan. Puluhan kelompok petani yang aktif mengusahakan buah bernama latin Psidium guajava ini memberi perhatian pada perkembangan agribisnis. Produk segar jambu biji merah juga sering terkena fluktuasi harga pasar yang dikarenakan harga jatuh saat musim penghujan. Namun, pada saat musim kemarau, harganya cukup bagus. Pada kelas harga tinggi, rentangnya berkisar dari Rp 5000 (kelas A) dan Rp 1500 (kelas C) per kilogram di tingkat eceran. Tapi sebaloiknya, saat harga anjlok, kisaran hanya Rp 3000 – Rp 900 per kilogram. Oleh karena itu, untuk menyiasati harga, dibuatlah produk olahan baru, berupa jus dan dodol jambu biji.

 

 

 

Nilai tambah

Semua berawal dari program primatani yang diikuti oleh Gapoktan pada 2007. Tidak hanya info tentang cara berkebun, tetapi para petani juga mendapat bimbingan untuk membuat produk olahan. Inovasi dibutuhkan karena petani kota tidak memiliki lahan yang cukup luas.

Jus dan dodol jambu biji dipilih karena dari segi bisnis cukup menjanjikan. Produk olahan ini tidak hanya bermanfaat saat harga jambu segar jatuh, tapi juga bermanfaat untuk menambah penghasilan sampingan saat harga tinggi.

Mayoritas buah yang digunakan untuk produk olahan adalah dari kelas C. Walau harganya murah, tapi tidak berarti tak layak untuk dikonsumsi. Sainin Ali juga menambahkan bahwa dodol jambu biji akan menjadi ikon ke-2 kota Depok.

Amelia Rahmat, Ketua Kelompok Tani Wanita Patih Jaya yang menjalankan pembuatan dodol mengatakan, harga 1 pak dodol isi 12 bungkus Rp 5000. Dari satu kilogram buah jambu dapat dihasilkan 5 pak dodol. Jadi, daripada jambu kelas rendah hanya laku Rp 1000per kilogram, lebih baik dibuat dodol.

 

Pengolahan sederhana

Menurut Amelia, bahan tambahan dalam pembuatan dodol ini adalah ketan putih, gula pasir, mentega, bubuk vaneli, masing-masing sebanyak 30 gram, 60 gram, 25 gram, dan 1 kilogram jambu biji. Prosesnya terbilang sangat sederhana. Hanya dengan merebus daging buah jambu yang sudah bersih selama 5 menit. Kemudian dihancurkan dengan cara diblender. Selanjutnya adonan jambu tersebut digodok dalam kuali dengan tambahan bahan lain selama 7 jam.

Alhasil, rasa dodolnya legit dan tidak terlalu manis. Aroma jambu biji sangat menonjol dan terksturnya agak kasar menjadi ciri khas. Lokasi pembuatan dodol jambu ini dekat dengan masjid Kubah Mas sehingga diharapakan dapat menjadi oleh-oleh pengunjung. (Slamet Riyanto)

 

Sumber: AGRINA Tabloid, 30 September 2009

 

 

Telah ditulis ulang oleh:

Nama  : CANDY GLORIA

NPM    : 21210516

Kelas   : 1 EB 07

Harga Baja Domestik

Posted On December 15, 2010

Filed under tulisan

Comments Dropped leave a response

Kenaikan Harga Baja Domestik

Prediksi  Kenaikan Maret-Juni 2010

 

Harga baja domestik dalam beberapa bulan, mulai dari Maret-Juni 2010 ini diperkirakan akan melonjak naik. Lonjakan kenaikan ini terjadi karena lonjakan harga bahan baku di pasar internasional. Dapat dipastikan kenaikan harga baja ini akan mempengaruhi industri yang berbasis baja, seperti produk otomotif, elektronika, dan properti.

 

Dimulai dari 09 Maret 2010 lalu, transaksi perdagangan sengaja dihentikan oleh PT Krakatau Steel karena hendak mencermati perkembangan pasar harga untuk periode Maret-juni 2010, jelas Direktur Pemasaran PT Krakatau Steel, Irvan K Hakim.

Irvan mengungkapkan prakiraan harga baja, seperti baja canai panas (hot rolled coil /HRC) dapat mencapai 750-900 dollas AS per ton. Namun, prakiraan harga tersebut masih merupakan harga di atas kapal (FOB), yang belum dikalkulasikan dengan ongkos angkut dan biaya pendistribusian.

