ASURANSI dengan EFISIENSI LEMABAGA KEUANGAN (BANK)

Posted On June 20, 2012

Filed under Uncategorized

Comments Dropped leave a response

MAKALAH

Bank dan Lembaga Keuangan II

Hubungan Asuransi Kesehatan

dengan Efisiensi Lembaga Keuangan (Bank)”

Image

Disusun oleh :

Candy Gloria (2121 0516)

Febriana Puspita Sari (2221 0688)

Muthiya Gabriela Malawat (2421 0878)

 

 

Kelas:

SMAK 04-05

 

 

Jurusan Akuntansi

Fakultas Ekonomi

Universitas Gunadarma

 

2012

 

 

BAB I

PENDAHULUAN

 

 

1.1  Latar Belakang

                  Pengertian efisiensi dapat dilihat dari berbagai sudut pandang yang berbeda. Efisiensi dapat didefinisikan sebagai rasio antara output dengan input (Kost dan Rosenwig, 1979:41). Kualitas kinerja yang baik merupakan ukuran dari tingkat efisiensi yang telah dicapai. Pada dasarnya pengukuran kinerja sebuah lembaga keuangan hampir sama. Penilaian tingkat kesehatan dan produktivitas sebuah bank dan asuransi dilakukan berdasarkan pada ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Evaluasi tingkat kesehatan pada sektor perbankan diukur menurut ketentuan yang ditetapkan oleh Bank Indonesia yang mengacu pada unsur-unsur modal (capital), kualitas asset (assets quality), manajemen (management), earning dan likuiditas (liquidity) atau CAMEL. Sedangkan evaluasi pengukuran tingkat kesehatan asuransi diukur menurut rasio kecukupan tingkat solvabilitas (solvency margin) terhadap tingkat solvabilitas minimum (minimum solvency) atau disebut juga rasio Pencapaian Batas Tingkat Solvabilitas Minimum (BTSM).Hal ini dapat diartikan sebagai suatu ketentuan modal minimum yang dipersyaratkan (minimum capital requirements), atau dalam perbankan sering disebut Capital Adequacy Ratio (CAR). Dengan ketentuan tersebut regulator dapat mengawasi sejauh mana keamanan dan kestabilan perusahaan asuransi dalam memenuhi kewajibannya kepada para pemegang polis atau shake holder lainnya. Dilihat dari peranannya, asuransi  sebagai lembaga yang memberikan perlindungan dengan imbalan dari sejumlah premi yang telah dibayarkan oleh tertanggung tentu saja memiliki hubungan dengan efisiensi lembaga keuangan, begitupun sebaliknya karena pada dasarnya asuransi membutuhkan lembaga keuangan bank untuk menyimpan dananya dan lembaga keuangan bank membutuhkan asuransi untuk penjamin atas resiko-resiko yang akan terjadi di bank .

 

1.2        Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang yang telah dikemukakan di atas maka dapat dirumuskan  masalah-masalah sebagai berikut:

  1. Apa hubungan asuransi kesehatan dengan efisiensi lembaga keuangan?
  2. Bagaimana efisiensi dari asuransi dan lembaga keuangan dapat terjadi?
  3. Apa yang menyebabkan munculnya inefesiensi?

 

1.3        Tujuan

Berdasarkan perumusan masalah yang dikemukakan di atas, maka tujuan penulisan ini adalah menganalisis hubungan asuransi kesehatan dengan efisiensi lembaga keuangan bank dan mengupas faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya efisiensi serta inefisiensi yang dapat menurunkan kinerja lembaga keuangan bank.

 

1.4        Manfaat

Berdasarkan tujuan makalah yang dikemukakan di atas, maka manfaat penulisan ini adalah mengetahui keterkaitan antara asuransi kesehatan dengan efisiensi lembaga keuangan yang merupakan lembaga kepercayaan masyarakat.

 

 

1.5        Metode

 

            Dalam proses pembuatan penulisan ini kami menggunakan metode pencarian informasi dan referensi melalui jurnal dan melakukan pencarian melalui internet.

 

BAB II

ISI

 

A. Asuransi Kesehatan

 

2.1.1        Pengertian Asuransi Kesehatan

Image

Seperti yang kita ketahui bahwa harga sebuah kesehatan itu mahal dan setiap orang memiliki resiko terserang penyakit tanpa tahu kapan penyakit itu menyerang kita. Jika sudah terserang apalagi harus dirawat, biaya yang besar pun akan menjadi sebuah beban bagi masyarakat yang memiliki penghasilan pas-pasan. Oleh karena itu, resiko sakit dapat diasuransikan, maksudnya seluruh biaya pengobatan dan perawatan nantinya akan ditanggung oleh penanggung, yaitu asuransi. Konsep pengasuransian kesehatan ini dikenal sebagai pelimpahan resiko. Hal yang dilimpahkan ini bukan hilangnya kemampuan karena sakit atau meninggalnya penderita, tetapi kerugian finansial akibat dari menderita penyakit.Jadi dapat dikatakan asuransi kesehatan ialah asuransi yang memberikan perlindungan dari sakit, kecelakaan, dan resiko kesehatan lainnya.

 

2.1.1        Jenis Benefit Asuransi Kesehatan

  1. Rawat Jalan (Outpatient),
  2. Rawat Inap (Inpatient),
  3. Melahirkan (Maternity),
  4. d.    Gigi (Dental), dan
  5. Kacamata (Optical)

 

2.1.2        Jenis Benefit Tunjangan Kesehatan (Regulasi)

Berdasarkan ketentuan UU No. 3 tahun 1992 Pasal 16 ayat 2 dinyatakan bahwa jaminan pemeliharaan kesehatan adalah sebagai berikut:

◦      Rawat jalan tingkat pertama,

◦      Rawat jalan tingkat lanjutan,

◦      Rawat inap,

◦      Pemeriksaan kehamilan dan pertolongan persalinan,

◦      Penunjang diagnostik,

◦      Pelayanan khusus, dan

◦      Pelayanan gawat darurat.

 

2.1.3        Mekanisme Pelayanan Asuransi Kesehatan

 Pelayanan dalam asuransi kesehatan memiliki dua mekanisme, yaitu mekanisme reimbursement dan mekanisme provider.

 

2.1.3.1   Mekanisme reimbursement

                        Dalam mekanisme ini saat tertanggung berobat ke dokter, klinik atau rumah sakit tertentu harus mengeluarkan biaya lebih dahulu. Tertanggung bebas memilih rumah sakit yang mana saja, namun tentunya maksimal penggantian telah ditentukan dimuka. Yang perlu menjadi perhatian utama kita dalam melakukan klaim adalah kelengkapan surat-surat administrasi yang menjadi syarat utama agar proses penggantian biaya yang kita keluarkan dapat dibayar oleh perusahaan asuransi. Cepat lambatnya pencairan dana klaim tergantung kepada pelayanan yang diberikan oleh perusahaan asuransi, namun secara umum berkisar 7 hari kerja.

 

2.1.3.2   Mekanisme provider

Dalam mekanisme ini tertanggung tidak perlu mengeluarkan biaya terlebih dahulu saat berobat ke dokter, klinik atau rumah sakit karena tertanggung hanya akan mengeluarkan biaya apabila ada kelebihan biaya dari batas yang telah ditentukan. Dalam hal ini, tertanggung hanya dibekali dengan kartu keanggotaan asuransi kesehatan guna mendapatkan pelayanan kesehatan yang dibutuhkan di rumah sakit atau klinik kesehatan yang telah kita pilih sebelumnya berdasarkan daftar rumah sakit yang bekerja sama dengan perusahaan asuransi tersebut.

 

2.1.4        Skema Manfaat Asuransi Kesehatan

2.1.4.1             Schedule (Inner Limit) dengan Limit Tahunan

Skema ini menerapkan batasan santunan per kasus atau kejadian dan batasan santunan per periode pertanggungan, biasanya batasan per tahun.

2.1.5.2      Schedule (Inner Limit) tanpa Limit Tahunan

Skema ini menerapkan batasan santunan per kasus atau kejadian, namun tidak menerapkan batasan santunan per periode pertanggungan.

2.1.5.3            Agregate (Lump Sum) dengan Limit Tahunan

Skema ini tidak menerapkan batasan santunan per kasus atau kejadian namun menerapkan batasan santunan per periode pertanggungan, biasanya batasan per tahun.

2.1.5.4            Agregate (Lump Sum) tanpa Limit Tahunan

Skema ini tidak menerapkan batasan santunan per kasus atau kejadian dan juga tidak menerapkan batasan santunan per periode pertanggungan.

 

2.1.6        Skema Lain Asuransi Kesehatan

2.1.6.1   Metoda Sejumlah Uang

Penanggung menyediakan sejumlah uang kepada pihak tertanggung untuk setiap kali pihak tertanggung diserang penyakit.Penyediaan sejumlah uang untuk setiap kali pihak tertanggung diserang penyakit dimana jumlah total yang boleh digunakan maksimal sebesar dana yang tersedia.

2.1.6.2   Metoda Dana Sakit

Santunan diberikan kepada pihak tertanggung, dimana besarnya jumlah yang diberikan disesuaikan dengan besar kecilnya biaya pengobatan.

 

2.1.7         Resiko yang Diasuransikan

Tidak semua risiko dapat diasuransikan, ada persyaratan risiko untuk dapat diasuransikan (insurable risks). Beberapa syarat risiko untuk dapat diasuransikan adalah sebagai berikut:

  1. 1.      Risiko tersebut haruslah bersifat murni (pure)

                        Risiko murni adalah kejadian yang spontan tanpa dibuat-buat, tanpa disengaja, bahkan tidak dapat dihindari dalam waktu singkat. Orang yang dengan sengaja mencoba bunuh diri dengan meminum racun serangga dan dirawat di rumah sakit tidak berhak atas jaminan perawatan, karena tidak termasuk dalam risiko murni. Contoh yang dianggap sebagai risiko murni adalah penyakit kanker yang membutuhkan perawatan jangka panjang, lama, mahal, dan tentu saja tidak pernah diharapkan oleh si penderita.

  1. 2.      Risiko bersifat definitif

                        Sifat definitif artinya risiko dapat ditentukan kejadiannya secara pasti dan jelas serta dipahami berdasarkan bukti kejadiannya. Risiko sakit dan kematian dibuktikan dengan surat keterangan dokter, kecelakaan lalu lintas dengan surat keterangan polisi, dan kebakaran dibuktikan dengan berita acara dan bukti kejadian.

  1. Risiko bersifat statis

                        Sifat statis artinya probabilitas kejadian relatif statis atau konstan tanpa dipengaruhi perubahan politik dan ekonomi suatu negara. Berbeda dengan risiko bisnis yang bersifat dinamis karena sangat dipengaruhi stabilitas politik dan ekonomi.

  1. 4.      Risiko berdampak finansial

                        Risiko yang dapat diasuransikan adalah risiko yang mempunyai dampak finansial karena dapat diperhitungkan. Transfer risiko dilakukan dengan cara membayar premi atau kontribusi kepada perusahaan asuransi, yang akan memberikan penggantian bila terjadi dampak finansial suatu risiko yang telah terjadi. Kita ambil sebuah contoh tentang kecelakaan yang dialami, hanya risiko finansial berupa biaya perawatan dan kehilangan penghasilan akibat kehilangan jiwa atau kecacatan. Sedangkan rasa nyeri dan perasaan kehilangan tidak dapat diasuransikan karena ukurannya sangat subyektif. Manfaat yang dapat ditawarkan asuransi untuk mengganti dampak finansial tersebut adalah penggantian biaya pengobatan dan perawatan atau uang tunai untuk pengganti kehilangan penghasilan akibat kematian atau kecacatan.

  1. 5.      Risiko measurable atau quantifiable

                        Risiko tersebut dapat diperhitungkan secara akurat. Oleh karena itu, dibutuhkan keterangan seputar lokasi terjadinya penyakit, waktu kejadian, jenis penyakit, tempat perawatan, dan biaya yang dibutuhkan untuk perawatan yang dijalani. Besar penggantian biaya perawatan harus disepakati oleh pemegang polis dan asuradur yang dituangkan dalamkontrak pertanggungan/jaminan/polis.

  1. 6.      Ukuran risiko harus besar (large)

                        Risiko yang dapat ditanggung oleh perusahaan asuransi hendaknya memenuhisyarat ukurannya. Sistem asuransi harus secara cermat menilai kelompok risiko yang akan diasuransikan. Asuransi kesehatan di dunia akan cenderung menjamin pelayanan kesehatan secara komprehensif karena antara risiko dengan biaya dan pelayanan butuh biaya mahal.

 

          Untuk lebih jelasnya mengenai resiko, berikut ini kami sajikan menggenai gambaran dari resiko itu sendiri.

 Image

Pada kedua gambar tersebut terlihat perbedaan jenis resiko yang akan dibayarkan oleh asuransi dengan upah pertanggungan. Gambar 1.1 terlihat bahwa semakin pendek waktu resiko yang akan terjadi maka resiko dari upah pertanggungan yang akan dikeluarkan oleh asuransi akan semakin besar. Tetapi sebaliknya pada gambar 1.2 yaitu semakin panjang waktu resiko maka resiko dari upah pertanggungan yang akan dikelurkan oleh asuransi semakin berkurang.

 

 

 

 

 

2.1.6              Resiko yang Dikecualikan

 

Dalam mekanisme asuransi terdapat beberapa kriteria resiko yang tidak termasuk dalam tanggungan pihak lembaga asuransi, seperti:

 

◦      Resiko akibat kecelakaan,

 

◦      Resiko bermaksud bunuh diri,

 

◦      Resiko karena penyalahgunaan obat-obatan terlarang,

 

◦      Immunisasi Massal,

 

◦      Obat yang tidak ada kaitannya dengan penyakit yang dideritanya,

 

◦      Resiko yang diakibatkan peperangan,

 

◦      Resiko yang diakibatkan nuklir atau zat radioaktif,

 

◦      Resiko akiibat dari gas beracun yang berasal dari dalam bumi,

 

◦      Resiko yang diakibatkan gempa bumi, banjir, tanah longsor dan lain sebagainya.

 

 

 

 

 

B. Efisiensi Lembaga Keuangan

 

 

2.2.1         Pengertian Efisiensi

 

 

                   Lembaga keuangan seperti Perbankan dituntut berperan penting untuk memiliki kinerja yang baik. Tolak ukur dari sebuah kinerja yang baik ialah adanya efisiensi yang dapat ditingkatkan melalui penurunan biaya (reducing cost) dalam proses produksi. Bank yang lebih efisien diharapkan akan mendapat keuntungan yang optimal, dana pinjaman yang lebih banyak, dan kualitas servis yang lebih baik pada nasabah.

 

                 Maka efisiensi merupakan suatu ukuran keberhasilan yang dinilai dari segi besarnya sumber atau biaya untuk mencapai hasil dari kegiatan yang dijalankan. Efisiensi didefinisikan sebagai perbandingan antara keluaran (output) dengan masukan (input), atau jumlah yang dihasilkan dari satu input yang dipergunakan. Suatu perusahaan dapat dikatakan efisiensi apabila mempergunakan jumlah unit yang lebih sedikit dibandingkan dengan jumlah unit input yang dipergunakan perusahaan lain untuk menghasilkan output yang sama, atau menggunakan unit input yang sama untuk menghasilkan jumlah output yang lebih besar. (Permono dan Darmawan, 2000; 2).

 

 

 

 

2.2.2      Landasan Teori Efisiensi Lembaga Keuangan

 

Berger, et al (1993) mengatakan jika terjadi perubahanan struktur keuangan yang cepat maka penting mengidentifikasikan efisiensi biaya dan pendapatan.Setelah Berger, et al ,kemudian muncul penelitian yang dilakukan oleh Rangan, et.al (1988) yang menyatakan bahwa ukuran bank berpengaruh positif terhadap efisiensi. Artinya semakin besar suatu bank, maka akan semakin efisien, karena bank dapat memaksimalkan skala dan skup ekonomisnya. Penelitian yang dilakukan oleh Rangan, et.al pun mendapat dukungan dari Grabowski, et.al (1994), Aly, et.al (1990), Bodie dan Merton (2000), Miller dan Noulas (1996) dengan hasil yang sama dari penelitiannya.Tetapi lain halnya dengan penelitian yang dilakukan oleh Ferrier dan Lovell (1990) yang menggunakan teknik programasi linier dan ekonometrika, mereka menyatakan sebaliknya yaitu bahwa bank yang kecil justru lebih efisien.

 

Hubungan antara ukuran bank dapat terlihat dapat tercermin pada kurva biaya rata-rata bank yang dihitung berdasarkan nilai assets dan liabilities dengan biaya produksi output per-unit (Rose,1999:106, Sounders, 1999:290). Kurva biaya rata-rata ini digambarkan berbentuk U-Shaped yang mendatar pada bagian tengahnya (Rose, 1999:106) yang mempunyai implikasi rentang bank yang menghasilkan efisiensi.Beberapa penelitian menyatakan bahwa bank kecil memberikan pelayanan yang berbeda dengan bank besar, namun bank besar mampu memberikan jasa yang lebih lengkap.Implikasinya perhitungan biaya rata-rata yang dikeluarkan bank kecil berbeda dengan bank besar.