Menurut Irvan, faktor pemicu terjadinya lonjakan harga baja ini adalah meningkatnya pesanan di Cina setelah libur hari raya Tahun Baru Imlek. Demikian juga dengan produksi baja di luar Cina yang relatif rendah akibat krisis. Tak hanya itu, kenaikan harga minyak mentah di pasar dunia yang mencapai 82 dollar AS per barrel juga menjadi faktor pemicu.

Sedangkan dari sisi bahan baku, kenaikan harga juga tidak dapat terelakkan. Harga biji besi (iron ore) diperkirakan naik 70-80% di tahun 2010. Begitu juga dengan harga bahan baku besi tua yang kian meningkat dari 300 dollar AS per ton menjadi 375 dollar AS per ton. Kenaikan ini cukup signifikan, mengingat kenaikan yang terjadi adalah 25%.

PT Krakatau Steel masih banyak mengimpor bahan baku berupa iron ore pellet (IOP) dari negara Cile, Bahrain, dan Brasil. PT Krakatau Steel membeli dengan harga bahan baku IOP sebesar 90-120 dollar AS per ton.

 

Harga ritel

KS juga memprediksi kenaikan harga baja domestik untuk produk HRC secara ritel yang mencapai Rp 7500,00 per kilogram pada Januari 2010 (termasuk pajak) mencapai Rp 8900,00 per kilogram. Kenaikan ini mencapai 18,6%.

Harga baja canai dingin (cold rolled coil/CRC) naik 23% dari Rp 8500,00 per kilogram menjadi Rp10400,00 per kilogram, sedangkan harga batang kawat (wire rod/WR) melonjak 26,4% dari Rp 7000,00 per kilogram menjadi Rp 8850,00 per kilogram. Harga seng juga mengalami kenaikan sebesar 9,6% dari Rp 31000,00 per lembar menjadi Rp 34000,00 per lembar.

Irvan, mengatakan KS akan konsentrasi sekitar bulan April-Mei karena pemerintah kembali menggiatkan produksi tabung gas berkapasitas 3 kilogram.

Division Head Marketing Planning & Customer Relation Division PT Toyota Astra Motor, Widyawati mengatakan, ”Bahan baku otomotif antara lain memang besi baja. Namun, kenaikan harga baja tersebut juga tidak lantas akan menaikan harga jual otomotif”.

Apalagi, mekanisme pembelian bahan baku telah diatur oleh Prinsipal Toyota di Jepang. Andai harga terpaksa dinaikan, kenaikan pun akan dilakukan secara bertahap, menurut widyawati.

Chief Executive Officer PT. Bakrieland Development, Tbk, Hiramsyah S Thaib mengatakan, kenaikan harga baja ini masih bersifat spekulatif. Jadi mukin harganya dapat turun lagi.

Menurut Hiramsyah, saat ini perekonomian dunia baru akan membaik, belum dipastikan akan terus baik. “Dunia menunjukkan tanda mulai pulih dari krisis, tapi pembangunan properti belum benar-benar pulih”, ujarnya.

Hiramsyah juga mengatakan bahwa dampak dari harga baja tidak akan terasa langsung bagi produk properti. “harus ditegaskan, di Indonesia ini harga properti terus merangkak naik. Dalam dua hingga enam bulan ke depan, tidak akan melejit karena memang tidak ada imbas dari harga bajanya”, kata Hiramsyah. (OSA/RYO)

 

 

Sumber: Kompas, 10 Maret 2010

 

Telah ditulis ulang oleh:

Nama  : CANDY GLORIA

NPM    : 21210516

Kelas   : 1 EB 07

 

 

SAWIT

Posted On December 15, 2010

Filed under tulisan

Comments Dropped leave a response

SAWIT

Harga TBS Belum Berpihak ke Petani

 

Hanya berharap harga jual ekspor minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) di tingkat dunia segera pulih, karena hal ini berpengaruh pada tingkat kesejahteraan petani, termasuk Subari (51) yang merupakan seorang petani kelapa sawit di desa Rasau, Kalbar.

Menurut Subari, untuk membei pupuk saja sudah sulit. Jatuhnya harga CPO di tingkat global membuat petani semakin terpuruk.