 

 

 

2.2.3         Faktor-faktor Efisiensi

 

Dibawah ini terdapat beberapa faktor yang menyebabkan efisiensi diantaranya:

 

  1. Input yang sama akan menghasilkan output yang lebih besar,
  2. Input yang lebih kecil menghasilkan output yang sama,
  3. Input yang besar menghasilkan output yang lebih besar,
  4. Efisiensi karena abitrase ekonomi,
  5. Efisiensi karena ketepatan penilaian dasar aset-asetnya,
  6. Efisiensi karena lembaga keuangan bank mampu mengantisipasi resiko yang akan muncul, dan
  7. Efisiensi fungsional yang berkaitan dengan mekanisme pembayaran yang dilakukan oleh sebuah lembaga keuangan.

 

2.2.4         Faktor-faktor Inefisiensi

 

Menurut Giuffrida dan Gravelle (2001), ada tiga sumber inefisiensi biaya diantaranya:           

 

  1. Inefisiensi teknik (technical inefficiency) yaitu inefisiensi yang terjadi jika hanya  sedikit output yang dihasilkan dari sejumlah input tertentu. Tingkat output Unit Kegiatan Ekonomi (UKE) berada jauh di atas garis isokuan.
  2. Inefisiensi alokasi (allocative inefficiency) yaitu inefisiensi yang terjadi ketika input digunakan dalam proporsi yang salah, sehingga harga dan produktivitas berada pada satu garis batas. Unit Kegiatan Ekonomi tetap berada pada garis isokuan, tetapi pada titik yang salah.
  3. Inefisiensi skala (scale inefficiency) yaitu inefisiensi yang terjadi ketika biaya total dapat dikurangi dengan merubah jumlah Unit Kegiatan Ekonomi, dan Unit Kegiatan Ekonomi berada pada garis isokuan yang salah.

 

 

C. Hubungan Asuransi Kesehatan dengan Efisiensi Lembaga Keuangan (Bank)

Image

Pada awalnya hubungan yang terjalin antara asuransi dengan  lembaga keuangan bank berupa insurable interest yang merupakan salah satu dari lima prinsip utama asuransi. Insurable Interest adalah hak yang dimiliki oleh individu untuk mengasuransi jiwa atau harta benda yang timbul dari adanya kepentingan keuangan individu tersebut terhadap subyek yang diasuransikan yang mana kepentingan tersebut harus diakui oleh badan hukum.
Insurable interestyang dimiliki bank dapat dilihat dari kontrak, misalnya perjanjian kerjasama dengan bank yang menyebabkan bank memiliki insurable interest terhadap barang yang diagunkan dan insurable interest pada bank dapat dilihat dari hukum kebiasaan (common law), yaitu pemilik barang memiliki kepentingan keuangan atas keselamatan barang yang dimilikinya.

Singkatnya Insurable interest dapat menghubungkan asuransi dengan lembaga keuangan bank karena adanya keterkaitan, sesuatu yang dinilai, dan penggantian akan adanya kerugian.

            Asuransi kesehatan memiliki hubungan dengan efisiensi lembaga keuangan yaitu seperti mencegah resiko ketidaktertagihnya kredit yang dialami oleh bank akibat dari peminjam yang mengalami kecelakaan hingga mengalami kematian.Jadi dalam hal ini bank mengalihkan resiko kepada asuransi, dan asuransi bertugas mengcover kerugian materi yang dialami bank apabila terjadi kredit macet dan ketidaktertagihnya kredit. Tentu saja sebelum mengalihkan resiko kepada asuransi, bank membayar premi kepada asuransi sehingga ketika terjadinya ketidaktertagihnya kredit macet, asuransi akan memperhitungkan berapa besar uang pertanggungan yang akan diberikan kepada bank.Penghapusan kredit karena peminjam yang mengalami kecelakaan dan pada akhirnya meninggal,memberikan manfaat berupabantuan moral kepada penerima manfaat.Sementara keluarga yang ditinggalkan menghargai fakta bahwa mereka tidak perlu melunasi pinjaman dari peminjam yang telah meninggal dunia.Dalam hal ini asuransi berperan mengcover resiko yang bersifat definitif dan resiko berdampak finansial.

            Sekarang mari kita lihat hubungan asuransi kesehatan dengan efisiensi lembaga keuangan. Jika dilihat dari efisiensi lembaga keuangan yang dalam hal ini ialah bank, umumnya karyawan bank diberikan asuransi kesehatan oleh bank tempatnya bekerja dengan jumlah premi yang telah dihitung berdasarkan prosentase seberapa besar bank menanggung premi asuransi kesehatan karyawannya dan seberapa besar premi asuransi kesehatan itu ditangung oleh karyawan bank masing-masing. Premi asuransi kesehatan  yang ditanggung oleh karyawan dihitung dengan cara prosentase dari gaji mereka, yang pada akhirnya gaji karyawan bank akan menurun karena telah dipotong oleh premi asuransi kesehatan yang ditanggung oleh karyawan tersebut.

            Jika sebuah bank memberikan jaminan berupa pemberian asuransi kesehatan kepada semua karyawan bank tersebut, maka tentu saja jumlah biaya bank akan meningkat karena adanya premi yang harus dibayarkan oleh bank. Dalam hal ini bank perlu melakukan efisiensi dengan carayang pertama yaitu menaikan pendapatan bunga dari sisi loan diatas pendapatan bunga dari sisi deposits (i2 > i1) agar bank mendapatkan pendapatan untuk menutupi semua biaya bank yang ada.

ImageRumus LDR dibawah ini akan mencerminkan seberapa besar tingkat efisiensi suatu bank, yaitu loan harus lebih besar dari pada deposits dan capital.

Image

Karena hal itu, maka yang dilakukan bank ialah menjaring nasabah sebanyak mungkin, tidak hanya untuk menabung melainkan juga untuk melakukan transaksi kredit kepada bank.Hal tersebut dilakukan bank karena bank tidak dapat menaikan tingkat suku bunga pinjaman untuk lebih tinggi dari tabungan, karena keseluruhan tingkat suku bunga bank telah diatur oleh Bank Indonesia, baik itu suku bunga deposits dan loan.

            Cara kedua dari sisi bank untuk melakukan efisiensi ialah dengan mengurangi biaya yang dikeluarkan untuk pemberian hadiah kepada para nasabah yang memiliki tabungan diatas rata-rata nasabah lainnya. Biasanya pemberian hadiah kepada nasabah ini dilakukan dengan cara pengundian. Seperti yang kita ketahui bahwa begitu besar biaya yang dikeluarkan bank untuk memberikan hadiah kepada nasabah seperti membeli 100 sepeda motor, 10 mobil sedan, 5 rumah, dll. Memang pada dasarnya semua hadiah ini berasal dari bunga loan yang telah disalurkan oleh bank, tetapi alangkah lebih bijaksananya jika bank mengurangi biaya untuk pemberian hadiah tersebut sehingga sebagian dana yang tidak tersalurkan untuk membeli hadiah dapat digunakan untuk membayar premi asuransi kesehatan karyawan. Apalagi jika sebagian dana yang tidak tersalurkan untuk membeli hadiah tersebut dapat dialokasikan bank untuk mengurangi prosentasi premi asuransi kesehatan yang ditanggung oleh karyawan dari gajinya, tentu saja hal ini lebih menguntungkan bagi karyawan karena karyawan akan menerima gaji yang lebih besar sehingga pendapatan masyarakat dan kesehatan akan meningkat.

            Cara ketiga dari sisi bank untuk melakukan efisiensi ialah dengan mengurangi kesenjangan penghasilan yang diterima oleh karyawan pada bagian atas yakni manager beserta atasannya dengan karyawan pada bagian menengah hingga pada karyawan di bagian bawah. Jika kesenjangan penghasilan yang begitu tinggi ini dapat dikurangi, maka tentu saja bank melakukan sebuah efisiensi yang pada akhirnya dana tersebut dapat digunakan untuk membayar premi asuransi kasehatan para karyawannya walaupun pada dasarnya bank telah memiliki dana untuk membayar premi asuransi kesehatan.

            Cara keempat dari sisi bank yaitu dengan melakukan upaya perbaikan efisiensi yaitu dengan meningkatkan penggunaan input secara lebih efisien. Pendapatan non bunga misalnya, merupakan penerimaan paling potensial bagi bank yang dapat memberikan nilai tambah bagi peningkatan efisiensi lembaga keuangan, untuk itu bank perlu terus meningkatkan penerimaan pendapatan non bunga agar tercapai efisiensi yang maksimal. Upaya lain perlu dilakukan, antara lain dengan meningkatkan produk-produk pelayanan jasa bank, mengingat sektor perbankan rentan terhadap perubahan struktur ekonomi.

            Kemudian jika dilihat dari efisiensi asuransi kesehatan, tentu saja yang dapat dilakukan yaitu dengan meminimkan seberapa besar resiko-resiko kerugian yang akan terjadi. Karena asuransi hanya mengukur sebuah kerugian yang akan menjadi uang pertanggungandan bukan sebuah keuntungan atau premi yang diterima. Maka dari itu asuransi memiliki hubungan dengan efisiensi lembaga keuangan, karena asuransi membutuhkan bank untuk menyimpan premi asuransi yang telah diterima dari tertanggung demi keamanan, keuntungan, dan keefisienan. Kemanan tersebut didapat karena pihak asuransi tidak menyimpan dana premi di brankas miliknya melainkan dibrankas bank demi mengurangi resiko dari kehilangan dana tersebut. Keuntungan yang diterima asuransi dapat dilihat dari bunga yang akan asuransi peroleh dan hadiah dari premi yang telah asuransi simpan di bank. Dan keefisienan dapat dilihat dari card atau kartu rekening yang dimiliki asuransi atas premi yang telah disimpan di bank karena dalam hal ini asuransi juga merupakan nasabah bank.

 

 

BAB III

PENUTUP

 

3.1 Simpulan

Simpulan yang dapat diambil dari makalah seputar hubungan asuransi kesehatan dengan efisiensi lembaga keuangan adalah sebagai berikut:

  1. Asuransi merupakan lembaga yang memberikan perlindungan dengan imbalan dari sejumlah premi yang telah dibayarkan. Maka dari itu di dalam sistem perekonomian, asuransi membutuhkan lembaga keuangan begitupun sebaliknya.

Sistematika asuransi dan lembaga keuangan dalam menjalani roda perputaran ekonomi sangat sejalan, maka dari itu dapat dikatakan asuransi memiliki hubungan dengan efisiensi lembaga keuangan.

  1. Berdasarkan kinerja asuransi dan lembaga keuangan dapat terlihat sebuah efisiensi. Efisiensi sebuah lembaga keuangan terlihat dari LDR, KUK, dan korektibilitas kreditnya yang juga dapat diukur menggunakan standar akuntansi, misalnya dari returnon equity (ROE), return on asset (ROA) ,asset turn over maupun return on permanent capital, dan net interest margin. Efisiensi asuransi dapat terlihat padarasio kecukupan tingkat solvabilitas (solvency margin) terhadap tingkat solvabilitas minimum (minimum solvency) atau disebut juga rasio Pencapaian Batas Tingkat Solvabilitas Minimum (BTSM). Hal ini dapat diartikan sebagai suatu ketentuan modal minimum yang dipersyaratkan (minimum capital requirements), atau dalam perbankan sering disebut Capital Adequacy Ratio (CAR). Dengan ketentuan tersebut regulator dapat mengawasi sejauh mana keamanan dan kestabilan perusahaan asuransi dalam memenuhi kewajibannya kepada para pemegang polis atau shake holder lainnya.
  2. Tidak semua risiko dapat diasuransikan, ada persyaratan risiko untuk dapat diasuransikan (insurable risks). Beberapa syarat risiko untuk dapat diasuransikan adalah sebagai berikut:Risiko tersebut haruslah bersifat murni (pure), Risiko bersifat definitif, Risiko bersifat statis, Risiko berdampak finansial, Risiko measurable atau quantifiable, ukuran risiko harus besar (large).
  3. Dilihat dari peranannya, asuransi  merupakan lembaga yang memberikan perlindungan dengan imbalan dari sejumlah premi yang telah dibayarkan oleh tertanggung tentu saja memiliki hubungan dengan efisiensi lembaga keuangan, begitupun sebaliknya karena pada dasarnya asuransi membutuhkan lembaga keuangan bank untuk menyimpan dananya dan lembaga keuangan bank membutuhkan asuransi untuk penjamin atas resiko-resiko yang akan terjadi di bank .
  4. Pengelolaan financial Bank yang lebih efisien diharapkan akan mendapat keuntungan yang optimal, dana pinjaman yang lebih banyak, dan kualitas servis yang lebih baik pada nasabah

 

 

3.2  Saran

Saran yang dapat diberikan dari makalah seputar hubungan asuransi kesehatan dengan efisiensi lembaga keungan diantaranya:

 

  1. Agar lembaga keuangan lebih efisien, bank diharapkan  tidak hanya bergerak dalam dunia perbankan tetapi juga bergerak pada dunia asuransi, agensi, dan lising. Supaya bank dapat lebih leluasa dalam mengontrol pemasukan dan pengeluarannya, serta dapat lebih meminimkan resiko-resiko yang akan terjadi di bank. Contohnya jika bank mengasuransikan karyawannya pada asuransi kesehatan maka tentu saja bank harus membayar premi untuk menerima upah pertanggungan dari asuransi akan resiko yang terjadi.Jika suatu resiko telah terjadi, tentu saja lembaga asuransi hanya membayar uang pertanggungan sebesar resiko tersebut bukan sebesar premi yang telah ia terima. Maka dari itu, jika bank memiliki asuransi pula, bank akan lebih untung dan efisien karena premi dan uang pertanggungan tersebut diatur dan dikendalikan sendiri oleh bank.
  2. Diharapkan dengan ditemukannya faktor penyebab inefisiensi maka dapat dilakukan kebijakan koreksi yang digunakan untuk meningkatkan kualitas kinerja bank.

 

 

Daftar Pustaka

 

Hermana, Budi dan Margianti, E.S. 2011.Manajemen Dana Bank Prinsip dan Regulasi di Indonesia.

http://anggianurangriani.blogspot.com/

http://id.wikipedia.org/wiki/Asuransi_Kesehatan_Indonesia

http://kerockan.blogspot.com/2009/12/mekanisme-klaim-asuransi-kesehatan.html

http://www.ptaskes.com/read/askespjku

 

 

Advertisements

DUNIA PERBANKAN DAN KLIRING

Posted On June 6, 2012

Filed under Uncategorized

Comments Dropped leave a response

Dalam dunia perbankan, terdapat satu konsep sederhana yang menarik, yaitu konsep tangan kanan dan tangan kiri. Dana masuk ke bank di sisi liabilities (source of fund) yang digambarkan sebagai tangan kanan, sedangkan dana keluar dari bank di sisi asset (use of fund) yang digambarkan sebagai tangan kiri. Posisi debit dan kredit kedua tangan ini saling berlawanan karena untuk sisi assets akan bertambah di debit, berkurang di kredit. Sebaliknya untuk sisi liabilities akan bertambah di kredit, berkurang di debit.

Image

Portofolio Bank

Image

Faktor yang menjadi penentu likuiditas Bank adalah Cash Reserves yang terdiri dari Kas dan Rekening Koran pada BI. Tangan kanan Bank bertugas mengalokasikan deposit dari liabilities ke cash reserves (kas tunai) dan Loan (hutang). Selain berasal dari deposit,cash reservers juga didapat dari securities sisi liabilities yang ditujukan untuk dijual, namun hal ini hanya terjadi jika terdapat Call Money. Loan juga mendapat asupan dari  deposit dan capital di sisi Liabilities. Securities di Assets itu ditujukan untuk dibeli. Beberapa Macam-macam loan, yaitu konsumtif (credit card dengan bunga tinggi),  investasi, dan   modal kerja. Ada aturan yang telah ditetapkan menyangkut Loan, yang dinamakan LDR (Loan to deposit ratio):

Image

1.      Prinsip konservatif à porsi capital diharuskan sebesar 10% (prudent bank).

Image

Untuk KUK (Kredit Usaha Kecil) minimal sebesar 20% loan. Satu hal yang harus diingat adalah pengalokasian ini harus diambil dari tabungan. Mengapa? Karena jika diambil dari giro dan deposito akan menimbulkan “negative miss match”.  Negative miss match adalah keadaan saat dana dengan tingkat bunga yang tinggi disalurkan dengan tingkat bunga yang rendah dan dana jangka pendek disalurkan untuk jangka panjang. Indikasi rekening giro yang berfluktuatif dan deposito yang memiliki suku bunga yang tinggijuga akan menyebabkan  sulitnya pengalokasian ke KUK.

Kliring

Kliring adalah pembayaran/pengiriman sejumlah uang dalam bentuk non tunai karena perihal hutang-piutang antar peserta kliring di satu tempat. Kliring berbeda dengan transfer karena transfer terjadi antar daerah yang berbeda tapi dalam satu bank yang sama, sedangkan kliring terjadi antar bank yang berbeda yang berada dalam satu daerah yang sama atau lain.