 

Hanya dihargai Rp 900 per kg

Gubernur Kalbar, per 31 Agustus 2009 telah menetapkan harga tandan uah segar (TBS) umur tanamam 3-4 tahun sebesar Rp 1200 per kg, sedangkan TBS umur tanamam 5 tahun sebesar Rp 1400 per kg di tingkat petani. Tapi berlawanan dengan fakta, hanya PTPN XIII yang mematuhi ketentuan dengan mebeli TBS dari tanaman berumur 3 tahun sebesar Rp 1200 per kg. Itu pun sebelum masuk ruang pabrik CPO, TBS disortir dulu tingkat kematangannya.

Jadi, minimal 25% dari TBS petani dibuang dengan alasan tingkat kemasakan di bawah standar. Berbeda dengan pembelian oleh PTPN XIII. TBS tidak pernah disortir sebelum msuk ke ruang pabrik CPO walaupun tingkat kemasakannya di bawah 75%.

Pabrik CPO milik swasta hanya membeli TBS petani Rp 900 per kg. Meski bedanya Rp 300 per kg dengan harga jual di pabrik CPO milik PTN XIII, tapi TBS petani tidak pernah disortir sebelum masuk ruang pabrik. Dengan harga jual Rp 900 per kg, petani dapat penghasilan kotor sebesar Rp 2.304 juta per ha. Asumsi per hektar ditanami 128 pohon dan tiap pohon menghasilkan 20 kg TBS.

Namun, untuk biaya operasional mulai dari pemupukan, perawatan, pemanenan, dan pengangkutan TBS saja sudah Rp 2 juta per ha per bulan. Jika dikalkulasi pendapatan bersihnya hanya Rp 600 ribu per ha. Harga TBS baru bisa dibilang memihak ke petani jika secara riil dibeli pabrikan minimal Rp 1500 per kg.

 

Hanya sawit

Program revitalisasi perkebunan tidak berjalan lancar di Kalbar karena kurangnya dukungan dari kepala pemerintahan otonom, sehingga masih ada tumpang tindih lahan dan perusahaan perkebunan skala besar tidak bersedia untuk menjadi avails petani.

Sebenarnya revitalisasi mencakup kelapa sawit, kakao, dan karet. Tetapi pihak bank hanya mau mengucurkan dana kredit untuk sawit. Hal ini dikarenakan kakao dan karet dinilai tidak memiliki prospek yang bagus.

Menurut Idwar HaXis, Kepala Dinas Perkebunan provinsi Kalbar, sebagian besqr pemerintah otonom di kalbar tidak mengerti program revitalisasi perkenunan. Sejauh ini hanya ada 5 perusahaan di Kalbar yang sudah ikut program revitalisasi. Kalbar mengalokasikan lahan seluas 1,5 juta ha untuk perkebunan. Sementara ini luas kebun sawit sudah mencapai 800 ribu ha, yang 250 ribu ha adalah milik petani. Tiga bulan terakhir ini muncul antusias dari bupati setelah berkali-kali masyarakat mendesak fasilitas untuk memperoleh kredit revitalisasi perkebunan. (Aju, Kontributor Pontianak).

 

Sumber: AGRINA Tabloid, 30 September 2009

 

 

Telah ditulis ulang oleh:

Nama  : CANDY GLORIA

NPM    : 21210516

Kelas   : 1 EB 07

BBM

Posted On December 15, 2010

Filed under tulisan

Comments Dropped leave a response

BAHAN BAKAR MINYAK

FAO : Energi Dunia Sebaiknya Berganti ke Alternatif

 

Organisasi pangan dan pertanian PBB (FAO) menghimbau agar kalangan internasional sebaiknya cepat berganti dari energi fosil ke energi alternatif/ bioenergi. Himbauan ini dikeluarkan menyusul kenaikan harga minyak dunia dan juga tujuan dari perbaikan lingkungan.

Dalam 15-20 tahun ke depan, pengunaan bioenergi harus mencapai 25% dari seluruh penggunaan energi dunia. Menanggapi peringatan FAO itu, Presiden Komisaris PT Molindo Raya Industrial – produsen – etanol – Indra Winarno mengatakan, penggunaan bioenergi sebaiknya dipercepat, karena harga minyak sudah mahal. “Namun, untuk gasohol adalah jumlah ketersediaan bahan baku seperti tetes dan singkong, karena dibutuhkan bahan baku yang relative banyak. Oleh karena itu, sektor pertanian harus mendukung. Petani singkong dan tebu diperlukan. Investor baru sebaiknya mencari lahan utnuk memasok bahan baku”, kata Indra.