Di bawah ini terdapat beberapa kasus kliring dan transfer:

 Kasus 1

Ahmad membeli kerupuk senilai 5jt pada agen kerupuk yang bernama Aminah. Ahmad merupakan nasabah Bank BCA di Jakarta dan Aminah adalah nasabah Bank BII di kota yang sama. Ahmad menyimpan uang di Bank BCA dalam giro sehingga hanya dapat diambil lewat cek yang dapat diambil secara tunai oleh siapapun yang memegang cek tersebut (atas ijin/unjuk) atau bilyet giro yang hanya dapat diambil jika memiliki akun di sebuah bank (atas pinbuk).

Image

Ahmad melakukan transaksi menggunakan cek kepada Aminah sebesar 50 jt. Aminah ingin memasukan uang tersebut ke dalam rekening tabungannya di Bank BII.Namun, Bank BII yang menerima cek dari Aminah, tidak dapat langsung mengambil uang dari Bank BCA karena harus seijin Bank Indonesia dengan mengirimkan Nota Debet. Selanjutnya, pihak Bank Indonesia mengirimkan Nota Debet masuk ke Bank BCA. Jika jumlah saldo Ahmad rekening giro Ahmad mencukupi (konfirmasi ke Bank BCA), maka BI akan memindahkan saldo Rekening Koran Bank BCA sebesar 50 jt ke rekening Koran Bank BII. Penjurnalan yang terjadi untuk pencatatan transaksi kasus ini adalah:

Bank Indonesia

Db. R/K pada BI Bank BCA               50 jt (-)

                Kr. R/K pada BI Bank BII      50 jt (+)

Bank BCA

Db. Giro Ahmad                                 50 jt (-)

                Kr. R/K pada BI                        50 Jt (-)

Bank BII

Db. R/K pada BI                                 50 jt (-)

                Kr. Tabungan Aminah              50 jt (+)

 

Kasus 2

Image

Pada hari ultah Ahmad, Aminah bermaksud memberikan hadiah kepada Ahmad sebesar 100 jt melalui giro. Bank BII tempat Aminah menabung pun mengirimkan Nota Kredit Keluar kepada Bank Indonesia, yang kemudian dikirim ke Bank BCA (Nota Kredit Masuk Penjurnalan yang terjadi untuk pencatatan transaksi kasus ini adalah:

Bank Indonesia

Db. R/K pada BI Bank BII                                        100 jt (-)

                Kr. R/K pada BI Bank BCA              100 jt (+)

Bank BCA

Db. R/K pada BI                                 100 Jt (+)

Kr. Giro Ahmad                             100 jt (+)

Bank BII

Db. Tabungan Aminah                         100 jt (-)

Kr. R/K pada BI                            100 jt (-)

Kasus 3

Image

Sebagai langganan agen kerupuk Aminah, Ahmad kembali melakukan pembelanjaan kepada Aminah. Kali ini, Ahmad membeli kerupuk senilai 100jt dan membayar lewat giro lagi. Tapi, sebenarnya, saldo Ahmad di Bank BCA tidak mencapai 100jt (saldo tidak mencukupi). Tapi Ahmad membiarkannya saja, karena berharap mungkin Aminah tidak akan langsung mencairkan dana dari giro tersebut. Namun sayang, Aminah ternyata langsung berniat mencairkan dana di giro tersebut. Bank Indonesia yang mendapatkan kabar dqari Bank BCA kalau saldo Ahmad tidak mencukupi nominal yang tertera pada giro pun akhirnya menolak kliring. Atas kejadian ini Bank Indonesia bisa saja mem-blacklist Ahmad. Penjurnalan yang terjadi untuk pencatatan transaksi kasus ini adalah:

Bank Indonesia

Db. R/K pada BI Bank BII                                        50 jt (-)

                Kr. R/K pada BI Bank BCA              50 jt (+)

Bank BCA

Db. R/K pada BI                                 50 Jt (+)

Kr. Giro Ahmad                            50 jt (+)

Bank BII

Db. Tabungan Aminah                         50 jt (-)

Kr. R/K pada BI                             50 jt (-)

NOTA-NOTA

Image

Tabel di atas menggambarkan posisi dari nota debit dan kredit yang diterima baik keluar maupun masuk. Hasil akhir yang menunjukkan tanda (+) artinya bank tersebut menang kliring dan (-) artinya bank tersebut kalah kliring. Bank yang kalah kliring harus meminjam dana ke Bank yang menang kliring untuk mencapai GWM minimum. Aktivitas peminjaman dana karena kalah kliring ini disebut dengan call money. Pinjaman call money memiliki bunga, yang dapat terdiri atas bisa tahunan (p.a) atau per malam (p.n).  Akibat kekalahan kliring yang dialami teru-menerus oleh pihak Bank yang kalah dapat saja menyebabkan Bank tersebut tidak sanggup membayar dan hutang kliringnya (hutang call money) banyak. Hal ini mengindikasikan bahwa likuiditas bank tersebut kurang baik, sehingga BI memiliki kewenangan untuk melikuidasi bank tersebut karena dianggap tidak memenuhi GWM (Giro Wajib Minimum). Seperti yang kita ketahui bahwa Bank yang tidak mampu ikut serta dalam kliring, sehingga tidak boleh menjadi Bank Umum. Kekalahan kliring memang tidak berpengaruh pada likuiditas bank selama Bank tersebut masih dapat menyelesaikan hutang pinjaman dana kliring (callmoney), tetapi akan berpengaruh jika saldo R/K bank tersebut di BI tidak memenuhi GWM. Berikut adalah pengilustrasian dari menang-kalah kliring.

Image

Bank BCA yang memeiliki deposit sebesar 100jt hanya memiliki GWM sebesar 8jt yang sangat pas-pasan. Dalam kasus ini, Bank BII yang menang kliring sebesar 2 juta dan Bank BCA kalah kliring sebesar 2 juta, otomatis Bank BCA hanya memiliki R/K pd BI sebesar 6jt yang kurang dari GWM (min 8%). Karena total R/K pada BI Bank BCA kurang dari GWM yang ditetapkan maka Bank BCA wajib melakukan pinjaman untuk menutupi kekurangan GWMnya. Sedangkan bank BII yang memiliki R/K pd BI sebesar 10 jt yang terdiri atas GWM 8 jt dan ER (kelebihan GWM) sebesar 2 jt menang kliring 2 jt, sehingga jumlah R/K pd BI sebesar 12 jt.

Kasus 4

 Rekening Antar Kantor (RAK) adalah cara kliring melalui Bank yang sama tetapi berbeda daerah. Kelanjutan Kisah Ada Cinta Di Balik Keupuk ini adalah Ahmad menikah dengan Aminah dan bekerja di Papua. Aminah yang merupakan seorang nasabah Bank Niaga di Jakarta ingin mengirim uang ke Ahmad yang mana seorang nasabah Bank BPD Papua di Wamena. Aminah dan Ahmad berada dalam keadaan berbeda Bank dan berbeda daerah sehingga harus melalukan transfer di daerah yang memilki cabang Bank Niaga dan BPD Papua. Bank Niaga dan BPD Papua sama-sama memiliki kantor cabang di Makasar. Bank Bank Niaga dan BPD melakukan kliring melalui BI, lalu Bank BPD Papua di Makassar melakukan transfer ke BPD Papua di Wamena. Penjurnalan yang terjadi untuk pencatatan transaksi kasus ini adalah:

Image

Bank Niaga di Jakarta

Db. Tabungan Aminah                        50 jt (-)

                Kr. RAK                                   50 jt (+)

Bank Niaga di Makasar

Db. RAK                                            50 Jt (+)

Kr. R/K pada BI                          50 jt (+)          

Bank BPD Papua di Makasar

Db. R/K pada BI                                 50 jt (-)

                  Kr. RAK                                       50 jt (-)

Bank BPD Papua di Makasar

Db. RAK                                            50 jt (-)

                  Kr. Giro Ahmad                           50 jt (-)

Kasus 5

Contoh dibawah ini menggambarkan alur dan jurnal yang harus dicatat apabila Aminah nasabah Bank Niaga yang tidak memiliki cabang yang satu kota dengan BPD. Maka harus melakukan kliring dengan Bank lain yang memilki cabang di daerah yang sama dengan BPD, sebut saja Bank BRI yang ada di tempat yang sama dengan BPD tersebut.

Image

Bank Niaga di Jakarta

Db. Tabungan Aminah                        50 jt (-)

                Kr. R/K pada BI                      50 jt (+)

Bank BRI di Jakarta

Db. R/K pada BI                                50 Jt (+)

Kr. RAK                                       50 jt (+)

Bank BRI di Makasar

Db. RAK                                            50 Jt (+)

Kr. R/K pada BI                          50 jt (+)

Bank BPD Papua di Makasar

Db. R/K pada BI                                 50 jt (-)

                  Kr. RAK                                       50 jt (-)

Bank BPD Papua di Makasar

Db. RAK                                            50 jt (-)

                  Kr. Giro Ahmad                           50 jt (-)

Kasus 6

Perjalanan ekonomi yang sulit menyebabkan Aminah harus pergi merantau ke Arab saudi menjadi TKI. Aminah yang berada di Arab bermaksud ingin mengirim uang untuk Ahmad dan anak mereka. Dalam pengilustrasian ini terdapat 2 cara yang dapat digunakan, yaitu Bank Draft atau payment order pada gambar:

Image

  • Cara pertama, Aminah menyerahkan uang ke Bank of Arab di Arab Saudi, Bank of Arab kemudian memberikan Aminah sebuah surat yang bernama Bank Draft yang akan dikirim ke Ahmad via mail transfer. Setelah Ahmad menerima kiriman surat tersebut maka Ahmad dapat mencairkan dananya dengan datang ke Bank BRI di Jakarta (sesuai yang tertera dalam Bank Draft).
  • Cara kedua, Aminah menyerahkan uang ke Bank of Arab di Arab Saudi, kemudian Bank Arab Saudi mengirimkan Payment Order ke bank BRI di Jakarta. Bak BRI di Jakarta selanjutnya akan memanggil Ahmad selaku nasabah dan dapat mencairkan dana tersebut. Transfer antar negara dapat saja dilakukan, akan tetapi kedua Bank yang berbeda negara tersebut harus memiliki hubungan (correspondent bank).

DATABASE PERBANKAN

Image

Setiap nasabah sutu Bank memiliki nomor rekening yang beragam. Nomor rekening nasabah berbeda dengan nomor nasabah dalam Bank tersebut. Setiap kantor bank memiliki nomor yang telah didesain khusus untuk mempermudah pengelompokkan di neraca asset dan liabilities (deposit). Berikut adalah penomoran yang dilakukan oleh Bank:

Image

PERHITUNGAN BUNGA BANK

Setiap harinya Bank selalu membuta laporan harian yang berisi proses akhir per hari menyangkut transaksi yang terjadi saldo rekening yang terjadi pada hari tersebut. Dan pada akhir bulan bank juga menghitung saldo akhir bulan per rekening yang nantinya akan menjadi saldo awal bulan selanjutnya.

Image

Perhitungan saldo akhir bulan, yaitu:

Image

Metode perhitungan bunga:

1.   Saldo Terendah

Berikut adalah saldo tabungan Aminah di Bank BCA dengan tingkat bunga 10%.

Image

2.   Saldo Rata-rata

Untuk perhitungan saldo rata-rata, maka total saldo dari seluruh transaksi dibagi dengan jumlah transaksinya, seperti:

Image3.    Saldo harian

Saldo harian dihitung tiap perubahan saldo atas transaksi yang terjadi, seperti:

Image

Dalam melakukan penghitungan bunga kredit terdapat 2 cara, yaitu:

1.       Flat (Fix rate)

Aminah meminjam uang sebesar 10 juta, tingkat bunga 10% per tahun, selama 3 tahun pinjaman. Tingkat bunga pinjamannya mnenjadi 30% untuk 3tahun = 36 bulan untuk pinjaman 10 juta. Hasil cicilan bunga akan tetap selama 3 tahun sebesar:

Image

2.    Anuitas

Aminah meminjam uang seperti yang tertera di dalam tabel berikut ini:

Image

Maka proses penghitungannya akan seperti:

Image

Sumber: Catatan pribadi BLK 2

Talk About Syariah Improvement_

Posted On April 13, 2012

Filed under Uncategorized

Comments Dropped leave a response

Image

Saat ini lagi booming-boomingnya nih tentang Bank Syariah. Mulai dari Booming tentang produknya yang diasaskan tanpa riba, sampe data statistik yang menunjukkan perkembangan pesat bin mantap si Bank yang satu ini. Di tulisan saya ini, Bank Syariah jadi topiknya lagi. Just want to share seputar bacaan yang didapet dari browsing kemana-mana n wara-wiri di situs BI. Oke deh, langsung aja yuk…
Let’s talk about it, ^^
***************************************************************************************************************************************

 

KEJAR TARGET SYARIAH 2012

Niat BI seputar peningkatan laju Bank Syariah begitu gencar dan sigap. Di awal tahun 2012 ini saja BI tengan menyiapkan strategi-strategi yang unik sehingga diharapkan mampu untuk meningkatkan kinerja Perbankan Syariah dan menembus 4% total aset perbankan nasional. Ada beberapa strategi yang dirancangkan oleh BI untuk kejar target yang tak lain ditujukan untuk mencapai level pertumbuhan di atas 50% dan bisa mendapatkan 4% market share nasional. Saat diwawancara oleh ANTARA (Bandung), Halim Alamsyah selaku Deputi Gubernur Bank Indonesia menyatakan bahwa saat ini aset perbankan syariah di Indonesia ada di posisi 130 triliun (3,78% dari total aset perbankan nasional) dengan total pertumbuhan aset 48% dibanding 2010 lalu.

 

Di awal 2012 ini, kinerja perbankan syariah akan bergerak semakin naik karena terdapat 3 Bank Syariah baru, seperti BCA Syariah, Panin Syariah dan Bank Victoria. Sang nara sumber, Bandung Lucky Fathul Azis selaku Pimpinan Kantor Bank Indonesia (KPI) mendeskripsikan bahwa daerah Jawa barat seperti Bandung, pertumbuhan aset perbankan syariah mencapai 44,545 persen dengan total aset saat ini sebesar Rp14,8 triliun. Proporsi perbankan syariah Jabar saat ini sudah mencapai 5,2 persen dari total aset perbankan se-Jabar. Hal ini memberikan angin segar bahwa pertumbuhan perbankan syariah di Jabar optimistis naik pada 2012. Hal menarik berikutny yang ada di Jabar adalah dibentuknya “Sharia Center” Jabar sebagai tempat sosialisasi, pembelajaran, dan penelitian tentang ekonomi dan perbankan syariah.

REFERENSI

http://bangka.tribunnews.com/2012/01/16/usaha-perbankan-syariah-dikenakan-pajak-penghasilan

http://id.berita.yahoo.com/bi-siapkan-strategi-perbankan-syariah-untuk-2012-082012578.html

http://koran.republika.co.id/koran/24/151317/Proyeksi_Perbankan_Syariah_2012

http://www.bi.go.id/web/id/Statistik/Statistik+Perbankan/Statistik+Perbankan+Syariah/

http://www.pkesinteraktif.com/edukasi/opini/3141-outlook-perbankan-syariah-2012.html

http://zonaekis.com/proyeksi-perbankan-syariah-2012/

 

 

TENTANG STUDENTSITE (lanjut PPSPPT 2010)

Posted On October 28, 2010

Filed under Uncategorized

Comments Dropped leave a response

JENIS LAYANAN STUDENTSITE

Link : http://studentsite.gunadarma.ac.id

  1. a. Pengenalan Situs Studentsite

Studentsite merupakan situs kemahasiswaan yang menyangkut hal-hal seputar perkuliahan di Universitas Gunadarma yang berisikan kegiatan-kegiatan perkuliahan mulai dari jadwal kuliah, jadwal ujian, rangkuman nilai, unit kegiatan mahasiswa, info mengenai seminar, info tentang berbagai kompetisi yang diadakan, juga pesan-pesan dari para dosen (lecture message), dan merupakan suatu situs yang menjadi tempat untuk memasukkan tugas/ tulisan (posting) karya mahasiswa (adaptif softskill).

  1. b. Fitur-fitur Situs Studentsite

Sebagai suatu situs layanan perkuliahan Universitas, Studentsite Universitas Gunadarma memiliki beberapa fitur layanan, di antaranya: menu locker yang berisikan, UG Portofolio, Tulisan, Tugas, Rangkuman Nilai, Jadwal Ujian, Jadwal Kuliah, Surat Keterangan, email, dan sebagainya.

  1. c. Kelebihan dan Kekurangan Situs Studentsite

Kelebihan dari situs Studentsite adalah sebagai berikut:

  • Mahasiswa dapat mengirin tugas dan/ atau tulisan ke dalam situs online ini.
  • Peranan teknologi dapat dirasakan secara mendasar  (adanya mata kuliah softskill) denga situs ini.

Kekurangan dari situs Studentsite adalah sebagai berikut:

  • Terkadang terjadi kemacetan lalu lintas yang mungkin dikarenakan padatnya lalu lintas di situs ini sesuai dengan kuantitas mahasiswa Universitas Gunadarma yang relatif tinggi.

Nama    : CANDY GLORIA

NPM      : 21210516

Kelas     : 1 EB 07

TUGAS Oktober 2010

JUDUL:  Tugas  Mahasiswa Baru 2010 sebagai tindak lanjut PPSPPT 2010 dan pengembangan Mata Kuliah yang adaptif terhadap SoftSkill

MANAJEMEN dan ORGANISASI

Posted On October 28, 2010

Filed under Uncategorized

Comments Dropped leave a response

MANAJEMEN dan ORGANISASI

MANAJEMEN

1. Pengertian dan Peranan Manajemen

Kata Manajemen berasal dari bahasa Perancis kuno ménagement, berarti seni melaksanakan dan mengatur.[1] Manajemen belum memiliki definisi yang mapan dan diterima secara universal.[2] Mary Parker Follet, yaitu; mendefinisikan manajemen sebagai seni menyelesaikan pekerjaan melalui orang lain. Definisi ini berarti bahwa seorang manajer bertugas mengatur dan mengarahkan orang lain untuk mencapai tujuan organisasi.[3] Ricky W. Griffin mendefinisikan manajemen sebagai sebuah proses perencanaan, pengorganisasian, pengkoordinasian, dan pengontrolan sumber daya untuk mencapai sasaran (goals) secara efektif dan efesien. Efektif berarti tujuan dapat dicapai sesuai dengan perencanaan, sementara efisien berarti tugas yang ada dilaksanakan secara sesuai, terorganisir, dan sesuai dengan jadwal.[4]

Kata manajemen juga mungkin berasal dari bahasa Italia (1561) maneggiare yang berarti “mengendalikan,” terutamanya “mengendalikan kuda” yang berasal dari bahasa latin manus yang berati “tangan”. Kata ini mendapat pengaruh dari bahasa Perancis manège yang berarti “kepemilikan kuda” (yang berasal dari Bahasa Inggris yang berarti seni mengendalikan kuda), dimana istilah Inggris ini juga berasal dari bahasa Italia.[5] Bahasa Prancis lalu mengadopsi kata ini dari bahasa Inggris menjadi ménagement, yang memiliki arti seni melaksanakan dan mengatur.[1]

Dalam mencapai tujuan yang telah ditentukan diperlukan alat-alat sarana (tools). Tools merupakan syarat suatu usaha untuk mencapai hasil yang ditetapkan. Tools tersebut dikenal dengan 6M, yaitu men, money, materials, machines, method, dan markets.

Man merujuk pada sumber daya manusia yang dimiliki oleh organisasi. Dalam manajemen, faktor manusia adalah yang paling menentukan. Manusia yang membuat tujuan dan manusia pula yang melakukan proses untuk mencapai tujuan. Tanpa ada manusia tidak ada proses kerja, sebab pada dasarnya manusia adalah makhluk kerja. Oleh karena itu, manajemen timbul karena adanya orang-orang yang berkerja sama untuk mencapai tujuan.

Money (uang) merupakan unsur yang tidak dapat diabaikan karena merupakan alat tukar dan alat pengukur nilai. Besar-kecilnya hasil kegiatan dapat diukur dari jumlah uang yang beredar dalam perusahaan. Oleh karena itu uang merupakan alat (tools) yang penting untuk mencapai tujuan karena segala sesuatu harus diperhitungkan secara rasional. Hal ini akan berhubungan dengan berapa uang yang harus disediakan untuk membiayai gaji tenaga kerja, alat-alat yang dibutuhkan dan harus dibeli serta berapa hasil yang akan dicapai dari suatu organisasi.

Material terdiri dari bahan setengah jadi (raw material) dan bahan jadi (siap pakai). Dalam dunia usaha untuk mencapai hasil yang lebih baik, selain manusia yang ahli dalam bidangnya juga harus dapat menggunakan bahan/materi-materi sebagai salah satu sarana. Sebab materi dan manusia tidaki dapat dipisahkan, tanpa materi tidak akan tercapai hasil yang dikehendaki.

Machine atau Mesin digunakan untuk memberi kemudahan atau menghasilkan keuntungan yang lebih besar serta menciptakan efesiensi kerja.

Metode adalah suatu tata cara kerja yang memperlancar jalannya pekerjaan manajer. Sebuah metode daat dinyatakan sebagai penetapan cara pelaksanaan kerja suatu tugas dengan memberikan berbagai pertimbangan-pertimbangan kepada sasaran, fasilitas-fasilitas yang tersedia dan penggunaan waktu, serta uang dan kegiatan usaha. Perlu diingat meskipun metode baik, sedangkan orang yang melaksanakannya tidak mengerti atau tidak mempunyai pengalaman maka hasilnya tidak akan memuaskan.

Dengan demikian, peranan utama dalam manajemen tetap manusianya sendiri. Market (pasar) hanyalah tempat di mana organisasi menyebarluaskan (memasarkan) produknya. Memasarkan produk sudah barang tentu sangat penting sebab bila barang yang diproduksi tidak laku, maka proses produksi barang akan berhenti. Maka, proses kerja tidak akan berlangsung. Oleh sebab itu, penguasaan pasar dalam arti menyebarkan hasil produksi (distribution) menjadi faktor yang amat menentukan dalam perusahaan. Agar pasar dapat dikuasai maka kualitas dan harga barang harus sesuai dengan selera konsumen dan daya beli (kemampuan) konsumen.

 

 

2. Latar Belakang Sejarah Manajemen

Banyak kesulitan yang terjadi dalam melacak sejarah manajemen. Namun diketahui bahwa ilmu manajemen telah ada sejak ribuan tahun yang lalu. Hal ini dibuktikan dengan adanya piramida di Mesir. Piramida tersebut dibangun oleh lebih dari 100.000 orang selama 20 tahun. Piramida Giza tak akan berhasil dibangun jika tidak ada seseorang—tanpa mempedulikan apa sebutan untuk manajer ketika itu—yang merencanakan apa yang harus dilakukan, mengorganisir manusia serta bahan bakunya, memimpin dan mengarahkan para pekerja, dan menegakkan pengendalian tertentu guna menjamin bahwa segala sesuatunya dikerjakan sesuai rencana.

Pembangunan Piramida di Mesir ini tak mungkin terlaksana tanpa adanya seseorang yang merencanakan, mengorganisasikan dan menggerakan para pekerja, dan mengontrol pembangunannya.

Contoh praktik manajemen lainnya dapat disaksikan selama tahun 1400-an di kota Venesia, Italia, yang ketika itu menjadi pusat perekonomian dan perdagangan di sana. Penduduk Venesia mengembangkan bentuk awal perusahaan bisnis dan melakukan banyak kegiatan yang lazim terjadi di organisasi modern saat ini. Sebagai contoh, di gudang senjata Venesia, kapal perang diluncurkan sepanjang kanal dan pada tiap-tiap perhentian, bahan baku dan tali layar ditambahkan ke kapal tersebut. Hal ini mirip dengan model lini perakitan (assembly line) yang dikembangkan oleh Hanry Ford untuk merakit mobil-mobilnya. Selain lini perakitan tersebut, orang Venesia memiliki sistem penyimpanan dan pergudangan untuk memantau isinya, manajemen sumber daya manusia untuk mengelola angkatan kerja, dan sistem akuntansi untuk melacak pendapatan dan biaya.

Daniel Wren membagi evolusi pemikiran manajemen dalam empat fase, yaitu pemikiran awal, era manajemen sains, era manusia sosial, dan era moderen.

 

3. Fungsi dan Proses Manajemen

Fungsi Manajemen

Fungsi manajemen pertama kali diperkenalkan oleh seorang industrialis Perancis bernama Henry Fayol pada awal abad ke-20. Fungsi manajemen adalah elemen-elemen dasar yang akan selalu ada dan melekat di dalam proses manajemen yang akan dijadikan acuan oleh manajer dalam melaksanakan kegiatan (managing) untuk mencapai tujuan perusahaan tersebut.

Henry Fayol  menyebutkan lima fungsi manajemen, yaitu merancang, mengorganisir, memerintah, mengordinasi, dan mengendalikan. Namun saat ini, kelima fungsi tersebut telah dirankum dan dipadatkan menjadi tiga, sebagai berikut:

 

1. Perencanaan (planning)

Perencanaan (planning) adalah memikirkan apa yang akan dikerjakan dengan sumber yang dimiliki. Perencanaan dilakukan untuk menentukan tujuan (fokus) perusahaan secara keseluruhan dan cara terbaik untuk memenuhi tujuan itu. Kemudian manajer mengevaluasi rencana-rencana alternatif sebelum mengambil tindakan dan kemudian melihat apakah rencana yang dipilih cocok dan dapat digunakan untuk memenuhi tujuan perusahaan. Perencanaan merupakan proses terpenting dari semua fungsi manajemen karena tanpa perencanaan, fungsi-fungsi lainnya tidak dapat berjalan.

 

2. Pengorganisasian (organizing)

Pengorganisasian (organizing) dilakukan dengan tujuan membagi suatu kegiatan besar menjadi kegiatan-kegiatan yang lebih kecil. Pengorganisasian mempermudah manajer dalam melakukan pengawasan dan menentukan orang yang dibutuhkan untuk melaksanakan tugas-tugas yang telah dibagi-bagi tersebut. Pengorganisasian dapat dilakukan dengan cara menentukan tugas apa yang harus dikerjakan, siapa yang harus mengerjakannya, bagaimana tugas-tugas tersebut dikelompokkan, siapa yang bertanggung jawab atas tugas tersebut, pada tingkatan mana keputusan harus diambil.

 

3. Pengarahan (directing)

Pengarahan (directing) adalah suatu tindakan untuk mengusahakan agar semua anggota kelompok berusaha untuk mencapai sasaran sesuai dengan perencanaan manajerial dan usaha.

 

Proses Manajemen

Pengertian dari proses manajemen adalah serangkaian keputusan dan kegiatan kerja yang terus menerus dimana manajer terlibat sewaktu mereka merencana, mengorganisasi, mengarahkan, mengkordinasi dan mengawasi. Sehingga dalam melakukan tindak manajemen (managing) akan dilalui tahapan dan proses tersebut.

4. Prinsip Manajemen

Prinsip-prinsip dalam manajemen bersifat lentur dalam arti bahwa perlu dipertimbangkan sesuai dengan kondisi-kondisi khusus dan situasi-situasi yang berubah. Menurut Henry Fayol, seorang pencetus teori manajemen yang berasal dari Perancis, prinsip-prinsip umum manajemen ini terdiri dari:

  1. Pembagian kerja (Division of work)

Pembagian kerja harus disesuaikan dengan kemampuan dan keahlian sehingga pelaksanaan kerja berjalan efektif. Oleh karena itu, dalam penempatan karyawan harus menggunakan prinsip the right man in the right place. Pembagian kerja harus rasional/objektif, bukan emosional subyektif yang didasarkan atas dasar like and dislike.Dengan adanya prinsip orang yang tepat ditempat yang tepat (the right man in the right place) akan memberikan jaminan terhadap kestabilan, kelancaran dan efesiensi kerja.

Pembagian kerja yang baik merupakan kunci bagi penyelengaraan kerja. kecerobohan dalam pembagian kerja akan berpengaruh kurang baik dan mungkin menimbulkan kegagalan dalam penyelenggaraan pekerjaan.

Oleh karena itu, seorang manajer yang berpengalaman akan menempatkan pembagian kerja sebagai prinsip utama yang akan menjadi titik tolak bagi prinsip-prinsip lainnya.

 

  1. Wewenang dan tanggung jawab (Authority and responsibility)

Setiap karyawan dilengkapi dengan wewenang untuk melakukan pekerjaan dan setiap wewenang melekat atau diikuti pertanggungjawaban. Wewenang dan tanggung jawab harus seimbang. Setiap pekerjaan harus dapat memberikan pertanggungjawaban yang sesuai dengan wewenang. Oleh karena itu, makin kecil wewenang makin kecil pula pertanggungjawaban demikian pula sebaliknya.Tanggung jawab terbesar terletak pada manajer puncak. Kegagalan suatu usaha bukan terletak pada karyawan, tetapi terletak pada puncak pimpinannya karena yang mempunyai wewemang terbesar adalah manajer puncak. Oleh karena itu, apabila manajer puncak tidak mempunyai keahlian dan kepemimpinan, maka wewenang dan tanggung jawab yang ada pada menajer tersebut akan terbengkalai.

 

  1. Disiplin (Discipline)

Disiplin merupakan perasaan taat dan patuh terhadap pekerjaan yang menjadi tanggung jawab. Disiplin ini berhubungan erat dengan wewenang. Apabila wewenang tidak berjalan dengan semestinya, maka disiplin akan hilang.

Oleh karena ini, pemegang wewenang harus dapat menanamkan disiplin terhadap dirinya sendiri sehingga mempunyai tanggung jawab terhadap pekerjaan sesuai dengan wewenang yang ada padanya.

 

  1. Kesatuan perintah (Unity of command)

Dalam melakasanakan pekerjaan, karyawan harus memperhatikan prinsip kesatuan perintah sehingga pelaksanaan kerja dapat dijalankan dengan baik. Karyawan harus tahu kepada siapa ia harus bertanggung jawab sesuai dengan wewenang yang diperolehnya. Perintah yang datang dari manajer lain kepada serorang karyawan akan merusak jalannya wewenang dan tanggung jawab serta pembagian kerja.

 

  1. Kesatuan pengarahan (Unity of direction)

Dalam melaksanakan tugas-tugas dan tanggung jawabnya, karyawan perlu diarahkan menuju sasarannya. Kesatuan pengarahan bertalian erat dengan pembagian kerja. Kesatuan pengarahan tergantung pula terhadap kesatuan perintah. Dalam pelaksanaan kerja bisa saja terjadi adanya dua perintah sehingga menimbulkan arah yang berlawanan.

Oleh karena itu, perlu alur yang jelas dari mana karyawan mendapat wewenang untuk pmelaksanakan pekerjaan dan kepada siapa ia harus mengetahui batas wewenang dan tanggung jawabnya agar tidak terjadi kesalahan. Pelaksanaan kesatuan pengarahan (unity of directiion) tidak dapat terlepas dari pembaguan kerja, wewenang dan tanggung jawab, disiplin, serta kesatuan perintah.

 

  1. Mengutamakan kepentingan organisasi di atas kepentingan sendiri

Setiap karyawan harus mengabdikan kepentingan sendiri kepada kepentingan organisasi. Hal semacam itu merupakan suatu syarat yang sangat penting agar setiap kegiatan berjalan dengan lancar sehingga tujuan dapat tercapai dengan baik.

Setiap karyawan dapat mengabdikan kepentingan pribadi kepada kepentingan organisasi jika memiliki kesadaran bahwa kepentingan pribadi sebenarnya tergantung kepada berhasil atautidaknya kepentingan organisasi. Prinsip pengabdian kepentingan pribadi kepada kepentingan organisasi dapat terwujud, apabila setiap karyawan merasa senang dalam bekerja sehingga memiliki disiplin yang tinggi dalam bekerja.

 

  1. Penggajian pegawai

Gaji atau upah bagi karyawan merupakan kompensasi yang menentukan terwujudnya kelancaran dalam bekerja. Karyawan yang diliputi perasaan cemas dan kekurangan akan sulit berkonsentrasi terhadap tugas dan kewajibannya sehingga dapat mengakibatkan ketidaksempurnaan dalam bekerja.

Oleh karena itu, dalam prinsip penggajian harus dipikirkan bagaimana agar karyawan dapat bekerja dengan tenang. Sistem penggajian harus diperhitungkan agar menimbulkan kedisiplinan dan kegairahan kerja sehingga karyawan berkompetisi untuk membuat prestasi yang lebih besar. Prinsip more pay for more prestige (upaya lebih untuk prestasi lebih), dan prinsip upah sama untuk prestasi yang sama perlu diterapkan sebab apabila ada perbedaan akan menimbulkan kelesuan dalam bekerja dan mungkin akan menimbulkan tindakan tidak disiplin.

 

  1. Pemusatan (Centralization)

Pemusatan wewenang akan menimbulkan pemusatan tanggung jawab dalam suatu kegiatan. Tanggung jawab terakhir terletak ada orang yang memegang wewenang tertinggi atau manajer puncak. Pemusatan bukan berarti adanya kekuasaan untuk menggunakan wewenang, melainkan untuk menghindari kesimpangsiurang wewenang dan tanggung jawab. Pemusatan wewenang ini juga tidak menghilangkan asas pelimpahan wewenang.

 

  1. Hirarki (tingkatan)

Pembagian kerja menimbulkan adanya atasan dan bawahan. Bila pembagian kerja ini mencakup area yang cukup luas akan menimbulkan hirarki. Hirarki diukur dari wewenang terbesar yang berada pada manajer puncak dan seterusnya berurutan ke bawah. dengan adanya hirarki ini, maka setiap karyawan akan mengetahui kepada siapa ia harus bertanggung jawab dan dari siapa ia mendapat perintah.