Berdasarkan pada perkiraannya, Gasoho E10 (campuran dari etanol sebanyak 10%) sudah mampu bersaing di pasar. Namun, pemerintah juga perlu menindaklanjuti dengan pembebasan cukai alkohol yang digunakan untuk gasohol. Selama ini cukai alkohol sebesar Rp 2500 per liter.

 

Menghindari perebutan

Menurut Guru Besar Fakultas Pertanian Universitas Lampung Prof. Bustanul Arifin, peringatan FAO tersebut sering dilakukan. Ia juga mengakui bahwa peringatan tersebut perlu dilakukan agar dunia bersiap sehngga tidak ada kompetisi penggunaan bahan baku untuk keperluan industri makanan dan produksi energi.

Saat ini Indonesia masih berada dalam tahap eksplorasi atau belum sampai pada skala komersial. Yang paling ideal di Indonesia adalah pohon jarak, menurut Bustanul. Namun, bermasalah pada skala usahanya yang kecil dan tidak efisien. “Jika ingin masal harus ada investasi besar, namun berpotensi pada konflik lahan”, katanya.

Mencermati penggunaan CPO untuk biodiesel, Bustanul mengungkapkan, penggunaan CPO untuk industri makanan dan produksi energi akan menimbulkan masalah. “Harus dipikirkan lembaga perantara (distributor) yang solid untuk memastikan pasokan CPO untuk kebutuhan biodiesel. Selama ini perusahaan yang sudah mapan, dapatkah perusahaan-perusahaan ini dengan mudah mengalokasikan CPO untuk diesel”, ujarnya. (MAR).

 

 

Sumber: Kompas, 27 Maret 2006

 

 

Telah ditulis ulang oleh:

Nama  : CANDY GLORIA

NPM    : 21210516

Kelas   : 1 EB 07

Kayu Alam, Perlu Dibatasi?

Posted On December 15, 2010

Filed under tulisan

Comments Dropped leave a response

KAYU ALAM

Pembatasan Kayu Alam, Tidak Perlu

 

Pemerintah akan memberikan insentif. Kebijakan pemerintah yang membatasi kayu alam dianggap kurang tepat. Seharusnya pemerintah mengawasi dan mengontrol konversi lahan.

Pembatasan kayu alam sampai tahun 2009 bagi industri kertas jelas merugikan. Apalagi kalau kayu itu berasal dari konversi lahan yang legal. Di sisi lain, penanaman hutan tanaman industri pun tidak bisa berjalan tanpa konversi hutan lahan, menurut Nana Suparna, Ketua II Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia (APHI), Jumat (21/4) di Jakarta.

Menurut Nana, kebijakan untuk mengurangi dan membatasi kayu alam tidak efektif karena kawasan hutan secara alamiah akan terus berkurang bersamaan dengan meningkatnya pertumbuhan penduduk, ekonomi, industri, dan perubahan tata ruang. Konversi lahan bukanlah suatu hal yang negatif selama dilaksanakan dengan benar. Lingkungan juga tidak akan rusak bila lahan yang dikonversi juga segera ditanami kembali.

Sebenarnya pemerintah tak perlu membatasi penggunaan kayu dari hutan alam, tapi memang sangat dibutuhkan pengawasan ketat dan sanksi tegas bagi pihak/ oknum pelanggar proses konversi lahan.

Masalah pencurian kayu di Hutan Tanaman Industri (HTI) juga sering terjadi walaupun skalanya tidak besar. Misalnya satu pabrik pulp dan kertas dengan kapasitas setengah juta ton memerlukan investasi senilai 1 miliar dollar AS. Jika konsumsi kertas terus meningkat, maka pelaku industri kertas dan pulp akan mengurangi ekspor untuk memenuhi pasar dalam negeri. “Jika ekspor terus berkurang dan tidak ada investasi baru mungkin kita akan mengimpor kertas”, ujar Nana.

 

 

 

Penyelundupan kayu

Ketua  Asosiasi Industri Permeubelan dan Kerajinan Indonesai (Asmindo) Ambar Tjahyono mengatakan, “Pembatasan penggunaan kayu dari hutan alam tidak efektif jika penyelundupan liar masih berlangsung”. Ribuan meter kubik kayu asal Indonesia sampai pada saat ini masih lolos ke Malaysia, Vietnam, dan Cina. Di satu sisi, industri nasional terus ditekan, sementara industri  negara lain tetap berkembang karena kebutuhan bahan baku mereka tetap terpenuhi melalui penyelundupan”, kata Ambar.