 

  1. Ketertiban (Order)

Ketertiban dalam melaksanakan pekerjaan merupakan syarat utama karena pada dasarnya tidak ada orang yang bisa bekerja dalam keadaan kacau atau tegang. Ketertiban dalam suatu pekerjaan dapat terwujud apabila seluruh karyawan, baik atasan maupun bawahan mempunyai disiplin yang tinggi. Oleh karena itu, ketertiban dan disiplin sangat dibutuhkan dalam mencapai tujuan.

 

  1. Keadilan dan kejujuran

Keadilan dan kejujuran merupakan salah satu syarat untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan. Keadilan dan kejujuran terkait dengan moral karyawan dan tidak dapat dipisahkan. Keadilan dan kejujuran harus ditegakkan mulai dari atasan karena atasan memiliki wewenang yang paling besar. Manajer yang adil dan jujur akan menggunakan wewenangnya dengan sebaik-baiknya untuk melakukan keadilan dan kejujuran pada bawahannya.

 

  1. Stabilitas kondisi karyawan

Dalam setiap kegiatan kestabilan karyawan harus dijaga sebaik-baiknya agar segala pekerjaan berjalan dengan lancar. Kestabilan karyawan terwujud karena adanya disiplin kerja yang baik dan adanya ketertiban dalam kegiatan.

Manusia sebagai makhluk sosial yang berbudaya memiliki keinginan, perasaan dan pikiran. Apabila keinginannya tidak terpenuhi, perasaan tertekan dan pikiran yang kacau akan menimbulkan goncangan dalam bekerja.

 

  1. Prakarsa (Inisiative)

Prakarsa timbul dari dalam diri seseorang yang menggunakan daya pikir. Prakarsa menimbulkan kehendak untuk mewujudkan suatu yang berguna bagi penyelesaian pekerjaan dengan sebaik-beiknya. Jadi dalam prakarsa terhimpun kehendak, perasaan, pikiran, keahlian dan pengalaman seseorang.

Oleh karena itu, setiap prakarsa yang datang dari karyawan harus dihargai. Prakarsa (inisiatif) mengandung arti menghargai orang lain, karena itu hakikatnya manusia butuh penghargaan. Setiap penolakan terhadap prakarsa karyawan merupakan salah satu langkah untuk menolak gairah kerja. Seorang manajer yang bijak akan menerima dengan senang hari prakarsa-prakarsa yang dilahirkan karyawannya.

 

  1. Semangat kesatuan dan semangat korps

Setiap karyawan harus memiliki rasa kesatuan, yaitu rasa senasib sepenanggyungan sehingga menimbulkan semangat kerja sama yang baik. semangat kesatuan akan lahir apabila setiap karyawan mempunyai kesadaran bahwa setiap karyawan berarti bagi karyawan lain dan karyawan lain sangat dibutuhkan oleh dirinya. Manajer yang memiliki kepemimpinan akan mampu melahirkan semangat kesatuan (esprit de corp), sedangkan manajer yang suka memaksa dengan cara-cara yang kasar akan melahirkan friction de corp (perpecahan dalam korp) dan membawa bencana.

4. Ciri-ciri Manajer Profesional

Manajer adalah seseorang yang bekerja melalui orang lain dengan mengoordinasikan kegiatan-kegiatan mereka guna mencapai sasaran organisasi. Ciri dari seorang manajer professional (Henry Mintzberg) adalah peran antar pribadi, yaitu melibatkan orang dan kewajiban lain, yang bersifat seremonial dan simbolis. Peran ini meliputi peran sebagai figur untuk anak buah, pemimpin, dan penghubung. Yang kedua adalah peran informasional, meliputi peran manajer sebagai pemantau dan penyebar informasi, serta peran sebagai juru bicara. Yang ketiga adalah peran pengambilan keputusan, meliputi peran sebagai seorang wirausahawan, pemecah masalah, pembagi sumber daya, dan perunding. Mintzberg kemudian menyimpulkan bahwa secara garis besar, aktivitas yang dilakukan oleh manajer adalah berinteraksi dengan orang lain.

5. Ketrampilan Manajemen yang Dibutuhkan

Robert L. Katz pada tahun 1970-an mengemukakan bahwa setiap manajer membutuhkan minimal tiga keterampilan dasar. Ketiga keterampilan dasar yang diperlukan seorang manajer adalah:

 

  1. Keterampilan konseptual (conceptional skill)

Manajer tingkat atas (top manager) harus memiliki keterampilan untuk membuat konsep, ide, dan gagasan demi kemajuan organisasi. Gagasan atau ide serta konsep tersebut kemudian haruslah dijabarkan menjadi suatu rencana kegiatan untuk mewujudkan gagasan atau konsepnya itu. Proses penjabaran ide menjadi suatu rencana kerja yang kongkret itu biasanya disebut sebagai proses perencanaan atau planning. Oleh karena itu, keterampilan konsepsional juga merupakan keterampilan untuk membuat rencana kerja.

 

  1. Keterampilan berhubungan dengan orang lain (humanity skill)

Selain kemampuan konsepsional, manajer juga perlu dilengkapi dengan keterampilan berkomunikasi atau keterampilan berhubungan dengan orang lain, yang disebut juga keterampilan kemanusiaan. Komunikasi yang persuasif harus selalu diciptakan oleh manajer terhadap bawahan yang dipimpinnya. Dengan komunikasi yang persuasif, bersahabat, dan kebapakan akan membuat karyawan merasa dihargai dan kemudian mereka akan bersikap terbuka kepada atasan. Keterampilan berkomunikasi diperlukan, baik pada tingkatan manajemen atas, menengah, maupun bawah.

 

  1. Keterampilan teknis (technical skill)

Keterampilan ini pada umumnya merupakan bekal bagi manajer pada tingkat yang lebih rendah. Keterampilan teknis ini merupakan kemampuan untuk menjalankan suatu pekerjaan tertentu, misalnya menggunakan program komputer, memperbaiki mesin, membuat kursi, akuntansi dan lain-lain.

 

Selain tiga keterampilan dasar di atas, Ricky W. Griffin menambahkan dua keterampilan            dasar yang perlu dimiliki seorang manajer, yaitu:

 

  1. Keterampilan manajemen waktu

Merupakan keterampilan yang merujuk pada kemampuan seorang manajer untuk menggunakan waktu yang dimilikinya secara bijaksana. Griffin mengajukan contoh kasus Lew Frankfort dari Coach. Pada tahun 2004, sebagai manajer, Frankfort digaji $2.000.000 per tahun. Jika diasumsikan bahwa ia bekerja selama 50 jam per minggu dengan waktu cuti 2 minggu, maka gaji Frankfort setiap jamnya adalah $800 per jam—sekitar $13 per menit. Dari sana dapat kita lihat bahwa setiap menit yang terbuang akan sangat merugikan perusahaan. Kebanyakan manajer, tentu saja, memiliki gaji yang jauh lebih kecil dari Frankfort. Namun demikian, waktu yang mereka miliki tetap merupakan aset berharga, dan menyianyiakannya berarti membuang-buang uang dan mengurangi produktivitas perusahaan.

 

  1. Keterampilan membuat keputusan

Merupakan kemampuan untuk mendefinisikan masalah dan menentukan cara terbaik dalam memecahkannya. Kemampuan membuat keputusan adalah yang paling utama bagi seorang manajer, terutama bagi kelompok manajer atas (top manager). Griffin mengajukan tiga langkah dalam pembuatan keputusan. Pertama, seorang manajer harus mendefinisikan masalah dan mencari berbagai alternatif yang dapat diambil untuk menyelesaikannya. Kedua, manajer harus mengevaluasi setiap alternatif yang ada dan memilih sebuah alternatif yang dianggap paling baik. Dan terakhir, manajer harus mengimplementasikan alternatif yang telah ia pilih serta mengawasi dan mengevaluasinya agar tetap berada di jalur yang benar.

 

 

 

ORGANISASI

1. Definisi Organisasi

Organisasi merupakan suatu proses dari kegiatan yang tersusun atas interaksi orang-orang di dalamnya untuk mencapai tujuan bersama. Organisasi diringkas dalam tiga elemen utama adalah sebagai berikut:

a. Interaksi manusia

b. Kegiatan yang mengarah pada tujuan

c. Struktur organisasi itu sendiri

2. Pentingnya Mengenal Organisasi

Secara langsung ataupun tidak langsung kita sering menjumpai organisasi-organisasi, bahkan turut ambil bagian dalam penyelenggaraan organisasi tersebut. Sebagai contoh kita (sebagai salah satu ciri dari makhluk sosial) selalu berkaitan dan diakrabkan dengan organisasi-organisasi, mulai dari tim olah raga (organisasi sosial), kelompok keagaamaan, kelompok belajar (komunitas), dan sebagainya.

Perusahaan kecil, dalam fungsi pengorganisasian sederhana, contohnya adalah toko kelontong. Interaksi yang terjadi dalam organisasi tersebut adalah manajer-pemilik toko mempekerjakan beberapa orang; melayani pembeli, membersihkan, mengatur barang, serta menjaga toko.

 

 

3. Bentuk-bentuk Organisasi

Organisasi memiliki beberapa bentuk adalah sebagai berikut:

  1. Organisasi Lini

Garis wewenang yang menghubungkan langsung secara vertikalantara atasan dan bawahan. Organisasi ini memiliki ciri:

– Jumlah karyawannya yang sedikit.

– Manajer dibawahnya hanya sebagai pelaksana.

– Sarana dan alatnya terbatas.

– Relasi atasan dan bawahan bersifat langsung.

– Pada bentuk lini perusahaan perseorangan, pemilik perusahaannya adalah top manager.

 

  1. Organisasi Fungsional

Wewenang dari pimpinan tertinggi dapat dilimpahkan kepada kepala bagian yang mempunyai jabatan fungsional untuk dikerjakan para pelaksana yang mempunyai keahlian khusus. Organisasi ini memiliki ciri:

– Organisasi relatif kecil.

– Terdapat kelompok kerja staf ahli.

– Terdapat spesialisasi dalam pelaksanaan tugas.

– Ada kejelasan target yang hendak dicapai.

– Terdapat pengawasan ketat.

 

  1. Organisasi Garis dan Staff

Pelimpahan wewenang secara vertikal dari pimpinan ke kepala bagiandibawahnya serta masing-masing pejabat, manajer ditempatkan satu ataupejabat staff yang tidak mempunyai wewenang memerintah tetapi hanya sebagai penasihat kearsipan, keuangan, ataupun personel. Organisasi ini memiliki ciri:

– Relasi atasan dan bawahan tidak seluruhnya langsung.

– Jumlah karyawan yang relatif  banyak.

– Organisasinya cukup  besar.

– Ada 2 kelompok kerja organisasi sehingga ditekankan. Adanya spesialisasi, yaitu Personel Lini dan Personel Staff.

 

  1. Organisasi Fungsional dan Garis

Wewenang dari pimpinan tertinggi dilimpahkan kepada kepala bagian dibawahnya yang mempunyai keahlian tertentu dan sebagian lagi dilimpahkan kepada pejabat fungsional yang koordinasinya tetap, selanjutnya diserahkan kepada kepala bagian. Organisasi ini memiliki ciri:

– Tidak nampak pembedaan tugas pokok dan bantuan.

– Terdapat spesialisasi praktis pada pejabat fungsional.

– Pembagian kerja dan pelimpahan wewenang tidak membedakan perbedaan tingkat eselon.

 

  1. Organisasi Matrik (Organisasi Manajemen Proyek)

Merupakan organisasi yang penggunaan struktur organisasinya menunjukkan para spesialis yang mempunyai ketrampilan di masing-masing bagian. Dari kegiatan perusahaan dikumpulkan kembali untuk mengerjakan proyek yang harus diselesaikan.

 

  1. Organisasi Komite

Dalam organisasi ini, tugas kepemimpinan dan tugas lainnya dilaksanakan secara kolektif (bersama) oleh kelompok pejabat, yang merupakan komite/ dewan (board) dengan plurasticmanagement. Organisasi ini terdiri dari Executive Committe (Pimpinan Komite yang anggotanya mempunyai wewenang lini) dan Staff Committe (yang anggotanya hanya mempunyai wewenang staf).

4. Ketrampilan Manajemen yang Dibutuhkan

Ketrampilan yang dibutuhkan dalam manajemen dibagi atas kategori hubungan, seperti;

  • Hubungan antar Pribadi terdiri dari:

a. Pemimpin Lambang (Figurehead)

Kepala Simbolis yang diperlukan untuk menjalankan sejumlah kewajiban rutin yang          bersifat legal dan sosial.

 

b. Pemimpin (Leader)

Pemimpin bertanggung jawab untuk memotivasi dan mengaktifkan bawahan, bertanggung           jawab untuk mengisi posisi yang kosong (staffing), melatih dan tugas-tugas yang terkait

 

c. Penghubung (Liaison)

Penghubung sebaiknya dapat memelihara suatu jaringan kontak luar yang berkembang   sendiri yang secara langsung atau tidak langsung dapat memberikan dukungan dan      informasi.

 

  • Hubungan dengan Informasi terdiri dari:

 

a. Pemantau (Monitor)

Pemantau berkewajiban sebagai pusat saraf informasi baik internal dan eksternal yang   berkaitan dengan organisasi.

 

b. Penyebar (Dissiminator)

Penyebar berkewajiban untuk meneruskan informasi yang diterima dari orang luar atau    dari bawahan kepada anggota-anggota lain dalam organisasi.

 

c. Jurubicara (Spokesperson)

Jurubicara berkewajiban untuk meneruskan informasi kepada orang luar mengenai            rencana, kebijakan, tindakan dan hasil yang dicapai oleh organisasi.

 

  • Hubungan dengan Pengambilan Keputusan terdiri dari:

 

a. Wirausaha (Entrepreneur)

Sikap kewirausahaan diperlukan dalam encari kesempatan (celah) dalam organisasi dan             lingkungannya serta memprakarsai “proyek- proyek perbaikan” untuk menimbulkan           perubahan sehingga dapat meningkatkan organisasi.

b. Pengendali Gangguan (Disturbance Handler)

Dalam mengatur (managing) diperlukan rasa tanggung jawab atas tindakan, yang           korektif bila organisasi menghadapi gangguan mendadak dan/ atau berada dalam    keadaan genting (urget).

 

c. Pengalokasi Sumber Daya (Resource Allocator)

Dalam mengatur (managing) diperlukan rasa tanggung jawab terhadap alokasi segala    sumber daya organisasi yang ada dan dipergunakan, sehingga tidak terjadi manipulasi            sumber daya yang tidak bertanggung jawab..

 

d. Perunding (Negotiator)

Dalam mengatur (managing) juga penting untuk mewakili organisasi pada perundingan-   perundingan utama yang dapat meliputi kerjasama.

5. Sebab Keberhasilan dan Kegagalan Organisasi

Sebab keberhasilan dan kegagalan suatu organisasi dapat ditinjau dari beberapa faktor, yaitu:

  • · Faktor intern: faktor yang berasal dari dalam organisasi itu sendiri. Faktor ini dapat meliputi pemimpin dalam organisasi, pekerja (staf), cara pengaturan dan pengembangan organisasi, dan sebagainya.
  • · Faktor ekstern: faktor yang berasal dari luar yang kerap kali ikut mempengaruhi keberhasilan dan kegagalan suatu organisasi.

REFERENSI

http://id.wikipedia.org/wiki/Manajemen

http://id.wikipedia.org/wiki/Prinsip_manajemen

http://moebsmart.co.cc/sesi-5

http://ocw.gunadarma.ac.id/manajemen-dan-organisasi

http://www.galerimangboyan.co.cc/2010/01/definisi-dan-pengertian-manajemen.html

 

IDENTITAS

Nama                             : CANDY GLORIA

NPM                                : 21210516

Kelas                               : 1 EB 07

Mata Kuliah               : PENGANTAR BISNIS

Tugas                             : ke-5 Manajemen dan Organisasi

Kewiraswastaan dan Perusahaan Kecil

Posted On October 18, 2010

Filed under Uncategorized

Comments Dropped leave a response

KEWIRASWASTAAN dan PERUSAHAAN KECIL

1. Kewiraswastaan, Wiraswasta, Wiraswastawan

*)Pengertian:

  1. Kewiraswastaan adalah suatu profesi yang timbul karena interaksi antara ilmu pengetahuan yang diperoleh dari pendidikan formal dengan seni yang hanya dapat diperoleh  dari suatu rangkaian kerja yang diberikan dalam praktik.
  2. Wiraswasta adalah orang yang mempunyai kemampuan melihat dan menilai peluang-peluang bisnis, mengumpulkan sumber daya yang dibutuhkan untuk mengambil keuntungan (profit) darinya; serta mengambil tindakan yang tepat, untuk memastikan kesuksesan.
  3. Kewiraswastawan adalah semangat, perilaku dan kemampuan untuk memberikan tanggapan yang positif terhadap peluang memperoleh keuntungan untuk diri sendiri atau pelayanan yang baik pada masyarakat, dengan selalu mencari pelanggan lebih banyak dan melayani pelanggan lebih baik, serta menciptakan dan menyediakan produk yang lebih bermanfaat dan menerapkan cara kerja yang lebih efisien, melalui keberanian mengambil resiko, kreatifitas dan inovasi serta kemampuan manajemen.

Ciri-ciri wiraswastawan adalah sebagai berikut:

  1. Percaya diri
  2. Memiliki daya intuisi yang tajam
  3. Berorientasi pada tugas dan hasil
  4. Berani mengambil resiko
  5. Memiliki kemampuan memimpin
  6. Berorientasi pada masa depan
  7. Sikap tanggap kepada perubahan
  8. Kreatifitas yang tinggi
  9. Keorisinilan

Ciri-ciri seorang entrepreneur (Edvardson) adalah sebagai berikut:

  1. Internal locus of control (memiliki sikap/ketetapan hati)
  2. High energy level (bersemangat tinggi)
  3. High need for achievemant (motivasi berprestasi tinggi)
  4. Tolerance for ambiguity (dapat memahami perbedaan pendapat)
  5. Self confidence (percaya diri)
  6. Action oriented (berorientasi tindakan)

*) Unsur-unsur penting wiraswasta:

ú  Meningkatkan produktifitas

ú  Meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan menciptakan pekerjaan

ú  Menciptakan tekhnologi, produk baru

ú  Mendorong inovasi

ú  Membantu organisasi bisnis yang besar

2. Perusahaan Kecil dan Lingkungan Perusahaan

Cara memasuki usaha kecil adalah sebagai berikut:

  1. Melanjutkan bisnis keluarga (orang tua)
  2. Beberapa orang memilih bisnis yang sudah mapan
  3. Membeli perusahaan yang telah ada
  4. Memulai suatu usaha yang baru

Beberapa area ekonomi yang menjadi konsentrasi usaha kecil, yaitu :

  1. Manufaktur (Penyedia Bahan Baku)

Bisnis manufaktur meliputi bahan baku manjadi produk yang dibutuhkan oleh         masyarakat, oleh karena itu pemilik harus memahami produksi dan pemasaran     dan bagaimana bisnis-bisnis ini berfungsi saling melengkapi satu dengan yang     lainnya.

  1. Jasa (Service)

Jasa merupakan produk yang tidak dapat diraba secara fisik tidak dapat dimiliki            dan yang meliputi kinerja atau karya. Jasa merupakan sebuah pelayanan yang    pada konsepnya diharapkan dapat memberikan kepuasan kepda konsumen.

  1. Grosir (Partai Besar)

Grosir meliputi penjualan ke penjual yang lain, seperti pengecer.

  1. Pengecer (Retailer)

Pengecer merupakan pedagang yang menjual barang-barang kepada konsumen             akhir dalam partai kecil.

Usaha kecil yang memiliki beberapa keunggulan komparatif, yaitu :

  1. Usaha kecil beroperasi menebar diseluruh pelosok dengan berbagai ragam bidang usaha.
  2. Usaha kecil beroperasi dengan investasi modal untuk aktiva tetap pada tingkat yang rendah.
  3. Sebagian besar usaha kecil dapat dikatakan padat karya yang disebabkan pengguna tekhnologi sederhana.

3. Perkembangan Franchising di Indonesia

Franchise adalah pengecer yang menerima berbgai manfaat atas investasinya pada bisnis franchising. Franchise dapat dimiliki oleh perorangan dengan cara membeli lisensi atas merkproduk tertentu. Dengan system pembayaran fee sejumlah tertentu (tetap atau variable) kepada pemilik merk.

Kelebihan franchising adalah citra merk yang sudah terkena, mempunyai pengendalian kualitas yang diawasi langsung oleh pemilik merk, mempunyai prosedur operasional dan ketrampilan manajemen yang standar, dan mempunyai daerah yang ekslusif (wilayah terbatas).

Konsep franchise pertama kali berkembang di Indonesia pada tahun 1970an, dengan berdirinya KFC, Swensen, dan Shakey Pisa yang kemudian diikuti oleh Burger King dan Seven Eleven.

Pada tahun 1990,melihat pertumbuhan ekonomi Indonesia yang semakin membaik, politik yang stabil dan keamanan yang terjamin, para investor dari luar negeri mulai melirik Indonesia dan di sini, franchise asing mulai booming di pasar Indonesia .

Pada tahun 1992, di Indonesiat terdapat 29 franchise yang berasal dari luar negeri dan 6 franchise lokal, dan secara keseluruhan, di Indonesia tersebar sekitar 300 outlet. Pada tahun 1997, jumlah franchisor meningkat hingga 265 franchise, di mana terdapat 235 franchise internasional dan 30 franchise lokal. Dan jumlah keseluruhan outlet adalah 2000. Pada tahun 1997, terjadi krisis moneter di Indonesia. Pada saat ini, diikuti oleh krisis ekonomi dan politik di Indonesia pada tahun 1998 yang mengakibatkan jatuhnya industri franchise di Indonesia. Banyak franchisor asing yang meninggalkan Indonesia dan hampir sekitar 500 outlet yang tutup oleh karena kondisi yang tidak mendukung ini.

Pada saat itu, jumlah franchise dari luar negeri yang beroperasi di Indonesia menurun dari 230 hingga 170-180 franchise. Tetapi justru pada saat ini, franchise lokal mulai memadati pasar franchise Indonesia dari 30 meningkat hingga 85 merek produk yang berkembang.

Evolusi perkembangan jumlah franchise di Indonesia terlihat di tabel berikut:

Tahun 1992 1995 1996 1997 2000 2001 2005 2006
Asing 29 117 210 235 222 230 237 220
Lokal 6 15 20 30 39 42 129 230
Total 35 210 230 165 261 272 366 450

*Sumber : Direktori Franchise Indonesia Edisi 3, 2007

Hingga saat ini, franchise lokal berkembang hingga 360 merek produk, di mana terdapat 9000 outlet, baik sebagai franchisee ataupun company owned.

Menurut Sugiyanto Wibawa, konsultan retail marketing, terdapat 2 faktor yang mendorong para investor dalam berinvestasi di dunia franchising. Pertama, jumlah mall dan retail space yang meningkat dari 75.900m² menjadi 1.78 juta m² di tahun 2004 (sumber: Sugiyana Wibawa, Bisnis Indonesia, Senin, 27 Des 2004) dan 2.82 juta m² di tahun 2006 (sumber : PT Procon Indah, Bisnis Indonesia, Senin 27 Des 2004). Agen properti mempromosikan space di mall sebagai salah satu investasi yang menguntungkan.

Faktor ke-2, bunga deposito yang perlahan lahan menurun. Hal ini mendorong para investor untuk melihat kesempatan investasi lainnya yang lebih prospektif dan menguntungkan serta dengan resiko yang lebih kecil.

4. Ciri-ciri Perusahaan Kecil

Ciri-ciri perusahaan kecil adalah sebagai berikut:

  1. Manajemen berdiri sendiri
  2. Modal disediakan oleh seorang pemilik atau sekelompok kecil
  3. Daerah operasinya local
  4. Ukuran dalam keseluruhan relative kecil

Perusahaan kecil dapat terus berkembang dengan baik, hal ini dikarenakan:

–          Perusahaan kecil banyak menyerap sumber daya manusia.

–          Dalam jangka pendek, perusahaan kecil dapat mengatasi pembagian pendapatan yang belum merata dan mengatasi pengangguran.

–          Dapat mempertinggi kemampuan produktif sumber daya manusia.

–          Dalam jangka panjang dapat meningkatkan perubahan struktur ekonomi pada suatu daerah.

Kegagalan pada perusahaan kecil pada umunya disebabkan oleh kegagalan mnajemen yang ditandai dengan:

–          Ketidakmampuan pimpinan dalam mengelolah dan mengarahkan sumber daya manusia yang ada.

–          Sulit mengembangkan usaha, dikarenakan kesulitan memperoleh modal jangka panjang dengan syarat yang lunak.

–          Kurang tepat dalam memilih media promosi.

–          Ketidakmampuan dalam menagih piutang.

5. Perbedaan Antara Kewiraswastaan dan Bisnis Kecil

Karakteristik PERUSAHAAN KECIL adalah sebagai berikut: :

  1. Umumnya dikelola pemilik
  2. Struktur organisasi sederhana
  3. Pemilik mengenal karyawan
  4. Presentase kegagalan perusahaan tinggi
  5. Kekurangan manajer yang ahli
  6. Modal jangka panjang sulit diperoleh

Karakteristik PERUSAHAAN BESAR adalah sebagai berikut:

  1. Dikelola bukan oleh pemilik
  2. Struktur organisasi kompleks
  3. Pemilik hanya mengenal sedikit karyawan
  4. Presentase kegagalan rendah
  5. Banyak ahli manajemen
  6. Modal jangka panjang relatif mudah didapatkan

REFERENSI

http://moebarak.wordpress.com

http://moebsmart.co.cc

Anoraga, Pandji. Pengantar Bisnis.

Widyatmini.1996. Seri Diktat Kuliah Pengantar Bisnis. Jakarta: Universitas Gunadarma.

IDENTITAS

Nama                             : CANDY GLORIA

NPM                               : 21210516

Kelas                               : 1 EB 07

Mata Kuliah              : PENGANTAR BISNIS

Tugas                             : ke-4 Kewiraswastaan dan Perusahaan Kecil

Bentuk Badan Yuridis

Posted On October 18, 2010

Filed under Uncategorized

Comments Dropped leave a response

Bentuk Badan Yuridis

1. Bentuk Yuridis Perusahaan

Bentuk-bentuk perusahaan/ badan usaha berdasarkan kepemilikannya secara hukum adalah sebagai berikut:

  • · Badan Usaha Milik Negara (BUMN)

BUMN adalah semua perusahaan dalam bentuk apapun dan bergerak dalam bidang usaha apapun yang sebagian atau seluruh modalnya merupakan kekayaan Negara, kecuali jika ditentukan lain berdasarkan Undang-undang.

BUMN adalah bentuk bentuk badan hukum yang tunduk pada segala macam hukum di Indonesia. Karena perusahaan ini milik negara, maka tujuan utamanya adalahvmembanguun ekonomi sosial menuju beberapa bentuk perusahaan pemerintah, baik pusat maupun daerah. Ciri-ciri utama BUMN adalah:

ú     Tujuan utama usahanya adalah melayani kepentingan umum sekaligus mencari keuntungan.

ú     Berstatus badan hukum dan diatur berdasarkan Undang-undang.

ú     Pada umumnya bergerak pada bidang jasa-jasa vital.

ú     Mempunyai nama dan kekayaan serta bebas bergerak untuk mengikat suatu perjanjian, kontrak serta hubungan-hubungan dengan pihak lainnya.

ú     Dapat dituntut dan menuntut, sesuai dengan ayat dan pasal dalam hukum perdata.

ú     Seluruh atau sebagian modal milik negara serta dapat memperoleh dana dari pinjaman dalam dan luar negeri atau dari masyarakat dalam bentuk obligasi.

ú     Setiap tahun perusahaan menyusun laporan tahunan yang memuat neraca dan laporan rugi laba untuk disampaikan kepada yang berkepentingan.

Kemudian BUMN digolongkan lagi ke dalam 3 jenis sebagai berikut:

  1. Perusahaan Jawatan (Perjan)

Perusahaan ini bertujuan pelayanan kepada masyarakat dan bukan           semata-mata mencari keuntungan.

  1. Perusahaan Umum (Perum)

Perusahan ini seluruh modalnya diperoleh dari negara. Perum bertujuan     untuk melayani masyarakat dan mencari keuntungan

  1. Perusahaan Perseroan (Persero)

Perusahaan ini modalnya terdiri atas saham-saham.  Sebagian sahamnya dimiliki oleh negara dan sebagian lagi dimilik oleh pihak swasta dan luar      negeri.

  • · Badan Usaha Milik Swasta (BUMS)

Badan Usaha Mlik Swasta (BUMS) digolongkan menjadi beberapa kelompok adalah sebagai berikut:

  1. Firma (Perusahaan Persekutuan)

Firma adalah badan usaha yang dimiliki oleh paling sedikit dua orang      dengan menggunakan nama bersama atau satu nama digunakan bersama.           Dalam Firma semua anggota bertanggung jawab sepenuhnya, baik     sendiri-sendiri maupun bersama terhadap utang-utang perusahaan             kepada pihak lainnya. Bila perusahaan mengalami kerugian, maka akan           ditanggung bersama, kalau perlu dengan seluruh kekayaan pribadi. Jadi   kemajuan Firma dan semua resiko ditanggung bersama.

Kebaikan Firma:

– Prosedur pendirian relatif mudah.

– Mempunyai kemampuan financial yang lebih besar, karena gabungan                               modal dimiliki beberapa orang.

– Keputusan bersama dengan pertimbangan seluruh anggota firma,                                       sehingga keputusan-keputusan menjadi lebih baik.

Kelemahan Firma:

– Utang-utang perusahaan ditanggung oleh kekayaan pribadi para                                       anggota firma.

– Kelangsungan hidup perusahaan tidak terjamin, sebab bila salah                                                   seorang anggota firma keluar, maka firma pun bubar.

  1. Persekutuan Komanditer (CV)

CV adalah badan usaha yang modalnya dimiliki oleh beberapa orang.                            Pemilik modal dalam CV disebut anggota. Para anggota mempercayakan                                     uangnya untuk dipakai dalam persekutuan. para anggota persekutuan                                 menyerahkan uangnya sebagai modal perseroan dengan jumlah yang                           tidak perllu sama sebagai tanda keikut sertaan didalam persekutuan.

Dalam CV terdapat dua macam keanggotaan, yaitu sekutu komplementer                          dan sekutu komanditer. Sekuti Komplementer adalah orang yang bersedia                   memimpin pengaturan perusahaan dan bertanggung jawab penuh dengan                kekayaan pribadinya. Sedangkan sekutu komanditer adalah sekutu yang                            mempercayakan uangnya dan bertanggung jawab terbatas pada                                      kekayaan yang diikut sertakan dalam perusahaan tersebut.

Jenis-jenis persekutuan komanditer:

–                                                                      Persekutuan Komanditer murni, jika hanya terdapat satu orang sekutu komplementer.

–                                                                      Persekutuan Komanditer campuran, jika terdapat beberapa orang sekutu komplementer dalam persekutuan.

–                                                                      Persekutuan Komanditer bersaham, jika persekutuan mengeluarkan saham-saham, di mana baik sekutu komplementer maupun sekutu komanditer mengambil satu atau lebih saham.

Kebaikan Perseroan Komanditer :

– Pendiriannya relatif mudah.

– Modal yang dikumpulkan relatif banyak.

– Kemampuan untuk memperooleh kredit lebih besar.

– Manajemen dapat didiversifikasikan.

– Kesempatan untuk berkembang lebih besar.

Kelemahan Perseroan Komanditer:

– Tanggung jawab tidak terbatas.

– Kelangsungan hidup tidak terjamin.

– Sukar untuk menarik kembali investasinya.

  1. Perseroan Terbatas (PT)

PT adalah badan usaha yang mempunyai kekayaan, hak, serta kewajiban            sendiri, yang terpisah dari kekayaan, hak serta kewajiban para pendiri            maupun pemilik. Berbeda dengan bantuk badan usaha lainnya, PT        mempunya kelangsungann hidup yang panjang, karena perseroan ini         tetap berjalan meskinpun pendiri atau pemiliknya meninggal dunia. Tanda      keikut sertaan seseorang sebagai pemilik adalah saham yang dimilikinya.                 Saham sebagai alat ukur peran dan kedudukan kepemilikan perusahaan. Setiap pemegang saham akan mendapatkan deviden yaitu laba          perusahaan yang dibagikan kepada pemegang saham.

Tanggung jawab pemegang saham kepada pihak ketiga terbatas pada    modal sahamnya. dengan kata lain, bahwa tanggung jawab pemilik            terhadap kewajiban-kewajiban financial ditentukan oleh besarnya modal yang diikut sertakan pada perseroan. Keterlibatan dan tanggung jawab    para pemilik terhadap utang piutang perusahaan terbatas pada saham     yang dimilikinya.

Kebaikan Perseroan Terbatas:

– Kelangsungan hidup perusahaan terjamin

– terbatasnya tanggung jawab, sehingga tidak menimbulkan resiko                                       kekayaan pribadi maupun kekayaan keluarga pemilik.

– Saham dpaat diperjual belikan dengan relatif mudah.

– Kebutuhan modal lebih besar akan mudah dipenuhi, sehingga                                             kemungkinan perluasan perusahaan.

– Pengelolaan perusahaan dapat dilakukan lebih efisien.

Kelemahan Perseroan terbatas:

– Biaya pendirian relatif mahal.

– Pendirian PT sangat rumit.

– Rahasia tidak terjamin.

– Kurangnya hubungan yang efektif antar pemegang saham.