Sebenarnya, HTI sudah dimiliki oleh beberapa industri soal sumber bahan baku. Namun, karena implementasi aturan tidak jelas, industri menjadi ragu untuk meningkatkan produksinya. Contohnya adalah pohon mangga, kayu munggur, dan kayu pohon karet yang tidak diatur dalam peraturan kehutanan diwajibkan memakai Surat Keterangan Sahnya Hasil Hutan.

Menteri Kehutanan MS Kaban mengakui bahwa masih terdapat banyak peraturan yang masih harus direvisi. Saat pembatasan kayu hutan alam kepada industri kertas seharusnya menjadi motivator industri untuk menanam di HTI. Kaban mengungkapkan bahwa pemerintah akan memberikan berbagai insentif agar industri lebih terdorong menanam di HTI. Lahan-lahan juga sudah dipetakan oleh Departmen Kehutanan untuk dilelang dan dijadikan kawasan HTI yang tersebar di wilayah Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi. (OTW)

 

Sumber: Kompas, 22 April 2006

 

 

Telah ditulis ulang oleh:

Nama  : CANDY GLORIA

NPM    : 21210516

Kelas   : 1 EB 07

Maraknya Industri, Pertumbuhan tinggi

Posted On December 15, 2010

Filed under tulisan

Comments Dropped leave a response

ASURANSI Maraknya Industri, Target Pertumbuhan Tinggi

Bersamaan dengan memulihnya perekonomian dan daya beli mayarakat, perusahaan-perusahaan asuransi papan atas menargetkan pertumbuhan premi yang tinggi tahun ini. Diperkirakan pada tahun 2010 industri asuransi menjadi sangat marak. Presiden Direktur Allianz Life Indonesia, Jens Reisch pada saat paparan kinerja persero 2009, Selasa (9/3) di Jakarta menyatakan bahwa optimistis dengan prospek asuransi 2010. Sehingga Allianz Life menargetkan perolehan premi gabungan Rp 5 triliun pada 2010 atau tumbuh 16% dibandingkan dengan tahun 2009 sebesar Rp 4,3 triliun. PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia bahkan menargetkan pertumbuhan premi sebesar 30% pada 2010, sehingga pendapatan premi pada 2010 diharapkan mencapai Rp 4 triliun. Pada tahun 2009 pendapatan premi manulife sebesar Rp 3 triliun. Ketua Umum Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia, Evelina F Pietruschka saat memaparkan kinerja asuransi nasional 2009 mengatakan, “Meredanya krisis keuangan dan banyaknya bencana alam yang terjadi belakangan telah memacu kesadaran masyarakat akan pentingnya investasi dan membeli produk asuransi. Ini berarti produk asuransi semakin diminati oleh masyarakat”, kata Evelina. Allianz Life Indonesia mencatat laba sebelum pajak sebesar Rp 204 miliar, meningkat dibanding tahun lalu yang hanya Rp 129 miliar. Rasio solvabilitas mencapai 428% jauh di atas ketentuan minimum pemerintah yaitu 120%. Sedangkan sepanjang tahun 2009, Manulife tercatat pendapatan premi Rp 3 triliun yang naik 7% dibanding dengan tahun 2008 yang senilai Rp 2,8 triliun. Dari kalkulasi tersebut total premi bisnis bisa naik 60% dari Rp 318,7 miliar pada 2008 menjadi Rp 508,6 miliar pada 2009. “Saat krisis, penjualan unit link sempat menurun. Pada pertengahan 2009 penjualannya baru naik kembali”, kata David Beynon. Total pendapatan premi Prudential tahun 2009 mencapai Rp 7,5 triliun dengan kenaikan 6,56% dibandingkan tahun 2008. Dari jumlah ini, pendapatan premi syariah naik 8,56% dari Rp 916 miliar dibandingkan tahun sebelumnya. Total bisnis baru sebesar Rp 3,3 triliun dan Rp 485 miliar di antaranya berasal dari cabang syariah. (FAJ)

Sumber: Kompas, 10 Maret 2010

Telah ditulis ulang oleh:

Nama : CANDY GLORIA

NPM : 21210516

Kelas : 1 EB 07