  • · Koperasi

Koperasi adalah usaha bersama yang memiliki organisasi berdasarkan atas azaz kekeluargaan. Koperasi pun merupakan organisasi ekonomi rakyat yang berwatak sosial beranggotakan orang-orang dan/ atau badan-badan hukum. Koperasi bertujuan untuk menyejahterahkan anggotanya. Koperasi menganut prinsip yang keanggotaannya bersifat sukarela dan pengelolaannya bersifat demokratis. Dilihat dari lingkunganya koperasi dabat dibagi menjadi:

  1. Koperasi Sekolah
  2. Koperasi Pegawai Republik Indonesia
  3. Koperasi Unit Desa (KUD)
  4. Koperasi Konsumsi
  5. Koperasi Simpan Pinjam
  6. Koperasi Produksi

2. Lembaga Keuangan

Lembaga Keuangan dapat dibagi menjadi 2 yaitu, lembaga keuangan bank dan lembaga keuangan bukan bank sebagai berikut:

v          Lembaga Keuangan Bank

Lembaga keuangan bank dalam dunia keuangan bertindak selaku lembaga yang menyediakan jasa keuangan bagi nasabahnya, dimana pada umumnya lembaga ini diatur oleh regulasi keuangan dari pemerintah. Bentuk umum dari lembaga keuangan ini termasuk perbankan, building society , Credit Union, pialang saham, aset manajemen, modal ventura, koperasi, asuransi, dana pensiun, dan sebagainya.
Fungsi Lembaga keuangan bank
Lembaga keuangan menyediakan jasa sebagai perantara antara pemilik modal dan pasar utang yang bertanggung jawab dalam penyaluran dana dari investor kepada perusahaan yang membutuhkan dana.

v          Lembaga Keuangan Non-Bank

Lembaga Keuangan Non-Bank merupakan semua badan yang melakukan kegiatan di bidang keuangan, yang secara langsung dan/atau tidak langsung menghimpun dana terutama dengan jalan mengeluarkan kertas berharga dan menyalurkan dalam masyarakat untuk membiayai investasi perusahaan.

Tujuan Didirikannya Lembaga Keuangan Bukan Bank:
1. Untuk meningkatkan perkembangan pasar modal
2. Membantu permodalan perusahaan-perusahaan dengan tingkat ekonomi lemah

Jenis-jenis Lembaga Keuangan Bukan Bank di Indonesia  :

1. Pasar Uang
2. Pasar Modal
3. Sewa Guna Usaha
4. Modal Ventura
5. Pajak Piutang
6. Kartu Plastik
7. Asuransi
8. Dana Pensiun
9. Pegadaian

Karakteristik Lembaga Pembiayan :

–          Tidak boleh menarik dana secara langsung dari masyarakat (giro, tabungan , deposito, promes)

–          Penerbitan promes hanya dibolehkan sebagai jaminan atas pinjaman yang diperoleh dari bank

–          Memberi pembiayaan baik untuk kebutuhan modal kerja maupun investasi dunia usaha

–          Tidak diperbolehkan memberikan kredit secara langsung

3. Kerjasama, Penggabungan, dan Ekspansi

  1. Kerja Sama
  • Kartel

Kartel meupakan bentuk kerja sama anatra beberapa badan usaha yang memproduksi barang yang sejenis. Maksud dari pembentukan kartel adalah untuk mengurangi dan meniadakan persaingan di antara mereka, karenanya diadakan perjanjian. Isi perjanjian yang dibuat disesuaikan dengan maksud pembentukan kartel. Bentuk kartel meliputi kartel daerah, kartel produksi, kartel pembagian laba, kartel kondisi, dan kartel harga.

  • Joint Venture

Joint veunture merupakan kerja sama beberapa perusahaan yang berasal dari beberapa negara menjadi satu perusahaan untuk mencapai suatu konsentrasi kekuatan-kekuatan ekonomi yang lebih padat.

Ciri-ciri Joint Venture:

–          Merupakan perusahaan baru yang didirikan secara bersama-sama oleh beberapa perusahaan lain.

–          Modalnya berupa saham yang telah dipersiapkan oleh perusahaan pendiri dengan perbandingan tertentu.

–          Kekuasaan dan hal suara didasarkan pada banyaknya saham yang ditanam oleh masing-masing perusahaan pendiri.

–          Perusahaan pendiri Joint Venture tetap memiliki eksistensi dan kebebasan masing-masing.

–          Di Indonesia, Joint Venture merupakan kerja sama perusahaan domestik dengan perusahaan asing.

–          Resiko ditanggung secara bersama-sama antara masing-masing partner melalui perusahaan yang berlainan.

  1. Penggabungan
  • Trust

Trust merupakan gabungan beberapa badan usaha. Trust dibentuk dengan cara menggabungkan beberapa perusahaan (merger) sehingga menjadi suatu perusahaan yang besar. Seluruh kekayaan dari perusahaan lama berpindah kepada perusahaan baru. Trust dapat mengeluarkan saham dan obligasi. Masing-masing anggota (trustees) mempunyai tanggung-jawab terbatas, sebatas penyetoran modal awal. Trustees dipilih orang-orangnya oleh pemegang saham, yang pengurusnya dapat berganti-ganti.

  1. Ekspansi
  • Holding Company

Holding company terjadi apabila perusahaan berada dalam kondisi keuangan sangat kuat, kemudian membeli saham-saham drai perusahaan. Artinya, terjadi pengambil alihan atas kekayaan dan kekuasaan dari suatu perusahaan. Perusahaan yang saham-sahamnya telah dibeli tidak lagi mempunyai kekuasaan, semua kekuasaan ditentukan oleh Holding company.

REFERENSI

http://moebarak.wordpress.com

http://moebsmart.co.cc

http://knowledge-life.blogspot.com
http://pengantar-bisnis.blogspot.com
Ismawanto.2007.Ekonomi Jilid 3. Surakarta: CV Gema Ilmu

Arijanto, Agus. Pengantar Bisnis.

Budiarto, Teguh. 1993. Seri Diktat Kuliah Dasar Pemasaran. Jakarta: Univeristas Gunadarma.

IDENTITAS

Nama                             : CANDY GLORIA

NPM                                : 21210516

Kelas                              : 1 EB 07

Mata Kuliah             : PENGANTAR BISNIS

Tugas                            : ke-3 Bentuk Badan Usaha

Perusahaan dan Lingkungan Perusahaan

Posted On October 18, 2010

Filed under Uncategorized

Comments Dropped leave a response

PERUSAHAAN dan LINGKUNGAN PERUSAHAAN

1. Pengertian Perusahaan

Berdasarkan pada pengertiannya, perusahaan adalah suatu tempat untuk melakukan kegiatan proses produksi barang dan/atau jasa. Hal ini disebabkan karena ‘ kebutuhan ‘ manusia tidak bisa digunakan secara langsung dan harus melewati sebuah ‘ proses ‘ di suatu tempat, sehingga inti dari perusahaan ialah tempat melakukan proses ‘ sampai bisa langsung digunakan oleh manusia.

Pengertian perusahaan menurut beberapa tokoh adalah sebagai berikut:

  1. Menurut pemerintah Belanda, pada waktu membacakan “memorie van toelichting” rencana undang-undang “Wetboek van Koophandle” di muka Parlemen, bahwa “perusahaan” ialah keseluruhan perbuatan yang dilakukan secara tidak terputus-putus dengan terang-terangan dalam kedudukan tertentu dan untuk mencari laba.
  2. Menurut Prof. Molengraff, perusahaan adalah keseluruhan perbuatan yang dilakukan secara terus menerus, bertindak keluar untuk mendapatkan penghasilan dengan cara memperniagakan barang-barang, menyerahkan barang-barang, atau mengadakan perjanjian-perjanjian perdagangan. Molengraff memandang perusahaan dari sudut “ekonomi”.
  3. Menurut Polak, perusahaan ada bila diperlukan adanya perhitungan-perhitungan tentang laba-rugi yang dapat diperkirakan, dan segala sesuatu itu dicatat dalam pembukuan. Di sini Polak memandang perusahaan dari sudut “komersiil”. Sudut pandang ini sama dengan Molengraff, tetapi unsur pengertian perusahaan adalah lain. Pengertian perusahaan menurut molengraff mempunyai enam unsur, sedangkan menurut Polak cukup dua unsur.

2. Tempat Kedudukan dan Letak Perusahaan

Tempat dan kedudukan perusahaan dapat diklasifikasikan ke dalam beberapa kelompok, di antaranya adalah sebagai berikut:

  1. Jika dilihat dari subyeknya (hukum), maka dibagi atas pribadi kodrati dan pribadi hukum.
  2. Jika dilihat dari obyeknya, maka dapat berupa benda baik berwujud atau immaterial
  3. Jika dilihat dari hubungan hukumnya, maka berasal dari perikatan karena perjanjian atau undang –undang

Faktor-faktor pokok penentu pemilihan lokasi industri adalah sebagai berikut:

  1. Letak dari sumber bahan mentah untuk produksi
  2. Letak dari pasar konsumen
  3. Ketersediaan tenaga kerja
  4. Ketersediaan pengangkutan atau transportasi
  5. Ketersediaan energi

Jenis-Jenis Lokasi Perusahaan adalah sebagai berikut:

  1. Lokasi perusahaan yang ditetapkan pemerintah

Lokasi ini sudah ditetapkan dan tidak bisa seenaknya membangun                                      perusahaan di luar lokasi yang telah ditentukan. Contohnya adalah seperti                    kawasan industri cikarang, Pulo Gadung, dan sebagainya.

  1. Lokasi perusahaan yang mengikuti sejarah
    Lokasi perusahaan yang dipilih biasanya memiliki nilai sejarah tertentu yang dapat memberikan pengaruh pada kegiatan bisnis. Misalnya seperti membangun perusahaan udang di Cirebon yang merupakan kota udang atau membangun usaha pendidikan (edukasi) di yogyakarta yang telah terkenal sebagai kota pelajar.
  2. Lokasi perusahaan yang mengikuti kondisi alam
    Lokasi perusahaan yang tidak bisa dipilih-pilih karena sudah dipilihkan oleh alam. Contoh : Tambang emas di Cikotok, tambang aspal di Buton, tambang gas alam di Bontang (Kaltim), dan sebagainya.
  3. Lokasi perusahaan yang mengikuti faktor-faktor ekonomi. Lokasi perusahaan jenis ini pemilihannya dipengaruhi oleh banyak faktor ekonomi seperti faktor ketersedian tenaga kerja, faktor kedekatan dengan pasar, ketersediaan bahan baku, dan lain-lain.

Untuk menghasilkan barang siap konsumsi, perusahaan memerlukan bahan-bahan dan faktor pendukung lainnya, seperti bahan baku, bahan pembantu, peralatan dan tenaga kerja. Untuk memperoleh bahan baku dan bahan pembantu serta tenaga kerja dikeluarkan sejumlah biaya yang disebut biaya produksi.

Hasil dari kegiatan produksi adalah barang atau jasa, barang atau jasa inilah yang akan dijual untuk memperoleh kembali biaya yang dikeluarkan. Jika hasil penjualan barang atau jasa lebih besar dari biaya yang dikeluarkan maka perusahaan tersebut memperoleh keuntungan dan sebalik jika hasil jumlah hasil penjualan barang atau jasa lebih kecil dari jumlah biaya yang dikeluarkan maka perusaahaan tersebut akan mengalami kerugian.

Dengan demikian dalam menghasilkan barang perusahaan menggabungkan beberapa faktor produksi untuk mencapi tujuan yaitu keuntungan. Perusahaan merupakan kesatuan teknis yang bertujuan menghasilkan barang atau jasa. Perusahaan juga disebut tempat berlangsungnya proses produksi yang menggabungkan faktor-faktor produksi untuk menghasilkan barang dan jasa. Perusahaan merupakan alat dari badan usaha untuk mencapai tujuan yaitu mencari keuntungan. Orang atau lembaga yang melakukan usaha pada perusahaan disebut pengusaha.

3. Perusahaan dan Lembaga Sosial

Dalam pendekatan ekonomi, asumsi terpenting dalam menganalisis kegiatan perusahaan adalah perusahaan akan melakukan kegiatan produksinya hingga mencapai tingkat keuntungan maksimum (maximum gain).

Berdasarkan asumsi ini dapat ditunjukkan, bahwa tingkat kapasitas produksi perusahaan akan menjalankan kegiatan usahanya. Di sisi lain perusahaan merupakan suatu unit kegiatan produksi yang menyediakan barang dan jasa bagi masyarakat. Unit kegiatan seperti ini sering disebut sebagai lembaga sosial seperti halnya lembaga sosial lainnya, misalkan kehidupan keluarga, RT, yayasan sosial, koperasi dan sebagainya. Tentunya perlu dibedakan antara perusahaan dan lembaga sosial yang umum, sesuai dengan persepsi masyarakat.

Dengan demikian yang menjadi faktor pembeda antara perusahaan dengan lembaga sosial terletak pada prioritas perusahaan terhadap laba, kelangsungan hidup dan tangugung jawab sosial. Lembaga sosial lebih menitikberatkan prioritasnya pada tanggung jawab sosial (dalam hal ini laba tidak menjadi tolak ukur keberhasilan). Sebaliknya, perusahaan yang berorientasi pada perolehan keuntungan, umumnya akan memfokuskan kegiatannya untuk meningkatkan nilai perusahaan hingga mencapai maksimum (laba merupakan tolak ukur keberhasilan).

PERUSAHAAN LEMBAGA SOSIAL
Tolak ukur keberhasilan berada pada laba (profit) maksimal. Tolak ukur keberhasilan bukan berada pada laba maksimal, tetapi pada proiritas tanggung jawab sosial.
Fokus pada peningkatan nilai perusahaan sampai mencapai maksimal. Fokus pada peningkatan pelayanan sebagai bentuk suatu tanggung jawab.

4. Berbagai Macam Lingkungan Perusahaan dan Pengaruhnya Terhadap Perusahaan

Secara umum lingkungan perusahaan dapat dibedakan menjadi lingkungan eksternal dan lingkungan internal.

  • Lingkungan eksternal perusahaan adalah faktor-faktor diluar dunia usaha yang

mempengaruhi kegiatan perusahaan. Lingkungan eksternal perusahaan dapat       dibedakan menjadi lingkungan eksternal makro dan lingkungan eksternal mikro.                            A). Lingkungan eksternal makro adalah lingkungan eksternal yang  berpengaruh secara tidak langsung terhadap kegiatan usaha. Yang  termasuk dalam lingkungan eksternal  makro adalah keadaan alam, politik  dan hukum, kondisi perekonomian, sosial-budaya, tekhnologi,  kependudukan dan keseimbangan lingkungan dan pendidikan.

B). Lingkungan eksternal mikro adalah lingkungan eksternal yang                                        berpengaruh secara langsung terhadap kegiatan usaha. Lingkungan                                   eksternal mikro meliputi pelaku-pelaku yang aktif berepran dalam                                      kegiatan pemasaran. Komponen-komponen kegiatan di lingkungan                                          ekternal mikro dimulai dari arus hulu yaitu pemasok. Pemasok merupakan                           pelaku pemasaran yang menyediakan masukan (input) sumber daya bagi                         perusahaan. Komponen yang berada pada arus hilir adalah penyalur dan                        pasar.

  • Lingkungan internal perusahaan adalah kegiatan-kegiatan internal perusahaan yang dapat dikendalikan. Artinya, untuk mencapai tujuan dan menjalankan strategi pemasaran, pemasar mampu melakukan pengendalian atau pengaturan atas operasi pasar tersebut seperti yang dikehendaki perusahaan. Lingkungan internal meliputi aspek sumber daya (resources), aspek amnusia (human), dan aspek menejeriaal teknologi.

5. Pendekatan Dalam Bisnis dan Lingkungan

Pengolahan lingkungan terkait erat dengan bisnis maupun perdagangan global. Sertifikat sistem manajemen lingkungan ISO 14001 merupakan salah satu aspek lingkungan dengan bisnis dan perdagangan global. Keterkaitan hubungan antara pengelolaan lingkungan industri dengan bisnis semakin kuat. Banyak industri yang melakukan pengelolaan lingkungan dengan baik karena dorongan bisnis, yang dalam hal ini mambawa dampak positif bagi lingkungan.

Bisnis dengan pemakaian bahan berbahaya dan beracun baik pada proses produksinya maupun pada komposisi produknya, semakin mendapat tekanan dari konsumen (konsumen menjadi pengontrol dalam terhadap produksi perusahaan). Ada beberapa kasus pembeli membatalkan permintaan akan produk industri hanya karena perusahaan tiidak melakukan pengelolaan lingkungan dengan baik.

**) Intisari

Perusahaan : Suatu tempat untuk melakukan kegiatan proses produksi barang atau                                  jasa.

Perusahaan : Merupakan kesatuan teknis yang bertujuan menghasilkan barang atau                                jasa.

Biaya Produksi : Biaya yang dikeluarkan untuk memperoleh bahan baku – bahan                                         pembantu dan tenaga kerja.

Laba                : Jika hasil yang diterima lebih besar dari biaya produksi.

Rugi                 : Jika hasil yang diterima lebih kecil dari biaya produksi.

REFERENSI

http://moebsmart.co.cc/sesi-1

http://organisasi.org/penentuan_tempat_lokasi_perusahaan_bisnis_pengertian_definisi_faktor_pertimbangan_macam_jenis_lokasi_ekonomi_manajemen

http://syadiashare.com/pengertian-perusahaan.html

Budiarto,Teguh.1993. Seri Diktat Kuliah Dasar pemasaran. Jakarta:Universitas Gunadarma.

M. Fuad, dkk.2000. Pengantar Bisnis. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Widyatmini.1996. Seri Diktat Kuliah Pengantar Bisnis. Jakarta: Universitas Gunadarma.

IDENTITAS

Nama                             : CANDY GLORIA

NPM                                : 21210516

Kelas                               : 1 EB 07

Mata Kuliah              : PENGANTAR BISNIS

Tugas                             : ke-2 Perusahaan dan Lingkungan Perusahaan

ruang lingkup bisnis

Posted On October 18, 2010

Filed under Uncategorized

Comments Dropped 2 responses

RUANG LINGKUP BISNIS

1. Pengertian Bisnis dan Jenisnya

Bisnis adalah keseluruhan dari aspek kegiatan untuk menyalurkan barang-barang melalui saluran yang produktif dimulai dengan membeli barang mentah (bahan baku) sampai menjadi barang jadi (siap pakai).

Menurut Kismono (2001) bisnis merupakan proses sosial yang dilakukan oleh setiap individu atau kelompok melalui proses penciptaan dan pertukaran kebutuhan dan keinginan akan suatu produk tertentu yang memiliki nilai atau memperoleh manfaat atau keuntungan.

Sehingga, secara konsep, bisnis dapat digambarkan sebagai berikut:

  • Bisnis adalah suatu kegiatan usaha individu yang terorganisir untuk menghasilkan dan menjual brang dan jasa guna mendapatkan keuntungan dalam memenuhi kebutuhan masyarakat.
  • Bisnis adalah suatu lembaga yang menghasilkan barang dan jasa yang dibutuhkan oleh masyrakat.

Aspek-aspek yang dimuat dalam pengertian bisnis adalah sebagai berikut:

1. Suatu kegiatan usaha

2. Menghasilkan barang dan/atau jasa

3. Menghasilkan laba

4. Memenuhi kebutuhan masyarakat

Menurut jenisnya, bisnis terbagi dalam empat kelompok sebagai berikut:

1.  Monopsoni

Monopsoni adalah keadaan saat satu pelaku usaha menguasai penerimaan pasokan atau menjadi pembeli tunggal atas barang dan/atau jasa dalam suatu pasar komoditas. Kondisi Monopsoni sering terjadi di areal perkebunan, pertanian, dan industri hewan potong (ayam), sehingga posisi tawar-menawar dalam harga bagi petani adalah nonsen. Dampak fenomena ini masih diteliti, apakah Monopsoni mempengaruhi tingkat kesejahteraan petani. Contohnya : hanya ada satu perusahaan yang menangani kereta api di Indonesia yaitu, PT.KAI

2. Monopoli

Monopoli (dari bahasa Yunani: monos, satu dan polein: menjual) yang merupakan suatu bentuk pasar di mana hanya terdapat satu penjual yang menguasai pasar. Penentu harga pada pasar ini adalah seorang penjual atau sering disebut sebagai “monopolis”.

Sebagai penentu harga (price-maker), seorang monopolis dapat menaikan atau menurunkan harga dengan cara menentukan jumlah barang yang akan diproduksi (Quantity). Seturut dengan konsep; semakin sedikit barang yang diproduksi, semakin mahal harga barang tersebut, begitu pula sebaliknya.

Walaupun demikian, penjual tetap memiliki suatu keterbatasan dalam penetapan harga. Jika penetapan harga terlalu mahal, maka tindakan konsumsi akan ditunda oleh konsumen, dengan kata lain konsumen berusaha mencari atau membuat barang subtitusi (pengganti) produk tersebut atau mungkin mencarinya di pasar gelap.

3. Oligopoli

Oligopoli adalah adalah pasar di mana penawaran satu jenis barang dikuasai oleh beberapa perusahaan. Umumnya jumlah perusahaan > 2 < 10.

Dalam pasar oligopoli, tiap perusahaan memposisikan dirinya sebagai bagian yang terikat dengan permainan pasar, di mana keuntungan yang mereka dapatkan tergantung dari pesaing mereka. Sehingga semua usaha promosi, iklan, pengenalan produk baru, perubahan harga, dan sebagainya dilakukan dengan tujuan untuk menjauhkan konsumen dari pesaing mereka.

Praktek oligopoli umumnya dilakukan sebagai salah satu upaya untuk menahan perusahaan-perusahaan potensial untuk masuk kedalam pasar. Perusahaan melakukan oligopoli sebagai salah satu usaha untuk menikmati laba normal di bawah tingkat maksimum dengan menetapkan harga jual terbatas, sehingga menyebabkan kompetisi harga diantara pelaku usaha yang melakukan praktek oligopoli menjadi tidak ada.

Struktur pasar oligopoli umumnya terbentuk pada industri-industri yang memiliki capital intensive yang tinggi, seperti, industri semen, industri mobil, dan industri kertas.

4. Oligopsoni

Oligopsoni adalah keadaan dimana dua atau lebih pelaku usaha menguasai penerimaan pasokan atau menjadi pembeli tunggal atas barang dan/atau jasa dalam suatu pasar komoditas.

2. Tujuan Bisnis

Ketika seseorang atau perusahaan berbisnis, maka mereka memiliki tujuan dari bisnis yang hendak mereka jalankan. Tujuan dari bisnis antara lain adalah:

  • Profit (keuntungan)                            : berbisnis untuk memperoleh laba.
  • Growth (pertumbuhan)                      : berbisnis untuk pertumbuhan ekonomi.
  • Continuity (berkesinambungan)        : berbisnis dengan tujuan kontinu.
  • Stability (stabilitas)                          : berbisnis untuk kestabilan keuangan.
  • Public service (pelayanan umum)     : berbisnis untuk membuka pelayanan umum (jasa).
  • Wellfare (sejahtera)                         : berbisnis untuk kesejahteraan.

Tujuan bisnis secara umum dibagi 2, yaitu:

  • Tujuan ekonomi         : memperoleh keuntungan.
  • Tujuan sosial             : memenuhi kebutuhan dan keinginan masyarakat.

3. Sistem Perekonomian dan Sistem Pasar

Sistem perekonomian

Sistem Perekonomian adalah sistem yang digunakan oleh suatu negara untuk mengalokasikan sumber daya (SD) yang dimilikinya baik kepada individu maupun organisasi pada negara tersebut. Perbedaan yang mendasar antara sebuah sistem ekonomi dengan sistem ekonomi lainnya adalah cara/metode sistem untuk mengatur faktor produksinya.

Dalam beberapa sistem, seorang individu boleh mempunyai semua faktor produksi. Sementara pada sistem lainnya, semua faktor tersebut dikoordinir oleh pemerintah. Dan pada nyatanya, keadaan sistem ekonomi di dunia berada di antara dua sistem ekstrim tersebut.

Jenis-jenis Sistem Perekonomian:

A. Perekonomian terencana

Ada dua bentuk utama perekonomian terencana, yaitu komunisme dan sosialisme. Sebagai wujud pemikiran Karl Marx, komunisme adalah sistem yang mengharuskan            pemerintah memiliki dan menggunakan seluruh faktor produksi. Kepemilikan pemerintah       atas faktor-faktor produksi tersebut hanyalah sementara, ketika perekonomian             masyarakat dianggap telah matang, pemerintah harus memberikan hak atas faktor-faktor             produksi itu kepada para buruh. Penganutnya adalah Cina, Uni Soviet, Eropa Timur,         Korea Utara, dan Kuba.

B. Perekonomian pasar

Perekonomian pasar bergantung pada konsep kapitalisme dan liberalisme untuk   menciptakan sebuah lingkungan produsen dan konsumen bebas menjual dan membeli     barang yang mereka inginkan (dalam batas-batas tertentu). Sebagai akibatnya, barang    yang    diproduksi dan harga yang berlaku ditentukan oleh mekanisme penawaran-          permintaan (demand-supply).

C. Perekonomian pasar campuran

Perekonomian pasar campuran atau mixed market economies adalah gabungan                 antara             sistem perekonomian pasar dan terencana. Menurut Griffin, tidak ada satu negara             pun di dunia ini yang benar-benar melaksanakan perekonomian pasar atau pun      terencana, bahkan negara seperti Amerika Serikat. Meskipun dikenal sangat bebas,       pemerintah Amerika Serikat tetap mengeluarkan beberapa peraturan yang membatasi         kegiatan ekonomi.

Sistem Pasar

Sistem Pasar adalah tempat bertemunya calon penjual dan calon pembeli barang dan jasa. Penjual dan pembeli akan melakukan transaksi di Pasar. Transaksi adalah persetujuan/ kesepakatan dalam kegiatan jual-beli.  Syarat terjadinya transaksi adalah ada barang yang diperjual-belikan, ada pedagang, ada pembeli, ada kesepakatan harga barang, dan tidak ada paksaan dari pihak manapun.

Menurut dari bentuk kegiatannya pasar dibagi menjadi 2, sebagai berikut:

  • Pasar Nyata

Pasar nyata adalah pasar diman barang-barang yang akan diperjual belikan dan dapat dibeli oleh pembeli. Contoh pasar tradisional dan pasar swalayan.

  • Pasar Abstrak

Pasar abstrak adalah pasar dimana para pedagangnya tidak menawar barang-barang yang akan dijual dan tidak membeli secara langsung tetapi hanya dengan menggunakan surat dagangannya saja. Contohnya pasar online, pasar saham, pasar modal dan pasar valuta asing.

Menurut cara transaksinya pasar dibagi menjadi 2, sebagai berikut:

  • Pasar Tradisional

Pasar tradisional adalah pasar yang bersifat tradisional dan konvensional, dimana para penjual dan pembeli dapat mengadakan tawar-menawar secar langsung. Barang-barang yang diperjual belikan adalah barang yang berupa barang kebutuhan pokok sehari-hari.

  • Pasar Modern

Pasar modern adalah pasar yang bersifat modern dimana barang-barang diperjual belikan dengan harga pas dan denganm layanan sendiri. Tempat berlangsungnya pasar ini adalah di mal, plaza, dan tempat-tempat modern lainnya.

Menurut cara barang yang dijualnya, pasar dibagi menjadi:

  • Pasar Hewan : hanya menjual hewan.
  • Pasar Sayur : hanya menjual sayuran.
  • Pasar Buah : hanya menjual buah-buahan.
  • Pasar Ikan/ daging : hanya menjual ikan/ daging.
  • Pasar loak (barang bekas) : hanya menjual barang bekas (loakan).

Menurut keluasaan distribusinya barang yang dijual pasar dapat dibedakan menjadi:

  • Pasar Lokal
  • Pasar Daerah
  • Pasar Nasional
  • Pasar Internasional

4. Kesempatan Bisnis/ Usaha

Dalam menjalankan suatu bisnis atau hendak berkecimpung dalam dunia bisnis, kita hendaknya memperhatikan beberapa hal yang merupakan celah bisnis, diantaranya:

  • Penuhi kebutuhan konsumen

Ini  merupakan  cara  buka  usaha yang paling umum. Misalnya dengan cara memenuhi kebutuhan masyarakar sekitar, di lingkungan rumah membutuhkan jasa dry-clean (londri) usaha  katering, wartel, warnet, rental komputer, servis elektronik, kursus, dan lain-lain.

  • Jual keunikan
Memanfaatkan  bakat  kreatif  dan  inovatif, dengan memproduksikan sesuatu yang unik. Banyak usaha baru dimulai dari penemuan jenis  produk,  teknologi,  sistem,  dan  program baru.
  • Beri fasilitas tambahan

Memberikan pelayanan tambahan yang akan membuat konsumen merasa diberikan servis dengan baik.

  • Jadi Agen
Membuka agen/ biro yang menyediakan jasa atau layanan yang spesifik. Misalnya agen modeling, foto model, penyanyi berbakat, head hunter, pengisi acara hiburan, biro jodoh,  pembantu rumah tangga (PRT), dan sebagainya.
  • Buka kantor

Merintis usaha sendiri, dengan latar belakang profesi yang bersangkutan.

  • Jalankan DS/MLM
Bisnis yang prospektif dan merupakan alternative untuk peluang usaha. Direct Selling   dan  Multi-Level  Marketing  sering  disebut  people franchise.  Modalnya  murah  meriah,  namun  sudah didukung produk yang bagus,  sistem  pemasaran,  pelatihan,  dan  jenjang  karier.
  • Usaha waralaba (franchise)
Dengan modal yang  cukup  besar,  tapi usaha yang sudah memiliki tempat di konsumen, dengan cara membeli waralaba (franchise) bisa jadi pilihan. Waralaba merupakan  jenis  usaha  yang  relatif  terstandarisasi. Namun, dibutuhkan kejelian membaca  waralaba  mana  yang  bagus.

5. Unsur-unsur Penting Dalam Aktivitas Ekonomi

  • Manusia (Men)              : sebagai pengendali aktivitas ekonomi dan tenaga kerja.
  • Modal (Money)             : sebagai jalan awal untuk suatu aktivitas ekonomi.
  • Material                       : sebagai peralatan untuk membangun aktivitas ekonomi, faktor                                             pendukung dalam aktivitas ekonomi, meliputi bahan baku.
  • Metode                         : sebagai langkah yang dipakai dalam suatu aktivitas ekonomi. Ide                                       yang ditujukkan untuk mengorganisir dan mengkoordinir.
  • Manajerial                   : sebagai langkah pengolahan.
  • Mesin atau peralatan   : alat pembantu untuk proses suatu aktivitas ekonomi.

6. Hakikat Bisnis

Mementingkan dan melayani orang lain sesungguhnya adalah konsep bisnis. Mementingkan orang lain adalah rahasia bisnis terpenting sepanjang masa. Mengatakan demikian menunjukkan bahwa Anda belum memahami hakikat bisnis yang sesungguhnya. Bisnis yang mementingkan dirinya sendiri akan hancur. Contoh sederhana mengenai hal ini adalah seorang petugas sales yang berusaha mati-matian menawarkan produknya kepada pelanggan.

Hakikat bisnis yang sesungguhnya adalah mementingkan orang lain. Ini bukan sekadar konsep kemuliaan dan spiritualitas. Ini konsep bisnis. Bahkan bisnis itu sendiri pada hakekatnya adalah spiritualitas. Bisnis yang sejati haruslah dilandaskan pada spiritualitas dan akan menghasilkan tingkat spiritualitas yang lebih tinggi, baik bagi pelaku maupun pelanggan. Orang yang melayani orang lain dengan keahlian yang tinggi akan menjadi orang yang penting dan bernilai.

7. Mengapa belajar bisnis

Bisnis perlu dipelajari, karena peranan bisnis sangatlah penting dalam kehidupan masyarakat. Melalui kegiatan bisnis, suatu perusahaan/badan dapat memenuhi setiap kebutuhan (demand) dari konsumen yang beraneka ragam dan kemudian skonsumen merasa terpuaskan.
Setiap perusahaan hendaknya berkinerja baik dan mampu memberikan layanan yang memuaskan bagi konsumennya. Selain itu pengaruh bisnis juga bisa dujadikan sebagai pekerjaan dan keinginan untuk memiliki dan untuk menjelaskan kepada konsumen tentang produk yang dihasilkan.

Tidak dapat dipungkiri, bahwa berbisnis memerlukan keahlian, talenta, dan kebiasaan. Keahlian diperlukan karena tidak ada orang yang dapat mengusai semuanya. Jika anda ingin pandai memasak, pasti anda akan belajar dari orang yang ahli memasak. Tidak ada orang yang ingin ahli sebagai tukang masak belajar dari tukang jahit. Bisnis juga demikian. Jika ingin mendalami bisnis, belajarlah dari pebisnis sejati, orang-orang yang bergelut dalam bisnis, dan memiliki keahlian dan sukses berbisnis di bidang tersebut. Itulah mengapa, belajar bisnis itu penting dipraktekkan, karena akan banyak pengetahuan lain yang dapat diperoleh dalam perjalanan menggeluti bisnis.

REFERENSI

http://www.daftardbs.blogspot.com/2009/06/apa-itu-bisnis-itu.html

http://syadiashare.com/pengertian-sistem-ekonomi.html

http://kampus-online.blogspot.com/2008/06/ch1-studi-kbisnis.html

http://majalahWK.com/ Administrator/2009/-berbisnis-berteman-berjejaring.html

IDENTITAS

Nama                             : CANDY GLORIA

NPM                               : 21210516

Kelas                              : 1 EB 07

Mata Kuliah                   : PENGANTAR BISNIS

Tugas                             : ke-1 Ruang Lingkup Bisnis

Hello world!

Posted On September 29, 2010

Filed under Uncategorized

Comments Dropped one response

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!